Waspadai Hematospermia atau Sperma Berdarah

Sperma merupakan indeks kesehatan seksual pada pria. Bukan hanya itu, identitas keperkasaan dan kejantanan seorang pria juga ditentukan oleh sperma yang diproduksi didalam testis. Hematospermia, ini adalah kondisi yang sangat mengkhawatirkan, dimana terdapat darah pada cairan sperma yang dikeluarkan pada saat ejakulasi. Umumnya, intensitas darah yang keluar bervariasi, dimana terdapat darah yang tidak dapat dilihat dengan mata ( hanya bisa dilihat dengan mikroskop) dan darah yang dapat terlihat jelas dengan mata. Hematospermia bisa terjadi pada pria dengan rentang usia 30 tahun hingga 40 tahun.

Hematospermia adalah gangguan kesehatan sperma yang bersifat normal. Kondisi semacam ini bukanlah hal yang harus dikhawatirkan dan dirisaukan. Pasalnya, hematospermia yang dialami oleh pria muda (diatas 20 tahun) dengan sendirinya akan menghilang, jadi tidak harus merisaukan kondisi semacam ini. Bahkan, apabila kondisi seperti ini terjadi pada pria muda (diatas 20 tahun), kondisi seperti ini jarang dihubungkan dengan patologi berbahaya dan merupakan kondisi yang normal.

Adanya luka pada penis merupakan penyebab utama yang bisa menyebabkan terjadinya hematospermia. Gerakan atau gesekan keras akibat menggunakan celana yang terlalu ketat akan mengakibatkan luka pada permukaan atau bagian dalam penis, ini adalah penyebab utama yang pada akhirnya menyebabkan hematospermia. Bukan hanya itu, kebiasaan melakukan hubungan seks yang terlalu liar juga dapat menimbulkan pendarahan atau luka pada penis.

Terdapat beberapa hal yang menyebabkan terjadinya hematospermia dan ini merupakan kondisi yang sangat jarang ditemukan, yakni pembekuan darah, varises prostat dan tumor. Jika hematospermia yang terjadi diakibatkan oleh pembekuan darah, maka dapat diketahui bahwa akar permasalahannya disebabkan oleh hemofilia.

Pada penderita hematospermia yang dialami oleh pria diatas usia 40 tahun biasanya disebabkan oleh adanya penyakit yang dideritanya. Tumor atau kenker misalnya, apabila tumor atau kanker tersebut terjadi pada bagian prostat, maka hal ini berpotensi besar terjadinya hematospermia. Selain itu juga terdapat penyebab lainnya. Bahkan lebih parahnya, setengah dari kasus hematospermia yang terjadi tidak diketahui penyebabnya.

Umumnya, hematospermia merupakan kondisi yang tidak harus dikhawatirkan, ini karena kondisi tersebut akan menghilang dengan sendirinya. Tetapi, jika kondisi semacam ini berlangsung hingga 2 bulan lamanya, maka tindakan yang paling baik adalah dengan cara memerikasakan diri agar diketahui akar penyebabnya guna dilakukan perawatan yang lebih intensif. Biasanya, faktor yang menentukan tingkat pemeriksaan ditentukan dengan durasi lamanya masalah tersebut terjadi, usia pasien dan kehadiran hematuria (darah pada urin).

Para ahli menyimpulkan bahwa hipertensi dapat dikaitkan dengan hematospermia. Untuk bisa mencari akar penyebabnya, beberapa urolog merekomendasikan ultrasound transrectal untuk mengetahui ada dan tidaknya batu atau kista pada prostat dan saluran ejakulasi. Menurut sebagian para ahli cara ini juga akan membantu pasien agar terhindar dari kanker prostat.

Selain itu, untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut pasien penderita hematospermia juga akan disarankan untuk melakukan tes urin, ini dilakukan agar dokter mengetahui ada dan tidaknya darah yang bercampur dengan urin. Kehadairan darah pada urin merupakan kondisi yang mengkhawatir jika terjadi selama berbulan-bulan lamanya. Tentu saja kondisi yang sama juga akan membuat seseorang khawatir dan takut bila menemukan kehadiran darah pada cairan sperma yang dikeluarkannya.

Mungkin sebagian pria pernah mendapati kehadairan darah dalam cairan sperma yang dikeluarkannya. Kondisi ini masih wajar dan akan hilang dengan sendirinya. Namun apabila kondisi ini berulang-ulang kali terjadi dan selalu terjadi selama berbulan-bulan lamanya, maka Anda harus segera mengambil tindakan untuk mengetahui kondisi yang sebenarnya. Sebagian pada ahli juga mengkawatirkan kondisi tersebut, dimana bercampurnya darah dengan cairah sperma dikhawatirkan akan menganggu kesehatan dan kesuburan sperma.

Berbeda dengan kasus ketidaksuburan yang dialami oleh pria, dimana ketidaksuburan yang dialaminya tersebut diakibatkan kualitas sperma yang tidak subur akibat pengaruh kebiasaan buruk dan tindakan buruk yang dilakukannya. Pasalnya, jika kualitas sperma buruk akibat kebiasaan buruk dan tindakan buruk, maka hal ini masih bisa diatasi dengan menerapkan pola hidup sehat dan mengkonsumsi suplemen. Lagipula banyak ditemukan obat kuat yang dikhususkan bagi mereka yang menginginkan kondisi sperma yang banyak, kental dan subur.

SCOUNT  misalnya, ini merupakan jenis obat kuat berbentuk kapsul yang mana jenis obat kuat ini sengaja di pasarkan masal bagi mereka-mereka yang menginginkan kondisi sperma yang banyak, kental dan subur. Tanaman herbal yang diolah utuk dijadikan obat kuat ini mampu memberikan efek positif pada kesehatan sperma, sehingga mampu memberikan kualitas sperma yang lebih baik.

Obat kuat jenis ini dikhususkan bagi mereka yang memiliki kondisi sperma yang sedikit, encer dan tidak subur. Lantas bagi penderita hematospermia, dimana terdapat darah pada cairan spermanya, apakah bisa disembuhkan hanya dengan meminum obat?

Tidak diketahui secara pasti, namun para medis mempunyai cara terbaik untuk menyembuhkan segala penyakit yang diderita oleh pasiennya. Obat kuat sejenis SCOUNT  hanyalah jenis obat kuat yang dikhususkan bagi mereka yang menginginkan kondisi sperma yang lebih banyak, kental dan subur. Ini artinya obat kuat ini tidak dapat digunakan untuk menghilangkan darah yang bercampur dengan cairan sperma saat ejakulasi. Oleh karenanya menjaga kesehatan seksual harus ditekankan oleh setiap masing-masing individu, karena jika terjadi hal-hal yang mempengaruhi seksualitas Anda, maka bukan hanya ketakutan dan kekhawatiran yang akan hadir ditengah-tengah hidup Anda, akan tetapi Anda pun juga harus merelakan untuk meninggalkan rutinitas bercinta akibat hematospermia yang Anda alami.