Tips Mengetahui Masa Kesuburan Wanita

Tujuan sepasang kekasih mempersatukan cintanya dalam suatu ikatan pernikahan bukanlah semata-mata hanya ingin bisa menikmati kehidupan seksual. Kehidupan seksual sendiri identik dengan berbagai macam permasalahan. Selain itu, tujuan sepasang suami istri melakukan hubungan intim bukanlah hanya ingin memuaskan satu sama lain, terlebih hubungan yang dilakukan termasuk salah satu proses reproduksi, dimana tujuan dari proses reproduksi tersebut dimaksudkan agar pasangan wanita bisa hamil dan melahirkan seorang anak.

Lantas, mengapa banyak kasus pasangan tidak memiliki keturunan, padahal mereka sudah lama berhubungan intim bersama? Apakah masa kesuburan dibutuhkan dalam proses reproduksi? Jika ya, bagaimana cara mengetahui masa kesuburan pada wanita?

Sebenarnya, bagi Anda yang sudah menikah, ada baiknya jika Anda melakukan pemeriksaan kesehatan pra nikah. Bukan bermaksud mencurigai pasangan, namun pemeriksaan semacam ini sangat berguna dan bermanfaat untuk kelangsungan pernikahan Anda.

Sejauh ini mungkin banyak kita jumpai kasus sepasang suami istri yang sudah lama menikah namun belum dikaruniai seorang anak. Dalam menanggapi kasus ini, setiap pasangan dianjurkan untuk memiliki kesadaran diri, yang mana ini dibutuhkan demi kelangsungan rumah tangga yang dijalaninya.

Kebanyakan kasus seperti yang dicontohkan di atas sebagian besar terjadi karena salah satu pasangan mengalami infertilitas (ketidaksuburan), selain itu terdapat pula kasus dimana pada saat melakukan hubungan intim tidak sesuai dengan waktunya. Sejatinya, untuk bisa membuahi sel telur, bukan hanya kualitas sperma yang baik dan berkualitas saja yang dibutuhkan, namun pasangan pria juga harus bisa mengetahui kapan masa kesuburan pasangan wanitanya, karena pada masa inilah merupakan waktu yang tepat untuk bisa melangsungkan proses reproduksi.

Tujuan diterapkannya sikap kesadaran diri tidak lain adalah untuk mengetahui tingkat kesuburan, baik pada Anda maupun pasangan Anda. Ini artinya, jika seseorang melakukan hubungan intim pada masa kesuburannya, maka dipastikan pasangan wanita akan cepat untuk hamil dan melahirkan seorang anak. Namun sayang, kebanyakan para pria tidak mampu mendeteksi kapan masa kesuburan pada pasangannya. Padahal, penting baginya untuk mengetahui kapan masa kesuburan wanita dan jika Anda bisa mencermati dengan detail, terdapat petunjuk-petunjuk yang mengidentifikasikan bahwa wanita dalam masa subur.

Mencari Tahu Masa Kesuburan Wanita

Berikut ini beberapa tips sederhana yang bisa Anda jadikan sebagai pedoman untuk mengetahui kapan wanita dalam masa subur.

1. Perhatikan berat badan

Pada fase ini Anda harus bisa cermat dalam memperhatikan berat badan pasangan Anda. Pasalnya, berat badan yang terlalu berlebihan akan mempengaruhi keseimbangan hormon didalam tubuh. Ini artinya, jika berat badan menganggu keseimbangan hormon, maka dengan sendirinya masa ovulasi juga akan terganggu. Bahkan, terdapat kasus yang cukup ekstrim, dimana masa ovulasi dapat terhenti akibat ketidakseimbangan hormon.

Pada wanita dengan berat badan kurang (kurus), tubuh mereka akan menghemat energi dengan cara menghentikan proses ovulasi. Bahayanya, jika kondisi seperti ini berlanjut hingga bertahun-tahun lamanya, maka dikhawatirkan akan mengakibatkan kemandulan. Dan, terdapat juga kasus unik, dimana berolahraga secara berlebihan juga akan mengakibatkan kemandulan. Ini terjadi karena tubuh kehilangan banyak lemak.

2. Bebas dari penyakit menular seksual (PMS)

Pada wanita, jika diketahui telah terinfeksi penyakit menular seksual, maka dipastikan akan mengalami kemandulan. Meskipun tidak semua mengalami kemandulan, namun banyak kasus yang ditemukan bahwa mereka-mereka yang diketahui mengidap penyakit seperti gonore akan mengalami kemandulan. Ini terjadi akibat dampak gonore yang dideritanya, sehingga penyakit tersebut menyebabkan radang panggul yang pada akhirnya menyebar ke bagian organ reproduksi.

Selain itu, wanita yang diketahui telah terinfeksi penyakit menular seksual juga akan mengalami gangguan pada jaringan perutnya, yang mana hal tersebut mempengaruhi saluran tuba, ovarium dan organ reproduksi lainnya. Kondisi seperti ini pada akhirnya akan menghentikan proses ovulasi dan tentu saja akan mempengaruhi proses kehamilan.

3. Mengetahui periode menstruasinya (normal atau tidak)

Menstruasi secara teratur disebut juga dengan ovulasi. Kondisi seperti ini menandakan bahwa adanya keseimbangan hormon pada tubuh. Dengan adanya masa ovulasi atau menstruasi secara teratur, maka seorang wanita bisa mengetahui kapan saat yang tepat untuk berhubungan intim, karena masa tersebut merupakan waktu yang tepat untuk memungkinkan untuk bisa hamil.

4. Mengontrol emosi (tidak stres)

Stres merupakan salah satu faktor utama yang pada akhirnya akan menganggu kemampuan seorang wanita untuk bisa hamil. Dalam kondisi stres, tubuh seorang wanita akan memproduksi hormon kortisol dan prolaktin. Perlu Anda ketahui, kedua hormon tersebut merupakan jenis hormon yang akan menganggu dan menghentikan masa ovulasi. Apabila kondisi seperti ini terjadi hingga berlarut-larut, maka dikhawatirkan akan menganggu sistem kekebalan tubuh.

Stres sendiri juga merupakan salah satu faktor yang bukan hanya menganggu proses kehamilan. Bagi pria, stres merupakan faktor utama yang sering kali mengakibatkan gangguan fungsi organ reproduksi. Ejakulasi dini dan disfungsi ereksi contohnya, kedua jenis gangguan seksual ini disebabkan oleh faktor stres. Meskipun terdapat obat kuat yang dapat menyembuhkan gangguan seksual tersebut, seperti Natural Gain. Namun stres sendiri merupakan salah satu faktor penting yang harus diperhatikan.

Oleh karenanya, seberat apa masalah yang Anda hadapi. Sesegeralah untuk mencari akar penyebab yang menjadikan pikiran Anda terbebani, karena dengan cara ini Anda bisa mendapatkan solusi agar permasalahan yang Anda hadapi bisa terselesaikan dan pada akhirnya beban pikiran tersebut tidak menganggu jalannya kehidupan seksual yang Anda jalani.