3 Faktor Yang Menentukan Ukuran Penis

Sejauh mana Anda memahami dan memperhatikan kesenangan seksual yang didapatkan oleh pasangan Anda ketika sedang melakukan hubungan seksual bersama. Mungkin sebagai pria Anda merasa bahwa kemampuan seks yang mumpuni akan menjamin kepuasan terhadap pasangan Anda. Takhayal banyak pria melakukan perubahan demi memberikan terlihat perkasa di depan pasangannya.

Tidak dapat dipungkiri bahwa ukuran alat vital atau penis yang dimiliki oleh masing-masing pria ternyata mempengaruhi kepercayaan dirinya, pun juga kondisi yang sama juga akan mempengaruhi kemampuan seksnya. Meskipun tidak semua kepercayaan diri pria diukur melalui ukuran penis yang dimilikinya, namun berkembangnya mitos tentang anggapan ukuran penis yang lebih besar lebih baik dibandingkan dengan ukuran penis yang berukuran kecil. Ini artinya, mitos yang selama ini berkembang di masyarakat luas akan mempengaruhi cara berpikir seseorang, pun juga termasuk pada wanita yang juga akan mempercayai mitos tersebut.

Sebenarnya, besar kecilnya alat vital yang dimiliki oleh pria dipengaruhi oleh beberapa hal, baik karena perbedaan usia, faktor genetik, ras, kondisi fisik dan hal lainnya. Sejauh ini belum ada penelitian tentang hubungan memperbesar alat vital dan akibatnya. Jadi, fakta yang sebenarnya tentang memperbesar penis merupakan salah satu tindakan yang lebih banyak bersifat sugesti.

Berdasarkan survei yang dilakukan, ukuran alat vital pada pria Asia, khususnya Indonesia memiliki panjang antara 12 hingga 16 cm dan hampir keseluruhan mereka memiliki panjang rata-rata 12 cm. Sedangkan bila kita bandingkan dengan ukuran alat vital pada pria Barat khususnya Amerika, terdapat perbedaan yang cukup detail, dimana kebanyakan pria Amerika memiliki panjang penis rata-rata 15 cm. Tentu didalam benak hati Anda pasti akan bertanya-tanya.

Mengapa terdapat perbedaan ukuran penis yang selisihnya cukup banyak? Lantas, apakah yang menyebabkan ukuran penis tersebut berbeda?

Terdapat perbedaan yang mana perbedaan tersebut sangat jelas terlihat. Warna kulit misalnya, perbedaan warna kulit antara pria Asia dan pria Barat sangatlah jelas. Perbedaan warna kulit tersebut terjadi karena adanya perbedaan letak geographies, sehingga bukan hanya pada warna kulitnya saja yang berbeda, namun secara keseluruhan terdapat perbedaan, baik itu pada postur tubuh dan lainnya.

Selain itu, faktor makanan yang sehari-harinya dikonsumsi juga menjadi salah satu faktor yang pada akhirnya menentukan perbedaan yang terjadi. Selama ini kita sudah mengetahui bahwa orang-orang Barat memiliki postur yang lebih tinggi dari pada orang-orang Asia, ini dikarenakan terdapat perbedaan makanan yang dikonsumsi setiap harinya.

Jika letak geographies mempengaruhi perbedaan warna kulit. Lantas apa yang menyebabkan perbedaan ukuran alat vital? Mungkinkah faktor genetik, ras ataukah faktor lainnya? Perlu Anda ketahui, terdapat perbedaan ukuran alat vital pada pria Asia dan pria Barat, dan itu bukan karena perbedaan ras dan lainnya, melainkan karena adanya beberapa hal yang harus dirubah dan perubahan tersebut harus dimulai sejak masih didalam kandungan.

Faktor yang Mempengaruhi Ukuran Penis

Terdapat 3 faktor yang mempengaruhi ukuran penis. Mari kita amati apa saja yang selama ini yang melatarbelakangi perbedaan ukuran alat vital pada pria Asia dan pria Barat, bisa jadi karena terdapat beberapa pola perilaku atau kebiasaan yang pada akhirnya dapat mempengaruhi ukuran alat vitalnya.

1. Makanan

Selama ini kita telah mengenal bahwa nasi adalah salah satu jenis makanan pokok atau utama bagi orang-orang Asia, khususnya Indonesia. Pada masa pertumbuhan, seorang anak membutuhkan lebih banyak makanan berprotein dan bukan karbohidrat. Nasi merupakan jenis makanan yang memiliki kandungan karbohidrat yang cukup tinggi, oleh sebab itu terkadang banyak kita jumpai kasus anak-anak usia 3 hingga 5 tahun yang memiliki badan gemuk namun tidak bertulang besar (lebih banyak kandungan lemak).

Kondisi seperti itu pada akhirnya akan menghambat penyerapan Zinc didalam tubuh. Akibatnya, penis atau alat vital tidak dapat berkembang secara optimal karena adanya kandungan unsur yang terkandung didalam nasi.

2. Sunat

Khususnya bagi orang Indonesia, tidak dapat diketahui secara pasti apakah ini diartikan sebagai salah satu bentuk tradisi ataupun karena alasan lainnya. Kebanyakan dari mereka selalu melakukan tradisi sunat pada saat usia anak menginjak 10 tahun. Padahal, usia ideal untuk melakukan sunat adalah 13 sampai 14 tahun.

Perlu Anda ketahui bahwa melakukan sunat pada usia yang terbilang masih dalam usia pertumbuhan akan mempengaruhi ukuran alat vital. Pasalnya, pada usia-usia tersebut kulit penis masih dapat berkembang dan apabila dipaksakan untuk dipotong sebagian kulit penisnya, maka kulit penis akan tertarik dan pada akhirnya akan menyebabkan perkembangan yang tidak optimal.

3. Kebiasaan menggunakan celana dalam yang terlalu ketat

Peringatan bagi Anda bahwa menggunakan celana dalam yang terlalu ketat bukanlah sesuatu yang baik. Sejauh ini kita cukup tahu bahwa memakai celana dalam sangatlah penting untuk dilakukan, namun setidaknya kita harus mempergunakannya sesuai dengan ukuran badan kita. Pasalnya, celana dalam yang terlalu ketat akan mempengaruhi perkembangan penis. Oleh karenanya untuk membiasakan celana dalam yang sedikit agak longgar atau sesuai dengan ukuran tubuh Anda, karena ini akan membantu mengoptimalkan perkembangan penis.

Meskipun sejauh ini tidak banyak wanita yang mempermasalahkan ukuran penis yang dimiliki oleh pasangannya, namun sebagaimana kita seorang pria setidaknya harus selalu menjaga kondisi dan bentuk penis yang kita miliki. Selain menunjang kemampuan seks, besarnya ukuran penis juga akan menguntungkan Anda.