Testosteron Rendah Dapat Mempengaruhi Kehidupan Seks Pria

Testosteron, dimana hormon inilah yang sering dianggap sebagai "bahan bakar seks" pada pria. Testosteron tidak hanya merupakan bahan bakar dalam dorongan dan kekuatan seks pada pria, namun rendahnya testosteron dapat menurunkan gairah, kekuatan atau daya vitalitas seorang pria, dimana hal ini tentu saja akan mempengaruhi kehidupan seks seseorang. Tidak mampunya seorang pria memberikan kesenangan dan kepuasan pada pasangan wanitanya disebabkan oleh kurangnya dorongan seks, ejakulasi dan impotensi, dimana masalah seksual ini bersumber dari rendahnya kadar testosteron pada tubuh seorang pria.

Selain kasus diatas, pengaruh testosteron terhadap kehidupan seks seorang pria memang sangat besar, dimana testosteron yang rendah akan mempengaruhi rendahnya libido seseorang yang pada akhirnya mengakibatkan tidak adaya dorongan seks.

Sejauh ini penelitian belum mengurai misteri bagaimana kadar testosteron bida meningkat maupun mengurang. Normalnya, dorongan seks pria menurun dari puncaknya, yakni pada masa remaja atau sekitar usia 20 tahuan, tetapi perlu Anda ingat, bahwa libido yang dimiliki seorang pria bervariasi. Khasus ini juga dapat ditarik kesimpulan, dimana dorongan seks seorang pria dapat digolongkan menjadi dua, yakni gairah seks yang tinggi dan gairah seks yang rendah, yang mana gairah seks tersebut tergantung pada kondisi seseorang dan dapat berubah dari waktu ke waktu dan dipengaruhi oleh stres.

Dalam masalah ini, mencari alasan untuk mendefenisikan apa itu kurangnya dorongan seks adalah mustahil. Biasanya para pria mencoba untuk mendefenisikan sendiri kurangnya dorongan seks, dimana hal ini dianggap sebagai suatu masalah dan yang lainnya menganggapnya hanyalah sebuah isu.

Kurangnya kadar hormon testosteron tidak selalu dianggap sebagai akar permasalahan yang menyebabkan hilangnya dorongan seksual seorang pria. Mungkin beberapa pria masih dapat mempetahankan hasrat seksualnya meskipun ia memiliki kadar hormon testosteron yang relative rendah. Bagi sebagian pria, libido mungkin dianggap sebagai akar masalah yang menyebabkan turunnya gairah atau dorongan seksual seorang pria. Umumnya, rendahnya kadar hormon testosteron merupakan penyebab utama rendahnya libido, dimana jika kadar hormon testosteron seorang pria rendah, maka tak dapat dipungkiri bahwa ia juga akan mengalani penurunan gairah atau dorongan seks.

Penelitian yang dilakukan oleh lembaga survei telah membuktikan, bahwa sekitar 11% dari 100 peserata yang mengikuti survei mengatakan, bahwa mereka tidak memiliki gairah atau dorongan seks, dimana hal ini menguggah minat peneliti untu melakukan pengujian kadar testosteron pada masing-masing pria. Para peneliti kemudian melakukan penelitian dimana mereka menguji kadar hormon yang dimiliki oleh masing-masing pria, mereka menemukan sekitar 28% pria memiliki kadar testosteron yang rendah, dimana hal ini juga yang menyebabkan libido seseorang menurun.

Selain kasus di atas,kurangnya kadar hormon testosteron juga akan menyebabkan disfungsi ereksi. Mungkin hal ini agak terdengar aneh, namun inilah kenyataan yang sesungguhnya, dimana jika seseorang memiliki kondisi kesehatan yang tidak baik disertai kadar hormon testosteron yang rendah, maka hal inilah yang pada akhirnya akan menyebabkan disfungsi ereksi dan impotensi. Baca : Kadar Testosteron Rendah Merupakan Akar Penyebab Impotensi

Pada Umumnya, masalah ereksi biasanya disebabkan oleh pengerasan dinding arteri. Jika kondisi ini tidak dapat bekerja dengan baik atau bahkan rusak, maka pembuluh darah kapiler yang berfungsi memasok darah ke penis tidak dapat melebarkan dan membawa arus darah, dimana kebutuhan darah ini sangat penting guna mencukupi kebutuhan ereksi. Kondisi semacam ini biasanya dapat terjadi pada seorang pria, bilamana ia menderita penyakit diabetes, tekanan darah tinggi dan kadar kolestrol yang tinggi.

Walaupun belum diketahui secara pasti yang melatarbelakangi rendah dan tingginya kadar hormon testosteron pada tubuh pria, namun kodisi seperti ini masih bisa diperbaiki. Pada dasarnya kandungan zat aktif atau asupan gizi pada tubuh Anda tergantung pada makanan yang sering Anda konsumsi, dimana jika Anda mengkonsumsi makanan yang tidak seimbang gizinya, maka hal tersebut akan mengoyahkan kondisi kesehatan Anda, termasuk kesehatan seksual Anda.