Testosteron Menentukan Seseorang Liar di Ranjang

Kebanyakan wanita biasanya bersikap bertutup terhadap kehidupan seksualnya. Namun, pada dasarnya mereka memiliki keinginan dan gairah seks yang sangat kuat untuk melakukan aktivitas seksual. Umumnya, kaum wanita sangat tertarik dengan seks, akan tetapi sikap atau kepribadiaannya yang pemalu mematahkan keinginannya tersebut.

Kepribadian yang tertutup yang dimiliki oleh wanita menjadikan dirinya malu untuk menanyakan persoalan yang berkaitan dengan seks. Biasanya, wanita yang sangat tertarik dan ingin mengetahui tingkah laku pasangan prianya ketika di ranjang, apakah pasangannya liar atau tidak, bisa mengetahuinya dengan melihat kadar testosteron pasangan prianya tersebut.

Lantas, bagaimana cara mengetahui hal tersebut?

Jika diibaratkan seperti burung, apabila burung tersebut memiliki tingkat hormon yang lebih rendah, maka hal tersebut akan mempengaruhi kesetian burung tersebut pada pasangannya. Namun, bila dibandingkan dengan burung yang memiliki kadar hormon yang tinggi, maka burung tersebut akan berkeliaran di tanah lapang dan akan bersikap liar terhadap jenis burung lainnya. Hal yang sama mungkin saja bisa terjadi pada manusia, dimana keliaran seseorang bisa ditentukan oleh kadar hormon yang diproduksi.

Menurut ilmuan di Universitas Harvard, bahwa pria yang sudah menikah dan lebih banyak menghabiskan waktu dengan istri dan anaknya di rumah memiliki tingkat testosteron rendah, hal sebaliknya justru berbanding terbalik dengan keadaan di yang disebutkan sebelumnya. Bagi pria yang belum menikah, mereka kebanyakan memiliki tingkat testosteron yang lebih stabil.

Dalam sebuah penelitian, dimana ketika antropolog Peter Gray mencoba mengukur tingkat testosteron pada 58 pria. Pengukuran tingkat testosteron yang dilakukan tersebut telah memberikan hasil, dimana tingkat testosteron pria mengalami penurunan di pagi hari, akan tetapi kondisi ini lebih besar ditemukan pada pria yang sudah menikah dan hanya kecil kemungkinannya terjadi pada pria lanjang (belum menikah).

Menurut pernyataan Gray yang dimuat dalam majalah New Scientist menjelaskan bahwa “ seorang pria sekaligus suami yang merelakan waktunya demi keluarnya akan mengalami penurunan tingkat testosteron yang dramatis dibanding dengan pria yang masih lajang atau belum menikah”. Kondisi seperti ini merupakan sebuah panutan yang baik, akan tetapi hal ini juga akan memperburuk produktivitas testosteron.

Gray mempercayai bahwa hal tersebut akan mempengaruhi produktivitas testosteron pada pria. Jadi dari kesimpulan yang sudah dijelaskan di atas, Anda (wanita) bisa mengetahui kondisi yang sesungguhnya, bahwa testosteron yang rendah akan mengurangi gairah seks pria, sehingga ia tidak bisa beraksi liar di ranjang ketika melangsungkan hubungan. Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria yang sudah menikah dan kesehariannya menghabiskan waktunya dengan keluarganya, kondisi semacam ini memposisikan dirinya akan kehilangan tingkat hormon pria (testosteron) yang diproduksinya.

Gray berkata bahwa dirinya akan berencana untuk melakukan penelitian lainnya, yaitu merencanakan penelitian terhadap pria yang sudah berpisah dengan pasangannya (istrinya), akan tetapi pasangan tersebut sama-sama memiliki hak untuk mengasuh anak mereka bersama. Rencana penelitian ini dimaksudkan untuk melihat seberapa besar hal tersebut mempengaruhi tingkat testosteron seorang pria.

Sebenarnya, tingkat testosteron yang berfungsi sebagai pembakar gairah seks tersebut bisa ditingkatkan. Akan tetapi, tidak banyak pria yang mempedulikan hal tersebut. Kebanyakan pria menganggap bahwa kehidupan seksual hanya dinikmati pada usia muda (pasca menikah) saja, namun kenyataan yang sesungguhnya bukanlah demikian.

Bagi pasangan yang sudah lanjut usia, yang mana kondisi tubuhnya sudah tidak mendukung untuk melakukan aktivitas seksual. Kebanyakan dari mereka justru sangat peduli dengan kehidupan seksualnya, dimana kebanyakan pasangan lansia masih menginginkan hadirnya aktivitas seks dalam hidupnya.

Biasanya, seseorang yang sangat peduli dengan kehidupan seksualnya akan mencoba untuk menjaga kesehatan seksualnya. Ini bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Dari kasus di atas, sebenarnya suami bisa meningkatkan testosteronnya, akan tetapi kasus di atas mengambarkan seorang suami yang tidak peduli dengan kehidupan seksualnya. Padahal, jika ia peduli dengan kehidupan seksualnya, ia bisa mejaga pola makan, melakukan olahraga dan mengkonsumsi vitamin.

Kegiatan tersebut memungkinkan seseorang untuk bisa mendapatkan asupan gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, selain itu olahraga juga bisa menjaga kebugaran tubuh. Ini akan menjadikan seseorang menjadi lebih prima, sehingga memungkinkan seseorang bisa menikmati kesenangan seksual.

Dalam rangka mewujudkan hal di atas, beragam cara bisa dipilih, namun lebih utama adalah penggunaan Obat Kuat yang mana ini merupakan pilihan paling efektif untuk digunakan. Mengkonsumsi obat kuat tidak hanya meningkatkan daya vitalitas pria saja, melainkan seseorang akan bisa mendapatkan gairah seksual yang mengebu-gebu akibat testosteron yang meningkat. Ini bisa didapatkan hanya dengan mengkonsumsi ObatKuat 123, obat kuat ini berbentuk kapsul yang terbuat dari ekstrak herbal pilihan yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seksual seseorang.

Dengan stabilnya tingkat testosteron yang diproduksi oleh pria, maka seseorang akan bisa beraksi liar di ranjang ketika sedang melangsungkan hubungan. Ini bisa didapatkannya dengan beragam cara, salah satunya adalah dengan mengkonsumsi obat kuat tersebut.

Tidak sepantasnya hanya karena kebiasaan-kebiasan yang Anda lakukan maka Anda harus menghentikan kehidupan seksual Anda. Oleh sebab itu, mulai dari sekarang perlu sikap kesadaran diri untuk bisa menjaga kesehatan seksual agar bisa mendapatkan kehidupan seksual yang layak, hingga masa tua.