Testis Besar Rentan Terhadap Penyakit

Testis atau umumnya lebih dikenal dengan sebutan buah zakar merupakan bagian organ seksual yang memiliki peranan penting bagi kesehatan sperma. Perlu Anda ketahui, bahwa tempat dimana sperma dan hormon diproduksi ini ternyata juga dapat menjadi indikator kesehatan pria. Lantas, apa hubungannya testis dengan kesehatan pria?

Dalam sebuah riset yang dilakukan di negara Itali telah menemukan fakta aneh tentang testis atau buah zakat. Riset tersebut menunjukan bahwa besarnya ukuran testis pada pria belum tentu mengindikasikan pria tersebut sehat, namun kondisi tersebut meningkatkan risiko terhadap berbagai macam gangguan penyakit yang menyerang testis.

Kebanyakan mereka-mereka yang memiliki testis besar cenderung memiliki kondisi badan yang gemuk. Kondisi badan seperti itu sangat rentan terhadap segala macam penyakit, seperti hipertensi dan penyakit jantung.

Untuk mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, riset ulang dilakukan dan melibatkan 2.809 responden pria. Riset ulang yang dilakukan tersebut menyimpulkan bahwa meskipun besarnya ukuran testis sering kali dikait-kaitkan dengan fungsi reproduksi yang baik. Namun saya, kondisi yang sesungguhnya bukanlah semacam itu, dimana besarnya testis yang dimiliki pria terkadang juga dapat menjadi indikator kesehatan tubuh pria secara menyeluruh. Kondisi yang sedikit meresahkan bukan?

Didalam riset tersebut, pada peneliti sengaja mengukur testis serta level hormon para pria yang dijadikan reponden untuk selanjutnya dicatat dan diteliti lebih rinci. Menurut hasil penelitian tersebut, pria dengan ukuran testis yang lebih besar lebih banyak menderita penyakit jantung. Bukan hanya itu, diketahui bahwa pada pria bertestis besar ternyata memiliki kandungan level hormon yang tinggi, terutama hormon luteinizing. Hormon ini merupakan hormon jahat yang akan membawa dampak buruk terhadap kesehatan jantung.

Mungkin, secara umum bisa diasumsikan bahwa memiliki testis berukuran besar dapat memprediksi kebugaran reproduksinya. Namun, hasil penelitian yang sudah dilakukan tidak memberikan wawasan lain yang lebih luas. Bahkan, ada baiknya seseorang mencurigai bersikap mawas diri dengan kondisi testis yang dimilikinya. Bisa jadi, besarnya ukuran testis yang dimilikinya terjadi akibat adanya pembengkakan pada testis.

Selain dikhawatirkan mengakibatkan penyakit jantung, adanya kelainan lainnya yang menyerang testis adalah salah satu hal yang hingga saat ini dikhawatirkan oleh sebagian orang. Bukan berarti setiap pria yang memiliki testis berukuran besar secara keseluruhan mempunyai gangguan kesehatan. Namun, setidaknya sikap kesadaran diri untuk melakukan pemeriksaan diri secara pribadi harus dimiliki oleh setiap individu. Ini dimaksudkan agar tidak terjadi hal-hal buruk yang dapat mempengaruhi kesehatannya.

Kendati demikian, untuk lebih meyakini kebenaran hasil riset yang dipaparkan di atas, para peneliti mencoba untuk melakukan penelitian lanjutan. Pasalnya, dari hasil ukuran testis dan level hormon yang telah dicatat guna dipantau dan diteliti lebih rinci. Ternyata, hasil penelitian tersebut telah menunjukan bahwa besarnya ukuran testis yang dimiliki oleh pria ternyata berpengaruh terhadap kesehatannya, terlebih pada kesehatan jantung.

Para peneliti juga menyimpulkan pernyataan lainnya, dimana mereka yang mengalami gangguan kesehatan atau masalah obesitas dan penyakit jantung kebanyakan memiliki level testosteron yang lebih rendah. Kendati demikian, para peneliti menyimpulkan dan berspekulasi bahwa tubuh berusaha mengimbangi rendahnya testosteron sehingga lebih banyak menghasilkan hormon pelutein yang pada akhirnya membuat testis membesar.

Dari hasil tersebut, peneliti menduga bahwa besarnya ukuran testis diduga berkaitan dengan risiko penyakit jantung. Kondisi seperti ini juga telah dibuktikan dengan hasil penelitian, dimana kebanyakan mereka yang menderita penyakit jantung dan diabetes secara keseluruhan memiliki kadar hormon tertosteron yang rendah.

Mugkin Anda bisa mengambil kesimpulan bahwa besarnya ukuran testis belum tentu mengindikasikan bahwa testis tersebut dan kecilnya ukuran testis belum tentu kondisi tersebut tidak wajar. Ini hanyalah presepsi yang kebanyakan diutarakan oleh masyarakat luas. Kondisi ilmiah yang sesungguhnya bukanlah seperti apa yang telah diutarakan oleh kebanyakan orang.

Besarnya ukuran testis mungkin adalah kondisi yang normal, dimana setiak individu masing-masing memiliki ciri khas tersendiri sehingga tidak bisa di samakan satu dengan lainnya. Adanya peringatan bagi mereka-mereka yang memiliki ukuran testis besar adalah salah satu bentuk sikap empati, dimana ini akan menghindarkan Anda semua dari segala hal buruk yang tidak Anda inginkan.

Bukan hanya mengacam kesehatan jantung dan tubuh lainnya. Dikhawatirkan apabila terjadi kelainan di testis juga akan memperburuk produktivitas sperma. Pada dasarnya sperma yang Anda keluarkan pada saat ejakulasi diproduksi didalam testis. Apabila diketahui adanya gangguan kesehatan yang terjadi di testis, ini artinya produktivitas sperma akan terhambat. Padahal, sperma merupakan salah satu jantung kejantanan bagi pria, dimana kondisi seperti ini sudah pasti akan mempengaruhi kehidupan seksual seseorang.

Dengan adanya peringatan ini, maka diharapkan Anda bisa lebih bersikap hati-hati dan mawas diri. Sangat disarankan untuk melakukan pemeriksaan ke dokter apabila Anda menjumpai gejala-gejala tidak wajar yang terjadi di testis. Ini adalah salah satu bentuk tindakan yang nantinya akan menghindarkan Anda dari kondisi buruk.