Teratospermia, Gangguan Sperma Penyebab Infertilitas

Sperma adalah indeks kejantanan bagi pria dan juga sekaligus sebagai sel jantan yang bertugas membuahi sel telur wanita. Dalam proses reproduksi, sel spermatozoa adalah salah satu kunci keberhasilan yang menjadi penentu. Apabila sel spermatozoa yang dimiliki pria dalam kondisi yang normal dan sehat, maka kemungkinan besar kehamilan akan terjadi, namun jika kondisi yang terjadi adalah sebaliknya, dimana kondisi sel spermatozoa dalam keadaan yang tidak sehat, maka dipastikan sel spermatozoa tidak akan berhasil membuahi sel telur sehingga kehamilan pun tidak akan terjadi.

Apabila kondisi sperma tersebut dalam keadaan tidak normal dan hal tersebut terjadi dalam jangka waktu yang cukup lama, maka dipastikan pria akan mengalami kemandulan atau sering disebut dengan infertilitas. Adapun dalam kondisi seperti ini pihak pria harus bersedia untuk melakukan pemeriksaan guna mengetahui kondisi yang sebenarnya, karena dengan melakukan pemeriksaan maka akar penyebab yang menganggu kesehatan sperma akan diketahui dan kemudian dapat mengambil langkah selanjutnya yaitu mengobatinya.

Teratospermia, ini merupakan salah satu jenis dari gangguan pada sperma yang mana teratospermia ini juga menjadi tersangka yang menyebabkan kemandulan atau infertilitas pada pria. Beberapa gangguan sperma memang terkadang akan menghambat proses pembuahan, dimana gangguan sperma ini dapat berupa volume yang sedikit dan ada juga yang berpengaruh pada bentuk serta ukuran yang tidak normal.

Pada dasarnya, gangguan sperma yang sebagian dialami oleh kaum pria tersebut hanya bisa diketahui melalui proses analisis sperma di laboratorium khusus dan umumnya gangguan sperma tersebut terdiri dari empat macam, salah satunya adalah teratospermia.

Teratospermia merupakan jenis gangguan sperma yang mana kondisi sperma yang dimiliki oleh pria berbentuk abnormal atau bisa juga dianggap jumlah morfologi sperma normalnya kurang dari 30%. Sejauh ini para peneliti belum bisa memastikan hal-hal apa saja yang dapat menyebabkan adanya gangguan sperma. Namun sebagian dari mereka berspekulasi bahwa gangguan sperma yang dialami oleh sebagian pria disebabkan oleh beberapa penyakit yang dideritanya, seperti celiac. Selain itu, adanya kelainan hormon, infeksi, tumor dan trauma pada testis juga dianggap ikut serta dalam mempengaruhi morfologi sperma.

Mereka para penderita teratospermia dibedakan menjadi tiga kategori, yaitu kondisi ringan, kondisi sedang dan kondisi berat. Mereka yang diketahui dalam kondisi ringan pada dasarnya memiliki sperma normal, namun hanya 15% saja sperma normal yang ada didalam testisnya. Sedangkan bagi mereka penderita dalam kondisi sedang hanya memiliki 10% hingga 15% sel spermatozoa yang masih normal dan bagi mereka yang berada dalam kondisi berat hanya memiliki 10% sperma normal. Adapun bentuk sperma normal adalah memiliki bentuk oval, leher dan ekornya panjang.

Hingga saat ini para peneliti belum dapat memastikan bagaimana cara terbaik untuk bisa mengobati masalah tersebut. Ini terjadi karena akar penyebab dari permasalahan tersebut belum dapat dipastikan dan hanya anggapan berupa spekulasi yang belum tentu benar saja yang selama ini dijadikan pedoman dalam menangani pasien penderita teratospermia.

Meskipun hingga saat ini belum diketahui pengobatan yang tepat untuk mengatasi teratospermia, namun kebanyakan dokter merekomendasikan para pasiennya untuk mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung testosteron, vitamin E dan C dan anti oksida. Sejatinya, dengan proses bedah atau operasi yang dilakukan oleh para medis pun belum mampu menyembuhkan teratospermia yang dialami oleh para penderita. Oleh karenanya penting bagi para penderita teratospermia untuk mempertimbangkan metode atau cara dalam menghadapi masalah ini, adapun cara efektif untuk bisa mendapatkan seorang keturunan atau anak adalah dengan melakukan program bayi tabung.

Mungkin kebanyakan dari pasangan khususnya pada pria tidak akan setuju pasangannya menjalankan program bayi tabung. Pasalnya, sel sperma yang membuahi sel telur tersebut bukanlah milik pasangan prianya, melainkan sel sperma yang dimiliki oleh pria lain. Lagipula dalam kepercayaan tertentu program bayi tabung atau dalam bahasa inggris disebut dengan "in vitro fertilisation" merupakan salah satu larangan. Oleh karenanya, sebelum memutuskan sesuatu perkara, setidaknya Anda pun harus memikirkan sebab dan akibat dari tindakan yang akan dilakukan.

Meskipun Anda beranggapan bahwa kemandulan atau infertilitas tidak dapat disembuhkan dan hanya memiliki harapan yang cukup kecil. Namun belum tentu apa yang Anda pikirkan tersebut benar. Pasalnya, apa yang telah disarankan oleh para ahli ada benarnya juga. Mengkonsumsi banyak makanan yang mengandung jenis vitamin tertentu merupakan satu cara efektif untuk bisa memperbaiki kualitas sperma.

Sebenarnya, banyak masalah seksual yang dialami oleh sebagian orang, termasuk infertilitas. Sejatinya, masalah seksual seperti ini sudah ada sejak zaman leluhur kita. Inilah yang menjadikan alasan mengapa jamu tradisional dikenal sebagai warisan leluhur. Dulunya, banyak para leluhur kita yang memanfaatkan ekstrak herbal untuk digunakan menjadi jamu maupun obat dalam menyembuhkan berbagai macam penyakit.

SCOUNT, ini adalah sejenis obat kuat dari ekstrak herbal pilihan yang sengaja di racik dengan teknologi baru guna menyesuaikan perkembangan zaman. Obat kuat ini mampu memperbaiki kualitas sperma serta menambah jumlah sperma. Ini artinya obat kuat ini sangat cocok untuk mereka pasangan yang menginginkan kehadiran seorang anak.

Meskipun terdapat beberapa gangguan kesehatan sperma yang menjadikan kualitas sperma berkurang, namun setidaknya Anda tidak harus meresahkan hal tersebut. Karena sikap semacam itu bukan memperbaiki kondisi Anda, namun keresahan yang Anda rasakan justru akan memperburuk kondisi seksual Anda.