Terlalu Lama Bersepeda Sebabkan Gangguan Seksual Pada Wanita

Kebanyakan wanita lebih bersikap tertutup terhadap kehidupan seksualnya. Tidak heran jika beberapa wanita tiba-tiba merasa enggan dan tidak bersemangat ketika melakukan hubungan seks dengan pasangannya. Anehnya, mereka tidak mengetahui alasan yang pada akhirnya menyebabkan dirinya tidak bersemangat ketika berhubungan seks.

Mungkin bagi Anda penggemar olahraga sepeda terlebih pada kaum wanita, Anda kira bahwa bersepeda akan menjamin kesehatan dan kebugaran fisik yang mana kedua hal tersebut akan menunjang kehidupan seksual Anda. Namun sayang, baru-baru ini sontak terdengar berita yang membuat banyak kaum wanita risau, yaitu hubungan bersepeda dengan gangguan seksual. Banyak anggapan bahwa bersepeda dapat sebabkan gangguan pada wanita.

Olahraga yang terkenal dengan sebutan gowes ini diminati oleh banyak orang, khususnya wanita. Namun peringatan bagi para penggemar olahraga bersepeda, karena menurut riset terbaru yang dilakukan oleh para ahli dari Yale University mengungkapkan, bahwa wanita yang lebih sering bersepeda dengan posisi handlebar (setang) rendah terancam masalah kesehatan seksualnya.

Menurut penelitian yang dilakukan telah menjelaskan, bahwa mengendarai sepeda dengan posisi setang yang rendah seperti sepeda gunung akan menciptakan tekanan udara besar pada daerah keintiman. Ini artinya, kondisi semacam itu akan menyebabkan terjadinya mati rasa yang akan mengarah pada disfungsi seksual.

Perlu Anda ketahui, disfungsi seksual bukan merupakan kondisi yang sama dengan disfungsi ereksi yang dialami oleh sebagian kaum pria. Disfungsi ereksi merupakan salah satu jenis gangguan ereksi yang mana kondisi seperti ini lebih sering dikenal dengan sebutan impotensi. Impotensi atau disfungsi ereksi merupakan kondisi yang dapat disembuhkan.

Penggunaan obat-obatan herbal adalah salah satu cara efektif yang kebanyakan digunakan oleh mereka-mereka penderita disfungsi ereksi. MaxMan Pro dan SuperStrong Pro merupakan salah satu jenis obat kuat herbal yang dikhususkan bagi mereka penderita disfungsi ereksi. Lantas, apa yang dimaksud dengan disfungsi seksual pada wanita ?

Disfungsi seksual pada wanita merupakan ketidakberdayaan seorang wanita dapat memberikan kepuasan seksual pada pasangannya. Wanita yang mengalami disfungsi seksual akan mangalami penurunan hasrat seksual dan merasa nyeri saat sedang berhubungan seksual. Namun perlu Anda ingat, tidak semua rasa nyeri yang dirasakan oleh wanita dapat diartikan sebagai disfungsi seksual.

Menurut penelitian yang dilakukan, yang mana penelitian tersebut melibatkan 48 responden wanita yang mana wanita tersebut memiliki frekuensi tinggi dalam mengayuh sepeda, setidaknya 16 mil atau sekitar 25,5 km dalam seminggu.

Pada penelitian tersebut, para peneliti mengamati puluhan wanita dari gaya bersepedanya. Para peneliti berhasil mencatat, bahwa mayoritas gaya bersepeda yang dilakukan adalah menyandarkan berat badan ke depan dengan tangan sebagai topangannya. Kebanyakan posisi punggung mereka cenderung membentuk sudut 30 derajat ke arah depan untuk mendapatkan posisi yang lebih aerodinamis.

Menurut hasil analisa yang lebih lanjut, kebanyakan mereka pengendara sepeda khususnya wanita yang mengelu-elukan adanya bagian pinggul yang mati rasa, ternyata penyebab yang menjadikan mati rasa tersebut adalah cara berkendara sepeda yang tidak benar. “Semakin rendah posisi setang, semakin besar risiko terancam gangguan seksual”, ucap salah seorang peneliti.

Bersepeda juga tidak hanya mengancam gangguan seksual pada kaum wanita saja, ternyata penelitian lainnya juga mempresentasikan pada konferensi Reproduction and Embryology European Society bahwa aktivitas bersepeda yang terlalu lama dan dilakukan dengan cara yang tidak benar juga akan mempengaruhi gangguan seksual pada pria, terutama pada masalah ereksinya.

Kebanyakan pria yang membiasakan mengendarai sepeda hingga jarak 290 kilometer dalam satu minggu, cenderung memiliki kualitas sperma yang buruk. Kondisi sperma yang cenderung menurun kualitasnya ternyata lebih sering dijumpai pada pria-pria penggemar sepeda, pernyataan ini juga didukung oleh survei yang telah dilakukan.

Ditemukannya kualitas sperma yang buruk pada mereka-mereka yang lebih sering mengendarai sepeda diyakini bahwa hal tersebut disebabkan oleh gesekan antara testis dengan sadel sepeda saat mengayuh. Ada juga pendapat lain, yang mana turunnya kualitas sperma tersebut disebabkan karena lokalisasi panas yang terjadi akibat adanya gesekan saat mengayuh sepeda.

Pada dasarnya, bersepeda memiliki banyak manfaat bagi pelakunya. Namun, apabila aktivitas ini terlalu sering dilakukan, maka aktivitas bersepeda ini akan membahayakan kesehatan Anda, termasuk kesehatan seksual. Baik pria dan wanita, masing-masing dari mereka akan merasakan dampak buruk akibat aktivitas bersepeda yang terlalu sering. Oleh karenanya, tidak disarankan untuk melakukan olahraga ini secara berlebihan.