Susah Punya Anak, Gara-gara Sperma Kurang dari Sesendok Teh

Dalam keadaan normal, setiap ejakulasi pria mengeluarkan sperma dengan volume 2-5 ml atau setara dengan 1 sendok. Volume sperma yang kurang dari 1 sendok teh atau disebut dengan hipospermia, bisa menyebabkan pria mengalami masalah kesuburan (infertilitas).

Hipospermia adalah kondisi di mana volume air mani atau cairan sperma yang diejakulasikan kurang dari jumlah normal, yaitu sekitar 1 sendok teh (2-5 ml) setiap ejakulasi. Karena kurangnya jumlah sperma yang dibawa ke leher rahim, kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesuburan.

"Istilah hipospermia berkaitan dengan volume sperma, normalnya sekitar 1 sendok teh (2-5 ml) setiap kali ejakulasi," jelas dr Andri Wanananda, MS.

Produksi air mani rendah yang kadang dan jarang terjadi mungkin normal. Namun, jika volumenya tetap rendah dalam beberapa waktu, dan jika Anda dan pasangan mengalami masalah kesuburan, maka Anda harus mengambil pengobatan yang dapat membantu dalam memperbaiki masalah tersebut.

Berikut beberapa penyebab hipospermia, yang kami dapatkan dari berbagai sumber:

  • Tersumbatnya vesikula seminalis atau saluran ejakulasi, kadang-kadang karena varikokel (varises vena), atau kista.
  • Ejakuasi Retrograde, terjadi ketika air mani memasuki kandung kemih selama orgasme, bukan keluar dari ujung penis.
  • Infeksi tertentu
  • Kelainan atau gangguan hormonal

Jika Anda mengalami produksi air mani abnormal, dokter akan melakukan analisis air mani untuk menentukan penyebabnya. Selain meneliti volume, analisis air mani juga memeriksa sejumlah faktor lain yang menunjukkan penyebab untuk produksi rendahnya jumlah sperma, seperti tidak adanya fruktosa yang mungkin menyebabkan penyumbatan di saluran ejakulasi.

Selain jumlah sperma, yang paling penting untuk masalah kesuburan adalah jumlah sel sperma (spermatozoa). Kurangnya jumlah spermatozoa dalam cairan sperma bisa mengurangi potensi pria untuk menjadi seorang ayah.

"Dalam dunia medis dipermasalahkan hipozoospermia, artinya jumlah sel jantan (spermatozoa, bukan cairannya) berkurang, yang normalnya di atas 20 juta sel/ml. Hal ini dapat berpengaruh terhadap kesuburan," papar dr Andri, seksolog sekaligus pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanegara.

Menurutnya, penyebab hipo-zoospermia antara lain adanya gangguan di testis, epididimis (lapisan atas testis), atau tersumbatnya saluran keluarnya sperma yang dikenal sebagai varikokel.

Pengobatannya bergantung pada penyebabnya. Untuk mendapatkan hasil maksimal, Anda sebaiknya menggunakan produk herbal. Obat herbal terbuat dari bahan alami yang sangat minim efek samping berarti, sehingga aman untuk dikonsumsi.

Obat herbal penambah sperma yang sangat direkomendasikan par ahli kesehatan adalah SCOUNT. Obat ini telah digunakan ribuan pria baik dari dalam negeri maupun luar negeri dan terbukti sangat efektif dalam menambah jumlah sperma.