Sindrom Metabolik Picu Terjadinya Disfungsi Seksual

Sindrom metabolik merupakan kumpulan dari beberapa gangguan metabolisme yang pada akhirnya meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Gangguan metabolisme, kadar gula darah yang meningkat, dan kerusakan pembuluh darah adalah beberapa akibat yang terjadi karena pengaruh sindrom metabolik. Sindrom metabolik sendiri sering kali dikait-kaitkan dengan disfungsi seksual yang dialami oleh beberapa orang. Banyak orang beranggapan bahwa sindrom metabolik ini adalah faktor utama yang menyebabkan disfungsi seksual.

Benarkah bahwa sindrom metabolik picu terjadinya disfungsi seksual?

Sebelum Anda mengetahui keterkaitan antara sindrom metabolik dengan disfungsi seksual, alangkah baiknya Anda mengetahui lebih jelas tentang sindrom metabolik. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, dimana sindrom metabolik adalah sekumpulan gangguan yang secara bersamaan terjadi dan pada akhirnya kondisi tersebut akan mengakibatkan munculnya penyakit kardiovaskular.

Pada dasarnya mal fungsi seksual yang terjadi akan merujuk pada sulitnya seseorang melakukan tindakan normal ketika melakukan aktivitas seksual. Kondisi seperti ini mungkin saja bisa terjadi dan kebanyakan mereka akan merasakan sulitnya mendapatkan gairah seksual, adanya hambatan yang akan menghambat dirinya dalam mendapatkan orgasme.

Beberapa kesulitan yang terjadi tersebut dapat terjadi dan yang menjadi tersangka utamanya adalah emosional. Emosional sendiri merupakan salah satu faktor psikologi yang sering kali menghambat niatan seseorang untuk mendapatkan kesenangan seksual. Selain itu, hubungan interpersonal bisa tingkatkan resiko penyalahgunaan obat-obatan, yang mana pada akhirnya akan mempengaruhi faktor fisik atau kesehatan setiap individu. Bukan hanya itu, adanya penyakit seperti diabetes yang diakibatkan oleh sinkronisasi sindrom metabolik juga menjadi penyebab utama terjadinya disfungsi seksual yang dialami oleh beberapa orang.

Kondisi yang paten telah ditetapkan oleh para medis, dimana menurut mereka ada keterkaitan antara sindrom metabolik dengan disfungsi seksual. Keterkaitan tersebut berhubungan dengan kadar hormon testosteron dan tingkat testosteron inilah yang menjadi faktor utama hilangnya gairah seksual dan juga disfungsi ereksi (impotensi).

Perlu Anda ketahui bahwa testosteron bukan hanya mempengaruhi gairah seksual seseorang, namun testosteron didalam tubuh juga merupakan salah satu komponen yang berperan penting dalam substrat anatomi dan psikologis pada saat penis dalam kondisi ereksi. Jika Anda perhatikan lebih detail akan manfaat testosteron didalam tubuh, mungkin Anda akan tahu bahwa komponen tersebut saling bergantungan dengan komponen-komponen (fungsi organ) lainnya.

Dilihat dari segi kesehatan, andai kata setiap orang di pertengahan usianya bisa menjaga berat badan dan memperhatikan asupan gizi dari makanan yang di makannya, maka ia akan terhindar dari segala macam penyakit seperti jantung. Namun, apabila ia justru bertindak ceroboh dan tidak memperhatikan kondisi kesehatannya, kondisi ini kemungkinan besar meningkatkan risiko sindrom metabolik dan tentu saja jika hal tersebut terjadi, maka dengan sendirinya akan mempengaruhi kehidupan seksualnya.

Pada wanita, sindrom metabolik ini akan mempengaruhi ketidakmampuan dalam mendapatkan gairah seksual. Sulitnya untuk mendapatkan gairah seksual pada saat berhubungan tersebut juga akan menjalar pada kondisi lainnya. Ketidakmampuan mencapai orgasme, adanya rasa nyeri pada saat berhubungan seks dan tingkat kepuasan secara umum, ini merupakan kondisi lain yang akan didapati oleh wanita yang mengalami sindrom metabolik.

Kondisi yang telah dialami oleh wanita dalam kasus di atas merupakan bentuk dari hambatan dalam mendapatkan kesenangan seksual dan ini merupakan hal yang dikategorikan sebagai disfungsi seksual. Pada dasarnya sindrom metabolik dan disfungsi seksual lebih sering didapati pada wanita menopause. Anda pun mungkin sudah mengetahui bahwa dalam kondisi yang sudah tidak terbilang mudah (menopause), kadar hormon di dalam tubuh akan semakin berkurang. Dan, faktor hormonal inilah yang menyebabkan sindrom metabolik dan disfungsi seksual. Namun bukan hanya menopause saja yang hanya menjadi faktor utama penyebab sindrom metabolik, karena penyalahgunaan obat juga mempengaruhi terjadinya sindrom metabolik ini.

Perlu Anda ketahui, dalam mengidentifikasikan suatu masalah seksual, sudah seharusnya Anda harus memiliki bekal pengetahuan dan paham dengan alasan-alasan apa saja yang menyebabkan terjadinya masalah seksual tersebut. Faktor fisik, psikologi, penyalahgunaan obat-obatan, perubahan hormonal didalam tubuh dan lainnya adalah beberapa faktor yang menjadi akar penyebab masalah-masalah seksual seperti disfungsi seksual.

Ada catatan penting yang harus Anda garis bawahi dan perlu Anda ingat. Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa sindrom metabolik dan disfungsi seksual adalah kedua komponen yang berbeda namun berkorelasi. Bila terdeteksi diri Anda mengalami gangguan seperti sindrom metabolik atau disfungsi seksual, maka sudah seharusnya Anda mengambil langkah guna mengobatinya. Satu hal paling penting agar bisa terhindar dari sindrom metabolik adalah dengan cara menjaga berat badan, ini merupakan tindakan yang cukup mudah dan tentu saja bisa Anda capai dengan penggunaan obat.

Seperti disfungsi seksual atau hilangnya gairah seksual, kondisi ini pun juga dapat disembuhkan hanya dengan penggunaan obat. Akan tetapi penderita harus mengetahui latar belakang dan akar penyebab yang memicu timbulnya masalah seksual seperti itu. Misal saja disfungsi seksual yang terjadi disebabkan oleh sindrom metabolik, kondisi seperti ini tentu dapat disembuhkan dengan penggunaan MaxMan Pro.

Pada dasarnya sindrom metabolik terjadi karena adanya ketidakseimbangan kolesterol didalam tubuh yang pada akhirnya menyebabkan gangguan kesehatan. Kandungan zat alami yang terkandung didalam MaxMan Pro mampu menyeimbangkan kolesterol didalam tubuh dan bagi mereka penderita diabetes, obat kuat ini mampu mengurangi kadar gula darah didalam tubuh. Ini artinya para pengguna obat kuat ini akan mendapatkan dua manfaat sekaligus dan secara berangsur penyakit diabetes yang dideritanya pun akan sembuh.

Kehadiran masalah seksual memang tidak dapat dihindarkan, namun tentu saja seseorang bisa meminimalisirnya sebelum masalah tersebut menjalar pada organ lainnya dan memperburuk kondisi. Seperti kasus sindrom metabolik, dalam kondisi seperti ini sudah seharusnya penderita memiliki kesadaran diri untuk segera mengobati gangguan kesehatan yang diderita, karena ini adalah tindakan pencegahan yang cukup efektif untuk menghindarkannya dari kondisi buruk.