Sering Bercinta Menyebabkan Kanker Prostat?

Banyak ilmuwan yang bertanya-tanya tentang pengaruh aktivitas seks dengan kanker prostat. Dalam beberapa dekade terakhir, banyak penelitian dalam skala besar yang dilakukan untuk menyelidiki hubungan antara frekuensi seks dan kanker prostat. Tentang hasilnya, masih belum ditemukan bukti yang kuat. Karena dalam penelitian ini dibutuhkan waktu yang lama untuk melihat apakah aktifitas seks masa sekaranng berdampak pada kesehatan prostat di masa depan.

Kebanyakan teori yang diungkapkan adalah pria yang sering berhubungan seks lebih mungkin untuk menimbulkan infeksi seksual yang berdampak pada kerusakan prostat. Infeksi seksual bisa menyebabkan peradangan dan kerusakan pada organ reproduksi sehingga menimbulkan kanker prostat. Dengan demikian, pria yang memiliki intensitas seks yang tinggi beresiko tinggi untuk terkena infeksi seksual yang mungkin akan berdampak pada kesehatan prostat.

Teori lain menyebutkan bahwa kanker prostat berhubungan dengan tingginya kadar hormon pria. Beberapa ilmuwan percaya bahwa pria yang memiliki dorongan seks yang lebih kuat akan menyebabkan peningkatan hormon testosteron yang dapat dihubungkan dengan kanker prostat.

Namun, terlepas dari semua teori di atas, ada teori lain yang menyebutkan bahwa lebih sering ejakulasi dapat membantu pria melindungi diri dari kanker prostat. Sebuah studi dengan sampel 30.000 orang yang dilakukan selama 8 tahun melaporkan bahwa orang-orang yang melakukan ejakulasi lebih dari 21 kali per bulan, memiliki resiko lebih rendah terkena kanker dibanding pria yang berejakulasi 4-7 kali per bulan selama hidup mereka.

Selain itu, ada teori lain yang mendukung teori ini. Pria yang sering ejakulasi dapat mengurangi peradangan yang terkait dengan kanker. Karena ejakulasi membantu membersihkan saluran uretra pria dari zat-zat yang menginfeksi penyebab kanker prostat.

Menjaga Organ Vital

Intinya adalah  tidak ada teori yang diterima secara universal saat ini mengenai hubungan antara kanker prostat dan aktivitas seksual. Meskipun  penelitian tentang hal ini akan terus dilakukan di masa depan. Apapun itu, mencegah terjadinya kanker adalah lebih baik daripada mengobati. Selalu menjaga kebersihan dan kesehatan organ reproduksi adalah cara yang tepat untuk mencegah terjadinya kanker prostat.