Roda Kehidupan

Manusia diciptakan oleh Tuhan dan diturunkan dibumi ini dengan tujuan menjadi pemimpin, terkadang dalam perjalanan hidupnya pasang surut dan bergelombang. Tentu kita semua mengalaminya, Semua harus dilakukan dengan optimis.

Kodrat manusia memang beribadah kepada sang kholiq tak terkecuali bersyukur menikmati karunia yang dilimpahkan Allah dialam ini. Tetapi nikmat yang telah diberikan, banyak orang yang tak mampu mensykurinya. Pangkat, derajat, keluarga dan bahkan harta yang melimpah ruah kalau tidak berkah akan dilaknat.

Ketika tak punya apa-apa tetapi santun, beristiqomah melakukan kebaikan dalam hidupnya,  kemudian karena kesantunannya kepintarannya diangkat derajatnya oleh warga menjadi amir. Setahun, dua tahun, lima tahun dan sepuluh tahun berjalan hidupnya penuh berkah, tak terkecuali amaliyahnya. bersedekah menyantuni yatim piatu kaum lemah dibelanya dan diperjuangkan hidupnya tak pernah berbuat dholim dalam hidupnya, keluarganya sakinah, anak sholeh sholikhah. Suatu ketika Allah  menaikkan derajat kemulyaannya, dia diuji dengan dihadapkan pilihan hidupnya.

Yang pertama diuji kesehatan dalam keluarganya, Allah memberikan cobaan diberikan sakit hati, lalu dia berusaha mencari jalan untuk menyembuhkannya dan sembuh. Yang kedua diuji diambil anggota keluarganya yang paling dicintai yaitu istri dan anak pertamanya meninggal dalam kecelakaan.

Dalam ujian yang kedua dia beranggapan hidup ini sudah tak ada gunanya lagi, kebahagiaan sudah tak nampak lagi di tempat tinggalnya. Putus asa dan berserah diri kepada sang kholiq "dan mengadukan nasibnya kepada-Nya, "Ya Robb, harta jabatan ini sesungguhnya untuk siapa," seketika itu dia mendapatkan jawabannya yaitu untuk semua makhluk di dunia ini.

Disuatu hari dia berpergian dengan mengendarai mobilnya dan melihat lingkungan desa tempat tinggalnya yang dulu hijau rimbun tetapi ketika dilihatnya saat itu sudah tak ada lagi pepohonan yang seperti di lihat ketika masa kecilnya, dan Allah membuka mengetuk batinnya lalu ia menangis melihat pemandangan yang rusak itu. Lalu dia pulang dan berfikir apa yang harus dilakukan dan apa dibalik semua ini.

Seketika itu dia berniat melepaskan jabatannya dan menggunakan hartanya untuk menanam pepohonan yang beraneka macam di desanya yang diperkirakan 1000 hektar mulailah ditanami tanaman yang berkhasiat sebagai obat dan dalam kurun waktu 6 tahun berhasil dengan dibantu warga, jabatan dilepas hartanyapun habis untuk menanam.

Kini sudah tak punya harta yang berlimpah lagi, si bapak yang memasuki usia 65 tahun berfikir lagi karena melihat warga desanya yang banyak pengangguran. kemudian berfikirlah menciptakan lapangan pekerjaan membuat pupuk organik dan Obat herbal. Berjalan 7 bulan sudah menampakkan hasilnya. Dan hasilnya untuk bekal disisa tuanya untuk berbuat baik pada sesama hingga akhir hayatnya dan dikenang warganya sebagai bapak yang arif dan bijak.