Inilah Yang Menyebabkan Nyeri Pada Testis

Nyeri testis memiliki banyak penyebab, beberapa di antaranya merupakan keadaan darurat bedah(operasi) yang memerlukan perhatian medis segera untuk menyelamatkan testis yang terkena.

Trauma

Trauma pada testis sering menghasilkan rasa sakit yang hebat. Nyeri akan terasa langsung ke skortum. Biasanya akan terasa sangat menyakitkan atau kadang hanya sakit sementara. Sebagian besar kasus cedera testis (85%) disebabkan oleh trauma tumpul (cedera olahraga, tendangan langsung atau pukulan, kecelakaan mobil, atau cedera straddle).

Ini dapat menyebabkan memar atau pembengkakan skrotum dan testis. Kadang-kadang, trauma pada testis dapat menyebabkan cedera yang lebih signifikan yang mungkin memerlukan operasi darurat.

Torsi Testis

Torsi testis adalah keadaan darurat bedah. Hal ini terjadi ketika testis melintir/memutar ke dalam skrotum, baik secara spontan atau kurang umum, sebagai akibat dari trauma langsung. Ketika testis memutar, pembuluh darah yang terkandung dalam korda spermatika juga memutar mengarah ke gangguan aliran darah ke testis yang terkena.

  • Karena darah mengandung oksigen, dan testis membutuhkan oksigen untuk tetap berfungsi, jika testis memutar maka akan mematikan testis secara fungsional. Artinya, testis tidak dapat bekerja secara normal.

  • Torsi dapat terjadi pada semua usia, tetapi paling sering terjadi pada beberapa bulan pertama kehidupan (bayi baru lahir) dan anak laki-laki antara usia 12-18 tahun.

  • Torsi sering terjadi pada pria yang memiliki anomali yang mempengaruhi lampiran normal testis ke dinding skrotum (disebut sebagai deformitas bell-clapper). Banyak dari orang-orang ini memiliki kelainan yang sama terjadi di kedua testis.

Epididimitis

Epididymitis (radang epididimis) yang paling sering disebabkan oleh infeksi. Ini adalah penyebab paling umum nyeri testis pada pria lebih tua dari 18 tahun, meskipun juga dapat terjadi pada prepubertal individu dan orang tua.

Pada pria yang aktif secara seksual, penyebab paling umum dari epididimitis adalah penyakit menular seksual (PMS) seperti gonore atau klamidia.

Pria yang lebih tua dan lebih muda juga bisa mendapatkan epididimitis, sering kali karena kelainan pada genitourinari sistem. Pada pria yang lebih tua, pembesaran kelenjar prostat merupakan penyebab umum.

Torsi dari Apendiks Testis

Ini adalah penyebab umum nyeri testis pada anak anak-anak hingga remaja, dengan sebagian besar kasus terjadi antara usia 7 dan 14 tahun.

Apendiks testis dan apendiks epididimis pada dasarnya jaringan tak berfungsi yang tersisa dari perkembangan embrio manusia. Seperti pada torsi testis, yang memutar dari struktur ini dapat menyebabkan gangguan aliran darah, yang menyebabkan jumlah yang bervariasi dari nyeri testis.

Penyebab kurang umum lainnya

  1. Inguinal hernia: Kondisi ini terjadi ketika bagian dari usus menonjol melalui defek otot di daerah selangkangan dan menyimpang ke dalam skrotum. Hal ini dapat menyebabkan pembengkakan skrotum dan ketidaknyamanan testis.
  2. Orchitis (peradangan testis): kondisi peradangan testis umumnya terjadi karena adanya proses infeksi. Hal ini kadang-kadang ditemukan bersama dengan epididimitis (epididymo-orchitis), terutama ketika epididimitis telah diobati selama beberapa hari. Sebagian besar kasus orchitis yang disebabkan oleh infeksi virus gondok, meskipun virus lain dan organisme bakteri juga bisa menyebabkannya.
  3. Tumor testis: Tumor jarang menyebabkan nyeri testis. Hal ini penting untuk melakukan pemeriksaan testis secara teratur untuk mencari adanya benjolan atau kelebihan berat yang tak biasa pada testis. Sebagai deteksi dini, biasanya dokter meningkatkan prognosis untuk kanker testis.
  4. Batu ginjal: Rasa sakit dari batu ginjal kadang-kadang dapat menyebar ke daerah testis.
  5. Infeksi: Apendisitis, misalnya, merupakan penyebab yang jarang dari nyeri testis.