Merokok Berpengaruh pada Kenikmatan Libido?

Bagi perokok, merokok sungguh nikmat, tapi tahukah Anda bahwa merokok dapat berpengaruh pada libido? Tapi pada umumnya mereka beranggapan bahwa merokok hanya berdampak pada gangguan pernapasan, bau mulut dan keringat. Sehingga jika mereka tidak batuk dan tidak sesak napas, mereka masih tetap merokok. Padahal efek samping dari merokok tidak melulu berdampak pada saluran pernapasan si pemakai, namun berdampak pada pasangan Anda.

Pasien yang mengalami kanker, antara lain kanker lidah, kanker usus besar, kanker paru atau kanker pankreas akan menyesali, kenapa? Karena mereka menderita kanker setelah merokok. Rasanya cerita dampak buruk rokok pada kita tidak terbatas, semau gejala atau penyakit tampaknya bisa juga terjadi karena kebiasaan merokok.

Bau rokok dapat menyengat pada orang didekat Anda. Kenikmatan bercumbu harus disertai dengan bau harum, karena mampu meningkatkan libido pasangan Anda. Jangan sampai karena bau rokok yang tak sedap itu membuat pasangan Anda terpaksa menerimanya, sehingga ketika bercinta pasangan anda akan merasakan keterpaksaan, hal inilah dampak dari merokok.

Kelembutan dan kasih sayang jika anda perokok tentu mengurangi respon pasangan Anda. Ketika bercumbu tentu pasangan Anda meresponnya dengan setengah hati. Kemesraan yang Anda bangun bisa saja dianggap usaha yang tak sempurna karena bau rokok. Apalagi ketika hendak bercinta dengan pasangan Anda, tentu usaha yang anda lakukan lebih ekstra dibandingkan anda sebelum bercinta tidak merokok.

Bandingkan sendiri bagaimana respon pasangan Anda ketika selesai merokok kemudian melakukan itu dengan ketika anda tidak merokok sebelum bercinta, tentu sangat berbeda nikmatnya. Ketika Anda tidak merokok suasana bercinta, wauuuu............ menakjubkan nikmatnya. Karena cumbuan, kecupan, belaian dan lumatan dibalas dengan penuh kenikmatan bukan keterpaksaan. Kenikmatan dalam bercinta berdampak langsung pada keharmonisan hubungan Anda.

Faktor-faktor yang menghambat fungsi seksual yang normal

Nikotin membatasi aliran darah, yang menghambat gairah seksual. Aliran darah ke labia, klitoris dan Mrs. V kurang mantap, yang memiliki efek yang merugikan pada gairah dan kepekaan. Merokok juga menyebabkan penurunan kesuburan. Wanita hamil yang merokok dapat menghadapi masalah-masalah seperti kelahiran prematur, ketuban pecah dini, plasenta previa, keguguran dan kematian neonatal.