Mitos Dan Fakta Tentang Seks

Mitos dan Fakta Tentang Seks -  Sering kali kita dengar tentang seks dan tidak segan juga untuk membahasnya. Namun tidak semua orang mengerti dengan seks secara benar, meskipun mereka menjadi pelaku seks itu sendiri. Ada beberapa hal yang belum kita ketahui tentang seks, salah satunya adalah sebagai berikut :

  • Kematangan seks seseorang - Kematangan fungsi seksual antara pria dan wanita tidak sama, banyak mitos bahwa pria mengalami kematangan seks dalam usia kira kira 20 tahun, sedangkan wanita pada usia 30 tahun, sebenarnya kematangan seksual seseorang tergantung pada individu masing-masing. Dari itu kenalilah diri anda terlebih dahulu .juga dibutuhkan pemahaman dan tenggang rasa di antara pasangan agar seimbang.
  • Kemampuan seks seseorang - Banyak yang percaya jika bertambahnya tua seseorang kemampuan seks seseorang akan menurun, padahal ini belum tentu benar, dari hasil survei ternyata menurunya kemampuan seks seseorang di karenakan gaya hidup mereka yang tidak sehat. seperti stres, merokok, kurang olahraga , dan juga banyak mengonsumsi alkohol. Hal inilah yang sebenarnya mempengaruhi menurunya kemampuan seks seseorang, jika anda memiliki pola gaya hidup yang sehat hal tersebut bisa tidak terjadi pada diri anda.
  • Seks itu membosankan - Jika seseorang telah berumah tangga dalam waktu yang cukup lama ,pandangan anda pasti jika melakukan hubungan seks itu suatu hal yang membosankan. Padahal pandangan yang seperti ini tidak benar, coba perhatikan perubahan apa yang terjadi pada diri Anda setelah Anda melakukan hubungan seks dengan pasangan. Hal yang terjadi adalah Anda semakin dekat dengan si dia secara emosional dan hal itu bukanlah sesuatu yang membosankan.

Berhubungan badan atau melakukan seks bagi yang sudah berkeluarga adalah suatu kebutuhan yang harus di penuhi. Hubungan seks bisa membuat pasangan menjadi lebih intim, lebih harmonis dalam berumah tangga , juga bermanfaat bagi kesehatan.

Mitos Tentang Seks yang Sering Beredar di Masyarakat

Namun banyak juga orang yang salah mengartikan dan memperyai mitos-mitos yang beredar di kalangan masyarakat. Lebih parahnya mereka juga tidak begitu tahu tentang seks secara benar. Cobalah bersifat kritis dalam menanggapi hal yang demikian. Inilah beberapa mitos yang di percayai masyarakat :

1. Ukuran Mr.P yang menentukan kepuasan

Tidak sedikit orang yang beranggapan jika ukuran Mr.P seseorang besar, maka wanitanya akan puas dan lebih hebat seks nya, tetapi faktanya banyak wanita yang memilih pria yang bisa tahan lama ketimbang yang punya ukuran besar.wanita juga lebih suka yang ereksinya keras pastinya tahan lama.

2. Tidak berdarah tidak perawan

Banyak kalangan pria yang beranggapan jika pada saat pertama melakukan hubungan seks tidak berdarah, maka si wanita tidak perawan.ini adalah kepercayan bagi orang yang tidak mengerti seks yang sebenarnya .faktanya ada beberapa wanita yang selaput daranya elastis, jadi ketika melakukan hubungan seks tidak akan robek dan berdarah. Robeknya selaput dara juga tidak melulu karena kemasukan benda tumpul,terjatuh, olahraga yang extreme juga bisa membuat selaput dara sobek.

3. Orang tua impotensi

Impotensi bukanlah penyakit orang tua saja, banyak juga para anak muda mengalami impotensi dan ejakulasi dini, walaupun banyak yang di sebabkan oleh faktor psikologis, pria tua juga bisa Ereksi keras dan tahan lama di bandingkan anak muda, jika pola hidup yang sehat dan psikisnya baik.

4. Seks punya anak muda

Banyak yang percaya Seiring bertambahnya usia maka kemampuan seks akan menurun, padahal faktanya hubungan seks adalah faktor penting bagi kesehatan fisik dan psikologis manusia.

5. Harus berahir dengan orgasme

Nah mitos yang satu ini lebih di percayai oleh kaum wanita, makanya banyak wanita yang fake orgasme. Seks tidak harus melulu dengan orgasme dan ejakulasi, keintiman dalam berhubungan seks itulah yang jauh lebih penting daripada seks itu sendiri.

Itulah beberapa mitos tentang seks yang di percayai oleh beberapa klangan masyarakat, setiap negara dan daerah memiliki mitos yang berbeda, sampai mana masyaakat mempercayainya itu tergantung dari pendidikan dan kesejahteraan masyarakat itu. Sebaiknya bersifat kritis dalam menanggapi hal tersebut, pelajarilah terlebih dahulu sebelum mempercayainya.