Mengapa Merokok Dapat Menyebabkan Impotensi?

Semakin banyak asap rokok yang Anda hisap, semakin tinggi risiko Anda mengalami impotensi.

Seperti yang kita ketahui, merokok dapat meningatkan risiko berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi, dan berbagai macam kanker. Selain itu merokok juga dapat menyebabkan masalah seksual seperti impotensi atau disfungsi ereksi. Seorang penulis majalah kesehatan terkemuka WebMD Health News, Jeanie Lerche Davis, mengatakan “jika Anda ingin merokok dikamar tidur, berhentilah merokok”. Maksud dari perkataan Jeanie, jika Anda ingin berhubungan seks yang sehat dan memuaskan, maka berhentilah merokok.

Berbagai penelitian telah membuktikan bahwa merokok secara signifikan dapat menyebabkan impotensi. Sebuah penelitian besar tentang dampak merokok sebagai faktor yang penyebab impotensi dilaporkan dalam konferensi tahunan American Heart Association on Cardiovascular Disease Epidemiology and Prevention yang diadakan di Miami, Maret 2003 yang lalu.

"Ini bukan studi pertama yang meneliti hubungan antara merokok dan impotensi," kata peneliti Jiang He, MD, PhD, seorang ahli epidemiologi di Tulane University School of Public Health dan Tropical Medicine di New Orleans.Dalam studi tersebut juga menemukan hubungan antara merokok dengan kondisi medis lain yang juga dapat menyebabkan impotensi. Misalnya, merokok erat kaitannya dengan penyebab penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker dan berbagai penyakit kardivaskular lainnya yang tentu dapat menyebabkan impotensi. Inilah yang menjadikan rokok sebagai faktor utama yang menyebabkan impotensi.

Merokok adalah kegiatan menghisap asap yang mengandung zat-zat berbahaya. Zat-zat tersebut dapat masuk dan mengalir bersama darah. Jika zat-zat rokok dalam pembuluh darah terlalu banyak, maka akan menimbulkan plak dalam arteri. Plak yang terus tumbuh dan semakin banyak membuat pembuluh arteri mengeras, kondisi ini disebut aterosklerosis. Mengerasnya pembuluh darah menghambat aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk aliran darah yang dibutuhkan penis untuk ereksi. Inilah yang menyebabkan impotensi.

Dalam studi ini, peneliti memeriksa data dari 4.764 pria Cina yang berusia rata-rata 47 tahun. Semua pria tersebut diperintahkan untuk menyelesaikan survei kesehatan. Mereka juga diberi pertanyaan-pertanyaan yang di antaranya adalah tentang riwayat merokok dan kualitas hubungan seksual.

Dari penelitian dan wawancara, peneliti memeberi kesimpulan sebagai berikut:

  • Pria yang merokok lebih dari 20 batang sehari memiliki risiko 60% lebih tinggi mengalami impotensi, dibandingkan dengan pria yang tidak pernah merokok.
  • Pria yang merokok kurang dari 20 batang perhari memiliki 30% lebih tinggi risiko impotensi.
  • 15% pria yang pernah menjadi pecandu rokok dan sudah berhenti telah mengalami impotensi.
  • Di antara pria yang tidak pernah merokok, hanya 12% yang memiliki masalah ereksi.

Ini alasan lain bagi perokok untuk menghentikan kebiasaan tersebut, kata Robert O. Bonow, MD, presiden AHA, dalam sebuah wawancara berita. Mantan perokok yang memiliki impotensi akan lebih mudah disembuhkan daripada impotensi pada pecandu rokok. Jika Anda tidak ingin mengalami impotensi, berhentilah merokok. Namun jika Anda tidak mau berhenti merokok, berarti Anda mengaharapkan impotensi menyerang Anda.

Anda Belum Terlambat

Jika Anda telah merasakan tanda-tanda impotensi atau bahkan memang dalam masa perjuangan untuk menyembuhkan impotensi Anda, jangan cemas. Anda bisa memakai salah satu produk kami yang sengaja dikususkan untuk menyembuhkan impotensi baik ringan maupun berat.