Merencanakan Kehamilan Saat Masih Menyusui

Pasca melahirkan dan sedang menyusui Anda ingin hamil lagi, apakah bisa? Mungkin memiliki keturunan adalah impian semua orang dan ini adalah tujuan dari pernikahan, namun untuk memiliki banyak keturunan terkadang bukanlah sesuatu yang ideal bagi seseorang. Bukan maksud dan tujuan saya mengarahkan Anda untuk memperbanyak keturunan, mengingat biaya hidup yang semakin meningkat sehingga pengeluaran setiap bulannya yang harus Anda keluarkan juga semakin banyak jika Anda mempunyai tambahan keturunan.

Disini saya hanya akan memberikan ulasan tentang perencanaan kehamilan pasca seorang wanita melahirkan dan menyusui seorang balita, karena sering kali muncul pertanyaan “apa bisa wanita hamil lagi dalam kondisi masih menyusui ?” dimana karena keterbatasan informasi tentang kasus tersebut maka banyak jawaban-jawaban ngawur yang dilontarkan oleh seseorang, sehingga hal ini mengakibatkan kebingungan.

Ketika seseorang wanita bertanya “saya ingin hamil lagi, namun saat ini kondisi saya masih menyusui balita yang saya lahirkan, apa bisa ?” Banyak orang berpendapat bahwa dengan menyusui, maka hal tersebut merupakan cara terbaik untuk mencegah terjadinya kehamilan. Namun, apakah wanita yang sedang hamil masih bisa menyusui anak yang sudah dilahirkannya?

Mengkutip pembicaraan atau dialog yang dilakukan oleh para ahli, secara menyusui akan membuat seorang wanita menjadi kurang subur, namun perlu diketahui, ini bukan berarti ia infertil (tidak subur). Sehingga dari kasus tersebut, mungkin saja seorang wanita bisa hamil ketika ia masih dalam kondisi menyusui balita yang sudah dilahirkannya.

Penyebab utama yang menyebabkan seorang wanita mengalami masa kesuburan yang buruk adalah karena adanya hormon prolaktin yang digunakan untuk merangsang keluarnya Air Susu Ibu (ASI) pada tubuh seorang wanita, kondisi seperti ini juga diketahui dapat mencegah terjadinya pelepasan sel telur, sehingga sangat jarang ditemui wanita yang hamil lagi pada masa menyusui.

Kondisi ini juga dapat dilihat pada masa amenore atau menstruasi, karena pada umumnya seorang wanita yang menyusui balitanya tidak akan mengalami masa menstruasi. Mungkin untuk mengetahui lebih lanjut mengenai laktasi ini, Anda dapat berkonsultasi dengan ahli konsultasi laktasi, dimana ahli konsultasi laktasi telah mengembangkan metode amenore laktasi (LAM).

Perlu Anda ketahui, meskipun seorang wanita tidak mengalami menstruasi ketika masih dalam masa menyusui, namun tetap saja wanita akan melepaskan sel telur setelah ia melahirkan dan sebelum mendapatkan menstruasi untuk pertama kalinya. Kondisi ini biasanya tidak diketahui oleh seorang wanita, bahwa dirinya tengah mengalami masa ovulasi selama hampir beberapa minggu kemudian.

Biasanya seorang wanita yang menyusui balitanya secara rutin yang dilakukan pada pagi, siang dan malam hari, maka wanita tersebut membutuhkan waktu yang sedikit agak lama untuk kembali menstruasi. Dari kondisi tersebut, dapat disimpulkan oleh para ahli bahwa semakin lama seorang wanita menyusui balita yang dilahirkannya, maka akan semakin lama pula ia akan mendapatkan masa menstruasinya kembali.

Dalam sebuah studi yang tidak melibatkan wanita yang sedang menyusi, dimana balitanya tersebut sudah menerima asupan makanan padat atau meminum susu formula. Melibatkan puluhan wanita dan diantara 1 hingga puluhan wanita menyatakan dirinya hamil pada saat menyusui secara rutin, dengan syarat ketika melakukan hubungan intim tidak menggunakan alat kontrasepsi atau pelindung.

Meskipun jarang ditemukan wanita yang hamil ketika pasca melahirkan dan menyusui balita, namun ada kemungkinan kehamilan tersebut terjadi. Oleh karena itu, disarankan bagi wanita yang sedang manyusui dan ingin menghindari kehamilan berikutnya, alangkah baiknya mempergunakan alat kontrasepsi atau alat pengontrol kehamilan.

Atau Anda juga dapat mencegah kehamilan tersebut dengan cara berejakulasi diluar dinding vagina dan ini hanya dapat dilakukan oleh pasangan pria Anda. Namun, mengingat bahwa kenikmatan dalam hubungan itim adalah suatu kesenangan yang intens, sehingga siapa saja akan merasakan sensasi yang puncak, dimana hal ini mengakibatkan pasangan pria lepas kontrol sehingga akan sulit untuk berejakulasi di luar dinding vagina.

Butuh ketenangan agar seorang pria mampu mengontrol dirinya agar ereksi yang didapatkannya ketika berhubunan intim bisa lebih lama. Namun sayang tidak semua pria mampu mempertahankan dirinya untuk mendapatkan ereksi yang lebih lama. KLIK DISINI untuk mendapatkan berbagai macam solusi pria perkasa termasuk mempertahankan ereksi agar lebih lama, sehingga Anda mendapatkan kontrol penuh ketika sedang berhubungan intim.