Menjaga Kemesraan dalam Bercinta

Saling mencintai dan mengasihi antara kedua pasangan perlu diikuti oleh sikap saling membina dan menjaga keharmonisan dalam bercinta, dan juga menjadikan masalah yang berhubungan dengan kebutuhan seks dan permasalalahan lainnya yang mungkin terjadi harus di diskusikan dengan terbuka diantara calon pasangan atupun sepasang pasangan perkawinan. Dengan demikian, hal-hal tersebut akan membuat kedua pasangan melangkah mantap dalam kebersamaannya sekarang dan selamanya.

Untuk membiasakan kebiasaan berdiskusi ini, bisa sambil meliaht acara televisi, menggunakan media laptop, atau buku bacaan yang mengungkap tentang masalah kesehatan reproduksi dan gangguan seksual yang sederhana namun dapat di pertanggungjawabkan secara ilmiah.

Aspek rekreatif hubungan seksual juga menuntut pasangan untuk mengenali kondisi fisik pasangannya secara rinci dan tahu dimana letak daerah sensitif pasangannya. Saling menerima secara total kekurangan dan kelebihan sangat berperan dalam meraih aspek ini. Dengan dasar penerimaan tersebut maka pasangan akan merasa percaya diri dan diterima dengan tulus apa adanya oleh pasangannya. Perasaan malu, sungkan, gamang akan menjadi sirna, sehingga ekspresi pribadi dalam bercinta tercipta secara total, yang disertai oleh pemuasan kebutuhan untuk menikmati diri, untuk mencintai dan dicintai, serta berbagi cinta.

Egoisme lenyap, yang ada saling memberi dan diberi. Keterikatan emosional penuh cinta dan kasih menjadi erat dan kepekaan perasaan terhadap pasangan pun semakin tinggi. Ungkapan nonverbal bahkan verbal yang terkait dengan kehidupan seksual menjadi sinyal yang bermakna bagi keberlangsungan periodik dan relasi seksual secara hakiki dari usia muda sampai kakek nenek. Dengan sikap seksual yang positif, apa pun masalah seksual yang dihadapi dalam perkawinan menjadi mudah dicarikan solusinya.

Dengan landasan sikap seksual yang positif pula, pasangan perkawinan akan memperoleh kesepakatan dalam frekuensi bercinta, posisi dalam bercinta, jenis permainanya, dan cara-cara khusus dalam merangsang area peka erotik dari masing-masing pasangan, sehingga keduanya merasakan perangsangan erotik yang optimal yang memicu orgasme bersama.

Kebersamaan tanpa pretensi ini akan mengembangkan kreativitas dalam hal cara serta posisi bercinta yang menyenangkan kedua belah pihak. Dengan demikian kejenuhan reaksi seksual dapat dihindari, sehingga ketertarikan psikoseksual antar kedua pasangan pun terjaga kelanggengannya dan meningkatkan kadar kepekaan pemahaman sinyal-sinyal verbal dan nonverbal terhadap kebutuhan masing-masing yang berhubungan dengan kepuasan dorongan biologisnya. Kondisi tersebut membuat pasangan mampu menikmati aspek rekreatif dalam bercinta sambil menghayati relaksasi psikofisik yang optimal, sehingga perasaan membahagiakan kebersamaan dengan pasangan tercapai pula.

Hal lain yang perlu dipahami adalah bahwa relasi kasih yang terjalin dalam keseharian, perhatian personal pada pasangan dan sentuhan-sentuhan serta pelukan dalam keseharian, atau kejutan-kejutan kecil sebagai wujud perhatian personal terhadap pasangannya ikut membawa kesiapan kedua pasangan untuk menjalin gairah seksual yang hangat di saat yang tepat. Kondisi ketenangan batin positif yang tercipta oleh kiat-kiat praktis yang dilakukan antar kedua pasangan tersebut memberikan efek ketenangan yang optimal bagi aspek kebutuhan dan kewajiban seksualitas.

Tidak jarang kewajiban dan kebutuhan seksualitas dalam ikatan perkawinan pun dapat terintegrasi secara halus dan mulus. Kelanjutan kebahagiaan bagi pasangan serta kebahagiaan hakiki perkawinan pun menjadi masa depan yang menjanjikan.

Tak jarang pula kondisi kesehatan acapkali terganggu karena faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya seperti kondisi yang kurang optimal dapat mempengaruhi hubungan seksual. Ketika mengalami  gangguan seksual seperti ejakulasi dini perlu dicari pemecahannya bersama. Bagaimana cara mengatasi ejakulasi perlu difokuskan agar gangguan seksual ini dapat teratasi dengan tepat, sehingga hubungan bercinta dan keharmonisan dapat terjalin antara kedua pasangan.