Menelisik Hubungan Antara Diabetes Dan Disfungsi Ereksi

Tentunya setiap pria tidak ingin mengalami ganggan kesehatan seksual yang disebut dengan impotensi atau disfungsi ereksi. Hal tersebut karena berkaitan erat dengan hasrat alamiah setiap pria yaitu melakukan hubungan intim dengan istri. Orang rela mekukan berbagai terapi dan rela membeli berbagai macam obat kuat agar penisnya bisa tegang dan keras karena sebegitu pentingnya fungsi ereksi pada pria.

Disfungsi ereksi adalah gangguan pada alat kelamin yang berupa hilangnya kemampuan untuk mempertahankan ereksi pada penisnya. Ketika seorang pria mengalami hal itu maka untuk sesegera mungkin agar diatasi karena bila tak segera untuk diatasi maka akan memperparah keadaan dari disfungsi ereksi tersebut.

Berbagai penyebab bisa menjadi faktor timbulnya disfungsi ereksi, salah satunya adalah penyakit kronis yang diderita seperti diabetes. Dari sekian banyak komplikasi diabetes, salah satu yang paling ditakuti oleh kaum pria adalah resiko impotensi. Kadar gula yang tidak terkontrol akan tertimbun dan akan menghambat laju peredaran yang menuju ke penis.

Pria yang mengalami impotensi maka akan mengalami gangguan pada saraf. Gangguan tersebut menyebabkan sensitivitas penis berkurang, selain itu mengalami gangguan pada sistem saraf juga akan mengalami gangguan pembuluh darah yang membuat aliran darah ke organ ini terhambat. Untuk ereksi, tentunya dibutuhkan aliran darah yang cukup. Namun demikian, tidak semua pria diabetes mengalami impotensi karena diabetesnya secara langsung. Sebagian lagi karena mengalami depresi akibat penyakit tersebut dan secara psikologis mempengaruhi gairah seksual maupun kepercayaan dirinya.

Resiko impotensi pada pria diabetes memang cukup mengkhawatirkan. Menurut dr Tri Juli Edi Tarigan, SpPD dari RS Cipto Mangunkusumo, 30-40 persen pria yang mengidap diabetes lama kelamaan akan mengalami gangguan yang membuat Mr P tidak bisa berdiri ini. "Impoten yang terjadi tergantung dari lamanya diabetes, makin lama makin besar juga kemungkinannya," kata dr TJ, demikian ia biasa disapa.

Tidak semua kasus impotensi disebabkan oleh diabetes. Praktisi kesehatan dari RS Cipto Mangunkusumo, dr Ari Fahrial Syam, SpPD, FINASIM mengatakan harus ada pemeriksaan gula darah untuk memastikan penyebab impotensi. "Kalau dia impoten terus gula darahnya tinggi bisa karena faktor diabetes," ujarnya.

Diabetes Dan Hubungannya Dengan Disfungsi Ereksi

Dr. Goldstein dan dr. Young menerangkan bahwa lebih dari 50% pria penderita diabetes mengalami disfungsi ereksi dalam 10 tahun setelah pertama kali didiagnosa menderita diabetes. Pernyataan tersebut dimuat di jurnal kedokteran Diabetes Care edisi 26 tahun 2003. Bukti ini memperkuat pernyataan dr. Young yang memberikan presentasi di 7th Asian Congress of Sexology di November 2002, Singapura dimana beliau mengatakan bahwa kemungkinan seorang penderita diabetes untuk menderita disfungsi ereksi adalah 3 kali lebih besar dibandingkan mereka yang tidak memiliki kencing manis.

Neuropathic adalah penyebab utama dari timbulnya masalah disfungsi ereksi. Pengertian dari Neuropathic itu sendiri adalah kerusakan pada saluran parasimpatik penis yang mengakibatkan relaksasi pada arteri helicina tidak dapat terjadi. Hal ini menyebabkan saluran darah dalam penis tidak lancar sehingga penis tidak dapat membesar.

Neuropathic terjadi secara perlahan-lahan dan akan menyebabkan kerusakan secara bertahap hingga akhirnya menimbulkan kerusakan total pada penis. Jika sampai terjadi kerusakan total, maka penderita harus melakukan terapi dan pengobatan secara rutin dan seterusnya selama hidup. Karena jika tidak dilakukan pengobatan terus menerus, disfungsi ereksi akan mengganggu kehidupan sehari-hari dan bisa memicu depresi.

Neuropathic berjalan searah dengan disfungsi ereksi. Awalnya, ereksi akan tetap terjadi, pria dewasa akan tetap bisa berhubungan seksual, tetap normal seperti biasa. Namun lambat laun, ereksi tidak akan sempurna, penis tidak bisa mengeras seperti seharusnya saat sehat.

Proses neuropathic sendiri terjadi pada keadaan yang berbeda-beda antara satu pria dengan pria lainnya. Ada orang yang langsung menunjukkan gangguan ereksi akibat neuropathic, namun bagi orang-orang tertentu dengan kondisi badan lebih kuat akan lebih bisa mentolerir kenaikan kadar gula darah dalam tubuh.

Perbedaan tersebut muncul karena perbedaan stamina setiap pria. Namun tentunya, orang yang lebih bisa menjaga makanannya, melakukan aktivitas olahraga secara teratur, cek up kadar gula darah secara rutin tentu akan lebih dini mengetahui jika ada gangguan pada fungsi seksualnya. Sehingga jika lebih dini diketahui, pengobatan bisa selekasnya dilakukan sebelum kondisi semakin parah. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, otot-otot pada penis masih dapat mentolerir diabetes mellitus hingga kadar gula darahnya 200 mg/ml. Pada kondisi ini, neuropathic tidak terjadi dan ereksi masih dapat terjadi.

Jika kadar gula darah naik hingga menjadi 400 mg/ml, akan terjadi disfungsi ereksi yang secara mendadak menyerang. Ini diakibatkan oleh adanya kerusakan endotel pada sinusoid. Berdasarkan penjelasan tersebut, bisa disimpulkan bahwa disfungsi ereksi ini dapat terjadi melalui 2 cara, yang pertama secara perlahan-lahan dan dapat juga terjadi seketika begitu saja.

Pada disfungsi ereksi karena neuropathic, disfungsi ereksi terjadi secara perlahan-lahan dengan efek sedikit demi sedikit meningkat hingga akhirnya otot-otot penis benar-benar tidak dapat berfungsi. Neuropathic memiliki karakter persisten, sehingga menyebabkan disfungsi ereksi ini tidak bisa dihindari oleh kaum pria muda yang terserang neuropathic.
Berbeda dengan neuropathic, disfungsi ereksi akibat permasalahan endotel tidak bersifat persisten. Pada kondisi ini, kadar gula darah dapat naik tinggi namun pada kondisi tertentu akan kembali normal seperti sedia kala. Karena endotel tidak memiliki karakter persisten seperti neuropathic.

Ketika kadar gula darah naik, neuropathic akan terjadi dan endotel dapat mengalami kerusakan permanen sehingga disfungsi ereksi benar-benar tidak bisa dihindari. Jika hal ini terjadi, disfungsi ereksi akan sulit diatasi. Walaupun disfungsi ereksi atau disfungsi seksual bisa diobati, namun pasien akan selamanya tergantung pada terapi dan obat-obatan tersebut.

Namun sebaiknya bagi penderita disfungsi ereksi tidak perlu cemas dahulu, karena kini sudah banyak sekali obat-obat herbal alami yang memang dikhususkan untuk penderita disfungsi ereksi akibat diabetes. Salah satunya ialah obat herbal KuatPria Pro.

KuatPria Pro adalah obat kuat khusus pria diabetes yang sangat efektif membantu mengatasi masalah seksual yang disebabkan oleh penyakit diabetes. KuatPria Pro juga dilengkapi manfaat ganda dalam mengobati masalah seksual seperti meningkatkan gairah seksual, meningkatkan kualitas sperma, dan meningkatkan kinerja seksual Anda, sehingga Anda bisa bertahan lebih lama di ranjang.

Semua bahan yang digunakan dalam produk ini adalah 100% alami tanpa campuran bahan kimia apapun. Sehingga KuatPria Pro aman dikonsumsi secara rutin dan tanpa efek samping apapun. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal konsumsilah KuatPria Pro secara teratur.

Untuk mengetahui detail produk serta aturan penggunaan silakan klik laman obat kuat khusus pria diabetes silakan kliklink dibagian kanan halaman ini. Jangan sampai stamina terpatahkan oleh diabetes yang dapat sangat mengganggu kesehatan reproduksi setiap pria. Puaskanlah hasrat bercinta istri karena istri kepuasan istri adalah prioritas bagi setiap pria.

Silakan baca juga artikel terkait berikut ini:

Salam sehat dengan herbal!