Ketika Masalah Tidur Mempengaruhi Kehidupan Seks Anda

Kurang tidur dapat mendatangkan malapetaka pada seks, hubungan, dan kehidupan sosial Anda.

“Banyak orang yang tidak bisa tidur, tidak bisa tidur lagi dengan pasangan mereka”, menurut survei yang dilakukan di Sleep Centers di University of Pennsylvania.

"Orang-orang yang mengalami kesulitan tidur sering mendapatkan masalah yang rumit,” kata Phil Gehrman, PhD, CBSM, asisten profesor psikiatri dan direktur klinis dari program Behavioral Sleep Medicine di University of Pennsylvania di Philadelphia. "Mereka menjadi sangat sensitif terhadap apa saja yang mereka anggap mungkin mengancam tidur mereka. Dan salah satu hal yang dapat mengganggu tidur adalah pasangan tidur meraka."

Sayangnya, tidur ditempat terpisah dengan pasangan adalah pertanda buruk bagi pernikahan. Dan jika ini dibiarkan, akan mempengaruhi keharmonisan keluarga, pekerjaan, seks, dan kehidupan sosial.

Dalam artikel ini saya akan membahas bagaimana masalah tidur dapat mempengaruhi kehidupan seks Anda.

Tidak Bisa Tidur, Tidak Ada Seks

Gangguan tidur dan kurang tidur kronis dapat berakibat pada kehidupan seks Anda. Gehrman dan Allison T. Siebern, PhD, dua orang ilmuwan di Program Insomnia dan Behavioral Sleep Medicine di Stanford University Sleep Medicine Center, mengatakan bahwa pria dan wanita yang kurang tidur cenderung memilki masalah seks. "Kurang tidur dapat menyebabkan energi rendah, kelelahan, dan mengantuk," kata Siebern. "Hal ini dapat mempengaruhi libido dan menurunkan gairah seks."

Robert Thayer, PhD, seorang profesor psikologi di California State University di Long Beach dan juga peneliti suasana hati, percaya bahwa kombinasi energi rendah dan peningkatan ketegangan yang disebabkan oleh kurang tidur, kondisi yang disebut tense tiredness, bisa juga menyebabkan disfungsi seksual (disfungsi ereksi pada pria).
"Orang yang mengalami tense tiredness sulit untuk rileks," kata Thayer."Ketegangan dan kecemasan dapat menyebabkan disfungsi seksual dan akan semakin buruk seiring menurunnya tingkat energi.

Sleep Apnea Menurunkan Libido Pria

Pria dengan obstruktif sleep apnea (OSA) akan mengalami penurunan gairah seksual. OSA adalah kesulitan bernafas selama tidur. Sleep apnea dikaitkan dengan penurunan kadar testosteron pada beberapa pria. Sebuah studi tahun 2002 pada bebearapa pria di Laboratorium Sleep Technion di Israel menemukan bahwa hampir setengah dari mereka yang menderita sleep apnea parah juga mengalami penurunan abnormal sekresi hormon testosteron pada malam hari (saat di mana sleep apnea terjadi). Dengan sedikitnya hormon testosteron, maka menurun pula libido pria.

Kurang Tidur Dapat Menghancurkan Keharmonisan Anda dan Pasangan

Kurang tidur dapat membuat Anda bertengkar dan kurang mampu mengatasi permasalahan Anda. "Pasien dengan gangguan tidur sering melaporkan perubahan mood seperti peningkatan iritabilitas atau frustrasi," kata Siebern. "Ini bisa berdampak buruk pada interaksi mereka dengan pasangan, anak, dan teman-temannya."

Kurang tidur juga dapat menyebabkan stres dan depresi, terutama jika Anda sedang menghadapi permasalahan yang belum usai, beban di kepala Anda akan semakin terasa berat. Stres, emosi, dan depresi dapat menyebabkan disfungsi ereksi dan hilangnya gairah seksual pada pria. Masalah seksual dapat memperburuk keharmonisan Anda dan pasangan. Ditambah Anda stres karena kesulitan untuk relaksasi akibat insomnia.

Kurangnya Tidur Membuat Anda Kurang Responsif Terhadap Rangsangan Seksual

Kurang tidur mengganggu perhatian, kewaspadaan, konsentrasi, memori, penalaran, pemecahan masalah, dan waktu respon. Dengan kata lain, hal itu dapat mendatangkan malapetaka pada kinerja dan komunikasi. Respon terhadap rangsangan seksual juga akan menurun drastis bahkan hilang sama sekali. Jika Anda stres karena masalah tertentu, Anda tidak akan bergairah untuk menjamah pasangan Anda, meski telah mendapat cukup rangsangan seksual.

Tidur memang berpegaruh pada kehidupan Anda, termasuk kehidupan seks. Mengalami ganguan tidur atau kekurangan tidur menyebabkan kecemasan, kehilangan libido, dan kehilangan minat melakukan seks. Jika ini terus terjadi, maka akan membuat Anda stres dan depresi. Seperti yang kita tahu, masalah psikologis seperti stres dan depresi dapat menyebabkan disfungsi ereksi atau impotensi. Dan parahnya lagi, masalah seksual dapat memperburuk kondisi psikologis Anda.

Penelitian terbaru memang menemukan bahwa masalah psikologis juga dapat menyebabkan disfungsi ereksi atau impotensi pada pria. Seiring berkembangnya teknologi, sekarang juga telah ditemukan formula herbal yang dipercaya mampu mengatasi masalah seksual karena masalah psikologis, silahkan klik obat kuat untuk pria depresi dan stres.