Kolesterol Menyebabkan Air Mani Encer

Studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Human Reproduction, yang menyamakan lemak jenuh dengan "junk food", dan mengklaim bahwa makan itu mengurangi jumlah sperma pria dan mengakibatkan air mani/cairan sperma encer. Studi tersebut juga didukung para peneliti dari Harvard Medical School di Boston, yang menyurvei 99 orang tentang diet mereka. Tujuan dari penelitian adalah melihat pengaruh asupan lemak secara keseluruhan pada jumlah sperma dan konsentrasi sperma.

Mereka menyimpulkan bahwa orang-orang yang lebih banyak mengkonsumsi lemak memiliki jumlah sperma 43 persen lebih rendah, dan 38 persen konsentrasi sperma lebih rendah, dibandingkan pria yang tidak atau jarang mengkonsumsi lemak. Dan penyebab utama yang paling signifikan adalah mengendapnya lemak buruk dalam pembuluh darah. Plak yang berasal dari konsentrasi lemak jenuh yang mengendap, akhirnya mengeras dan menghambat darah untuk mengalir. Seperti organ tubuh lain, organ reproduksi membutuhkan nutrisi untuk menjalankan fungsinya. Misalnya, testis membutuhkan nutrisi dari darah untuk memproduski sperma.

Risiko kolesterol terhadap penurunan jumlah sperma semakin meningkat pada orang dengan kelebihan berat badan atau obesitas. Jelas sistem kardiovaskular akan semakin buruk pada pria obesitas.

Studi ini tidak membedakan antara jenis lemak yang dikonsumsi dan dari apa jenis makanan berasal, faktor penting lain yang harus diurai ketika melihat konsumsi lemak dan kesehatan secara keseluruhan.

Kolesterol dan Obesitas Menyebabkan Mani Encer

Sebuah studi 2010 yang diterbitkan dalam jurnal Fertility and Sterility, menyatakan bahwa kelebihan berat badan atau obesitas seorang pria, kemungkinan besar mengalami penurunan jumlah sperma, sehingga air mani tampak encer saat diejakulasikan.

Dengan kata lain, kualitas sperma yang lebih tinggi tergantung pada jumlah lemak yang menjadi otot. Olahraga atau latihan akan membakar lemak dan menjadikannya energi. Darah juga akan lancar dan prduksi sperma juga normal.

Para ahli mengklaim bahwa lemak jenuh bertanggung jawab atas penuruan sperma berkualitas. Tidak ada kategori tunggal dari lemak jenuh yang mempengaruhi. Dengan kata lain, komposisi berbagai lemak jenuh-lah yang mempengaruhi jumlah dan konsentrasi sperma sehingga sperma yang dihasilkan encer.