Kenali Tanda-Tanda Kecanduan Seksual

Aktivitas seksual adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan manusia dan telah menjadi hal yang wajar bagi manusia sebagai makhluk biologis. Tetapi, jika hasrat seksual terkadang datang dengan begitu kuat dan menjadi lebih dominan daripada aktivitas apapun tentu akan sangat mengganggu dalam kehidupan Anda. Jika Anda mengalami hal seperti ini, bisa saja Anda mengalami perilaku seks kompulsif (compulsive sexual behaviour/ CSB).

Ada beberapa istilah medis untuk menamai kondisi perilaku seks kompulsif antara lain hiperseks, nymphomania, erotamania, dan maniak seks. Namun, untuk istilah maniak seks biasanya merujuk pada aktivitas seksual yang tinggi bersamaan dengan penggunaan alkohol, narkotika dan perjudian.

Perilaku seks kompulsif biasanya digolongkan sebagai suatu kelainan yang terjadi pada seseorang karena tidak mampu mengendalikan impuls atau dorongan seksual dalam dirinya. Akibat dari kelainan ini, seseorang tidak mampu mengendalikan dorongan seks sehingga melakukan tindakan seksual yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Perilaku seks kompulsif adalah masalah serius yang dapat mengancam kesehatan seseorang. Namun, dengan terapi dan pengobatan tertentu perilaku ini bisa dikendalikan dan disembuhkan.

Gejala Seks Kompulsif

Secara umum gejala perilaku seks kompulsif dapat dikenali dari perilaku berikut ini :

  • Sering berganti pasangan seks dengan orang-orang di luar perkawinan yang sah
  • Sering melakukan hubungan seks dengan orang yang baru dikenal atau lewat jasa prostitusi
  • Menghindari keterlibatan emosional dalam hubungan seksual
  • Masturbasi dengan tingkat frekuensi tinggi
  • Mengumbar aktivitas seksual dengan menggunakan layanan komersial (telepon atau internet)
  • Sering menonton video porno atau membuka situs pornografi
  • Melakukan hubungan seks yang bersifat masokisme atau sadisme
  • Mengekspos atau memamerkan seksualitas kepada umum (ekshibisionisme)

Perilaku seks kompulsif umumnya terjadi sebagai pelarian dari suatu masalah yang sedang dihadapi seseorang misalnya kesepian, stres, cemas dan sebagainya. Para pelaku seks kompulsif juga cenderung mengabaikan resiko yang timbul dari perbuatannya misalnya gangguan jantung, penyakit menular seksual, atau putusnya hubungan dengan pasangan yang sah.

Penyebab Seks Kompulsif

Para ahli belum dapat menyimpulkan apa penyebab utama perilaku seks kompulsif. Namun, menurut penelitian yang ada beberapa kondisi berikut bisa memicu munculnya perilaku seks kompulsif :

  • Abnormalitas otak. Penyakit tertentu seperti multiple sclerosis, epilepsi, dan demensia dapat menimbulkan kerusakan pada otak yang akan mempengaruhi perilaku seksual. Selain itu, pengobatan penyakit parkinson dengan dopamine juga dapat memicu perilaku seks kompulsif.
  • Adanya senyawa kimia di otak. Senyawa kimia seperti serotonin, dopamin, norepinephrine yang membawa pesan antar sel otak (neurotransmiter) berperan penting dalam memicu hasrat seksual. Tapi, belum ada bukti bahwa senyawa ini berpengaruh pada perilaku seks kompulsif.
  • Hormon Androgen. Hormon seks ini secara alami terdapat pada pria dan wanita. Meskipun androgen juga memiliki peran yang sangat penting dalam memicu hasrat atau dorongan seks, tapi belum jelas apakah hormon ini berkaitan langsung dengan perilaku seks kompulsif.
  • Perubahan sirkuit saraf otak. Beberapa ahli membuat teori bahwa perilaku seks kompulsif adalah sebuah jenis kecanduan yang seiring waktu menimbulkan perubahan para sirkuit syaraf otak. Sirkuit ini merupakan jaringan syaraf yang menjadi sarana komunikasi antara satu sel dan sel lain dalam otak. Perubahan ini dapat menimbulkan reaksi psikologis menyenangkan saat terlibat dalam perilaku seks dan reaksi tidak menyenangkan ketika perilaku itu berhenti.

Perilaku seks kompulsif adalah jenis kelainan seksual yang sangat berpengaruh pada kehidupan. Maka dari itu, penderita kelainan ini harus segera memerikasakan diri ke dokter atau terapis untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.