Kebiasaan Menonton Film Porno Menyebabkan Disfungsi Ereksi

Bagaimana tanggapan Anda dengan menonton film porno? Batasan-batasan seperti apa yang harus diperhatikan dengan menonton film porno? Ternyata, kecanduan film porno menjadikan seseorang tidak bisa menerima rangsangan seks kecuali harus nonton film porno.

Ketika menginjak usia remaja, biasanya seseorang akan dihadapkan dengan masa-masa pubertas. Pada masa-masa pubertas ini, biasanya seseorang akan mengalami perubahan bentuk fisik. Umumnya, tanda-tanda keremajan pria akan diawali dengan mimpi basah. Sedangkan bagi remaja wanita, mereka akan dihadapkan dengan masa menstruasi dan mengalami perubahan fisik pada daerah dadanya.

Biasanya, ketika dihadapkan dengan masa pubertas, setiap remaja akan memiliki rasa penasaran dengan seks. Kondisi seperti ini akan menutup jalan pemikirannya, maka takhayal jika banyak remaja yang melakukan tindak asusila, baik pelecehan seksual terhadap lawan jenisnya dan lain sebagainnya.

Tingginya tingkat penasaran yang dirasakan oleh seseorang terkadang akan membuat dirinya mencari suatu hal untuk menjadi sumber penasaran tersebut. Apabila seks yang menjadi sumber penasarannya tersebut, maka kemungkinan besar seseorang akan mencari suatu hal yang berhubungan dengan seks.

Menonton film porno, ini merupakan salah satu perilaku yang kebanyakan dilakukan oleh remaja karena tingginya tingkat penasaran terhadap seks. Dalam fase ini, para remaja, khususnya pria biasanya akan selalu menonton adegan-adegan panas yang diperankan oleh bintang film porno sembari memvisualisasikan dirinya seolah-olah sedang melakukan hubungan seks dengan lawan jenisnya.

Peringatan bagi para remaja, khususnya pria yang memiliki kebiasaan menonton film porno. Kebiasaan seperti ini akan berpotensi menganggu fungsi seksualnya dikemudian hari. Tidak ada larangan menonton film prono, namun setidaknya harus mengetahui batasannya.

Lagipula menonton film porno bisa saja diartikan sebagai tindakan yang positif apabila menganggap bahwa tindakan tersebut merupakan salah satu tindakan yang mendidik.

Film porno merupakan salah satu hiburan yang mengandung edukasi, dimana seks edukasi diperlukan oleh masing-masing orang agar mampu melangsungkan hubungan seks dengan benar dan mengetahui hal-hal apa saja yang akan memperburuk kesehatan seksual seseorang. Namun, tingginya frekuensi menonton film porno merupakan tindakan yang tidak baik untuk dijadikan sebagai suatu kebiasaan, selain itu kepercayaan tertentu juga menganggap bahwa tindakan tersebut merupakan zina mata.

“Menonton film porno akan menyebabkan gangguan ereksi (disfungsi ereksi) secara tidak langsung”, ungkap Lim Huat Chye, yang mana ia merupakan seorang dokter urolog dari Rumah sakit Gleneagles.

Kebiasaan menonton film porno terkadang memicu timbulnya berbagai macam tindakan lainnya. Masturbasi adalah bentuk tindakan yang sering kali dilakukan oleh kebanyaka pria guna mendapatkan kesenangan seks. Tanpa disadari, ketika menonton film porno otak kita akan menerima rangsangan sehingga memungkinkan terjadinya ereksi.

Ketika seseorang menonton aksi panas yang diperagakan oleh bintang film porno, maka dengan sendirinya pikiran kita akan memvisualisasikan kondisi layaknya yang diperagakan oleh bintang porno tersebut, kondisi seperti ini akan mengakibatkan penis mencapai ereksi. Kuatnya ereksi yang terjadi, sudah tak dipungkiri lagi, pada keadaan seperti itu seseorang akan melakukan rangsangan yang lebih kuat lagi (onani), dan tentunya sudah bisa dipastikan ia mencapai klimaks ditandai dengan keluarnya sperma. Jika kondisi seperti ini terjadi secara terus menerus, maka lambat laun seseorang akan kesulitan mendapatkan kepuasaan saat berhubungan seks.

Merupakan hal yang wajar jika seseorang tertarik dengan film porno, namun apabila hal tersebut dijadikan kebiasaan guna mendapatkan kesenangan seksual, maka hal tersebut akan memperlemah ereksi penis pria. Disfungsi ereksi yang merupakan gangguan fungsi seksual yang dialami oleh pria ini sering kali terjadi karena terlalu banyak penis menerima rangsangan.

Meskipun tidak melakukan aktivitas seperti pada umumnya, tindakan menonton film porno guna mendapatkan rangsangan agar penis ereksi merupakan jenis tindakan yang akan memperburuk kesehatan penis. Secara berturut-turut penis akan dipaksakan untuk berereksi, apabila hal ini dijadikan sebagai kebiasaan, maka kegiatan tersebut akan membuat ereksi menjadi lemah dan pada akhirnya akan memicu terjadinya disfungsi ereksi.

Dr. Lim yang merupakan salah seorang dokter pernah menjumpai pasiennya yang menderita gangguan fungsi seksual (impotensi) yang disebabkan oleh tingginya frekuensi menonton film porno. “Empat sampai lima pasien yang datang kepada saya mengatakan bahwa gangguan fungsi seksual yang dialaminya tersebut dikarenakan terlalu sering menonton film porno”, kata Dr. Lim.

Apa yang diucapkan oleh dokter tersebut benar, karena apa yang dilakukan oleh pasiennya tersebut memungkinkan dirinya mengalami kelelahan dini, menderita insomnia dan hilangnya konsentrasi. Apa yang disebutkan itu merupakan faktor yang dapat menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi.

Perlu Anda ketahui bahwa stimulasi seksual terbagi menjadi dua, yaitu stimulasi fisik dan stimulasi mental. Stimulasi fisik merupakan jenis stimulasi yang timbul akibat sentuhan dan lain sebagainnya yang berhubungan dengan kontak fisik seseorang. Sedangkan stimulasi mental merupakan rangsangan akibat proses kimiawi di dalam otak, sebagai contoh adalah bervisualisasi seakan-akan Anda sedang berhubungan seks dengan lawan jenis Anda ketika mononton film porno.

Ketika terjadi rangsangan, baik itu rangsangan berupa fisik ataupun mental, maka dengan sendirinya otak akan memerintahkan tubuh untuk bersiap melakukan aktivitas seks. Umumnya, jika hal ini dialami oleh remaja atau pria yang belum menikah, maka tindakan yang tepat untuk mendapatkan kesenangan seksual tersebut adalah dengan masturbasi.

Akibat adanya perintah dari otak, maka tubuh kita dengan sendirinya ingin melakukan segala tindakan yang bisa mendapatkan kesenangan seksual dan kondisi seperti inilah yang akan menjadikan gangguan fungsi seksual apabila tindakan ini dijadikan menjadi suatu kebiasaan.

Memang, yang menyebabkan terjadinya gangguan fungsi seksual bukanlah hanya karena stimulasi mental. Namun, berbagai macam stimulasi fisik layaknya masturbasi juga akan menyebabkan terjadinya disfungsi ereksi, akan tetapi stimulasi fisik tidak pernah akan terjadi apabila stimulasi mental tidak dilakukan. Oleh karenanya, bertindak menjaga kesehatan seksual adalah salah satu tindakan yang harus dilakukan untuk bisa menjamin kehidupan seksual yang lebih baik.

Andai kata hal tersebut sudah terjadi dalam hidup Anda sehingga menjadikan fungsi seksual Anda mengalami kelemahan, maka Anda harus bergegas mencari alternatif penyembuhan yang tepat. Apabila dikutip dari pengalaman pria pada artikel di atas, disfungsi ereksi yang terjadi adalah karena faktor psikologi. Kondisi seperti ini sudah dialami oleh banyak pria dan alternatif penyembuhannya pun juga sudah banyak di pasarkan secara masal.

Sebut saja Obat Kuat Natural Gain, ini merupakan kapsul herbal yang sengaja di pasarkan secara masal untuk mencukupi kebutuhan para pria yang mengidap gangguan fungsi seksualnya. Obat kuat jenis ini terbuat dari bahan-bahan herbal pilihan yang dulunya nenek moyang kita sering mempergunakannya untuk dijadikan menjadi berbagai macam obat, salah satunya adalah obat disfungsi ereksi.

Film porno memang akan mengajarkan kita semua bagaimana cara melakukan hubungan seks yang benar, namun banyak para produser film porno yang dengan sengaja membuat adegan ekstrim dalam film yang diproduksinya. Aksi-aksi ekstrim atau keras dalam melakukan hubungan seks merupakan tindakan yang tidak sepatutnya di peragakan, karena ini semua akan membahayakan organ fungsi seksual seseorang. Oleh karenanya, jika hanya diartikan sebagai bentuk pendidikan seksual saja menonton film porno diperbolehkan, akan tetapi jika perilaku tersebut dijadikan kebiasaan, maka Anda harus bersedia menerima resikonya.