Beberapa Jenis Lubricant/Pelumas Untuk Kenikmatan Bercinta

Cobalah Pelumas agar Wanita Anda Orgasme Lebih Nikmat

Ketika Anda merasa sudah cukup melakukan feroplay dan wanita Anda telah minta untuk penetrasi, tapi vaginanya terlalu kering apa yang Anda perbuat selanjutnya? Tentunya jika Anda memaksa untuk penetrasi akan terasa tidak nyaman. Mungkin jika Anda mengalami hal yang seperti ini Anda akan membasahi penis Anda dengan air atau dengan air liur dan Anda bisa nyaman dengan itu. Namun, jika Anda menggunakan pelumas/lubricant maka tidak hanya nyaman, namun akan lebih nikmat dan membuat wanita Anda orgasme yang lebih dahsyat.

Mengapa Anda membutuhkan pelumas?

Menurut skema normal, vagina wanita terdiri dari beberapa pelumasan atau kelembaban. Produksi ini meningkat secara signifikan ketika seorang wanita terangsang atau ketika otak mengantisipasi seks. Di sisi lain, kekeringan vagina dapat menyebabkan gesekan sangat tidak nyaman saat berhubungan seks. Bahkan, kekeringan vagina adalah alasan paling umum untuk  nyeri saat berhubungan seks pada perempuan. Ketika terjadi semacam ini, maka diperlukan pellumasan dari luar atau pelumasan buatan. Pada dasarnya, pelumas/lubricant yang dijual di pasaran dapat dikategorikan menjadi tiga kategori - pelumas/lubricant berbahan dasar air, berbahan dasar minyak dan pelumas/lubricant berbahan dasar silikon. Mereka semua memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Beberapa Jenis Lubricant/Pelumas

Harap tahu!!! Banyak orang menggunakan benda-benda sehari-hari sebagai pelumas/lubricant saat berhubungan seks, seperti menggunakan hand body. Namun harap diingat, bahwa kebanyakan pelumas/lubricant itu adalah berbahan dasar minyak dan akan bereaksi merusak kondom lateks.

1. pelumas/lubricant berbahan dasar air

pelumas/lubricant berbahan dasar air adalah pelumas/lubricant yang sangat cocok untuk digunakan sebagai pelumas/lubricant vagina, pelumas/lubricant ini sangat halus, licin dan tidak menimbulkan kotor atau noda pada pakaian atau alas tidur. Biasanya akan hilang sendiri dan tanpa bekas setelah mengering, dan tentunya tidak merusak semua jenis kondom termasuk lateks. Namun kelamahannya adalah karena berbahan dasa air, maka cepat kering dan jika berlangsung lama, perlu dioleskan lagi dan lagi.

2. Pelumas/lubricant berbasis silikon

Seperti pelumas/lubricant yang berbasis air, pelumas/lubricant berbasis silikon juga kompatibel dengan kondom lateks. Kelebihannya dibanding yang berbasis air adalah cenderung lebih tebal dan cenderung bertahan jauh lebih lama sehingga Anda tidak harus terus mengoleskan agi dan lagi. Namu kelemahannya adalah akan menjadi lebih kotor dan berantakan dan tentunya lebih menimbulkan noda. Pelumas/lubricant silikon sangatt sulit untuk lepas dan efektif bekerja di bawah air. Namun, jika Anda memutuskan untuk membeli yang berbahan dasar silikon harus memilih produk-produk yang telah terbukti bagus, karena banyak dari mereka dicampur gliserin yang dapat menyebabkan infeksi jamur.

3. Pelumas/lubricant berbahan dasar minyak

Sebagaimana saya singgung diatas, pelumas/lubricant berbahan dasar minyak akan merusak kondom lateks. Sayangnya, ini adalah pelumas/lubricant yang cenderung digunakan banyak orang karena mereka terlalu takut / malu / malas untuk pergi ke apotek atau membeli online.

Dari keterangan yang saya berikan, sekarang Anda bisa menentukan sendiri pelumasa mana yang akan Anda pilih untuk, dan ucapkan selamat tinggal gesekan tidak nyaman saat berhubungan seks selamanya!