Jangan Berhubungan Seks Dulu Jika Anda Mengalami Hal Ini!

Berhubungan seks harusnya menjadi ritual rutin yang dilakukan pasangan suami istri sebagai salah satu cara untuk menjaga keharmonisan rumah tangga. Tetapi, tak semua kondisi memungkinkan pasangan melakukan hubungan seks.

"Sebenarnya, berhubungan seks pasangan suami istri dilakukan saat tubuh dalam kondisi fit dan psikis tidak sedang stres. Selain itu, dibutuhkan juga keinginan dari dua belah pihak untuk berhubungan seks," terang seksolog dari Universitas Tarumanegara, dr Andri Wanananda MS.

Berikut ini beberapa kondisi yang membuat Anda sebaiknya menunda dulu keinginan untuk bercinta akibat bahaya kesehatan yang kemungkinan bisa ditimbulkan:

1. Saat wanita mengalami keputihan

Saat mengalami keputihan, carian vagina umumnya disertai bau, berwarna kekuningan, kehijauan, keabuan, menjadi lebih kental dan dapat disertai rasa gatal. Bahkan, bisa terdapat rasa nyeri saat berhubungan seks atau terdapat bercak darah.

"Hubungan intim ketika istri sedang mengalami keputihan (fluor-albus) seharusnya tidak Anda lakukan. Karena akan mengakibatkan iritasi, peradangan, dan infeksi pada isteri dan atau suami," jelas dr Andri.

2. Saat Penis Terluka

Jika penis terluka akibat pelumasan vagina yang kurang maksimal sehingga rongga vagina terasa sempit, dr Andri menyarankan jangan berhubungan seks dulu. "Bisa dioleskan antiseptik pada penis dan disarankan berkonsultasi ke dokter jika luka tak kunjung sembuh. Ini sangat penting, karena tidak jarang, penyakit kencing manis bisa membuat luka sukar sembuh, bahkan bisa jadi ulkus atau borok," tambah dr Andri.

3. Keluar Cairan Cokelat dan Bau dari Vagina

Keluarnya cairan dari vagina, berwarna kecokelatan dan berbau tidak sedap, menurut dr Andri dapat menjadi petunjuk terjadinya infeksi dan peradangan rongga vagina dan mulut rahim.

"Jika Anda mengalami hal ini, sementara hindari dulu hubungan seks dengan suami. Bila tidak diobati akan mengganggu kenyamanan hubungan seks serta proses terjadinya kehamilan," kata dr Andri.

4. Haid belum bersih

dr Andri menegaskan sebaiknya jangan melakukan hubungan seks saat haid belum bersih. Saat haid belum bersih, pembuluh darah vagina masih terbuka. Gerakan-gerakan penis saat penetrasi bisa memicu terjadinya gelembung udara.

Gelembung udara ini bila menyelinap masuk ke dalam saluran darah akan menimbulkan emboli atau sumbatan pembuluh darah akibat gelembung udara. Jika emboli terbawa aliran darah menuju jantung, maka mengakibatkan tersumbatnya pembuluh darah di jantung (Arteri Coronaria).

5. Kulit Penis Tipis

Keadaan kulit penis yang tipis diungkapkan dr Eddy Karta SpKK dapat terjadi akibat kulit kering karena iritasi berulang. Sehingga, mudah robek saat berhubungan seks.

6. Saat Wanita Hamil Muda

"Seharusnya pada kehamilan trimester pertama (3-4 bulan pertama) tidak melakukan semua aktivitas seksual yang bisa menimbulkan orgasme. Apalagi wanita yang pernah mengalami keguguran berulang kali sebelumnya," tutur dr Andri.

Ini karena, ketika wanita mencapai orgasme, terjadi gerakan-gerakan rahim yang seolah mencengkeram yang bisa memicu keguguran. Bagi wanita yang tidak pernah mengalami keguguran, hubungan intim sesudah trimester pertama relatif aman. Tapi tidak dengan posisi seks yang dapat membebani perut wanita yang tengah mengandung.