Inilah Bahaya Hamil Diusia Remaja

Seorang wanita yang masih berada di usia remaja belum seharusnya mengalami kehamilan. Apalagi mereka tentu belum tahu hal apa saja yang harus dilakukan ketika hamil, sehingga kesehatan janin tidak diperhatikan. Tidak hanya itu, dengan hamil saat remaja sebenarnya kesehatan mereka juga terancam.

"Angka kematian maternal (ibu) kita naik dari yang tahun 90-an mencapai 300-an, pada tahun 2012 menjadi 359, padahal target kita 100-an," kata dr Detty Siti Nurdiati, MPH., PhD, SpOG(K) dalam Seminar All About Kehamilan Remaja di Fakultas Kedokteran UGM.

Kematian ibu adalah masalah yang biasa dihadapi remaja wanita yang 'terjebak' dalam kehamilan. Biasanya karena abortus atau pengguguran kandungan dengan metode yang tidak aman. Bahkan berdasarkan catatan SDKI (2012), jumlahnya mencapai 13%.

Apa lagi pengaruh kehamilan remaja bagi si ibu muda? "Kebutuhan nutrisi dan suplemen seperti zat besi dan asam folat tidak terpenuhi secara optimal. Rendahnya nutrisi itu akan berdampak ke kebutuhan nutrisi pada bayi juga. Inilah yang kemudian menimbulkan risiko keguguran maupun abortus," Jelas dokter kandungan yang berpraktik di RSUP Dr Sardjito Yogyakarta tersebut.

Dampak lain yang digarisbawahi oleh dr Detty adalah terkait dengan metode persalinan.

"Pinggul remaja cenderung masih berkembang sehingga ketika melahirkan bayinya sulit lewat. Akibatnya, persalinan jadi macet atau tidak maju dan harus dioperasi. Kalau dipaksakan, robekan jalan lahir dapat melebar sampai anus," kata dr Detty.

Pada akhirnya robekan jalan lahir tadi berakibat pada gangguan lain seperti susah menahan buang air kecil, bahkan buang air besar lewat vagina, hingga risiko infeksi panggul yang bisa menjalar sampai ke indung telur dan mengakibatkan si pasien tak bisa punya anak lagi.

Dalam kesempatan yang sama, dr Mei Neni Sitaresmi, PhD., SpA(K) juga menambahkan ibu remaja belum siap untuk merawat anak dan tak dapat memberikan stimulasi.

"Kalau belum bisa memberikan ASI, bayinya rentan terkena gangguan pertumbuhan atau mudah infeksi. Dan kalau tidak dapat menstimulasi, anak bisa tumbuh dengan gangguan bicara atau memperburuk gejala autis yang mungkin sudah ada," jelasnya.

Sedangkan untuk dampak psikisnya, psikolog dari UGM, Dra Yayi Suryo Prabandari, MSc, PhD., mengatakan remaja yang hamil biasanya mengalami tekanan emosional, seperti malu, depresi, dan kemungkinan besar tak bisa melanjutkan sekolah.