Hipogonadisme Mempengaruhi Kehidupan Seksual Pria

Kebanyakan pria menganggap bahwa gangguan seksual seperti ejakulasi dini dan disfungsi ereksi saja yang dapat mempengaruhi kehidupan seksualnya. Peringatan bagi para pria untuk tidak menganggap remeh gangguan seksual selain ejakulasi dini dan disfungsi ereksi. Pasalnya, terdapat salah satu gangguan seksual pada pria yang mana gangguan seksual ini diyakini akan mempengaruhi jalannya kehidupan seksualnya. Hipogonadisme, ini merupakan gangguan seksual yang dialami oleh pria, dimana testis tidak dapat memproduksi hormon testosteron sebagaimana umumnya. Hipogonadisme merupakan gangguan seksual yang dialami oleh pria sejak masih berada didalam perut, sebelum masuk masa puber dan saat masuk pada usia dewasa.

Pada dasarnya hipogonadisme dibagi menjadi dua jenis, hipogonadisme primer dan hipogonadisme sekunder. Hipogonadisme skunder merupakan kondisi yang mana testis mengalami kelainan, dimana testis hanya bisa memproduksi kadar testosteron dengan jumlah yang rendah dan bersamaan pada waktu itu, hormon gonadotropik akan meningkat jumlahnya. Kebanyakan orang menganggap bahwa kondisi seperti ini disebut dengan hipogonadotropik-hipogonadisme.

Berbeda dengan hipogonadisme primer, hipogonadisme sekunder merupakan kasus yang mana testis hanya mampu memproduksi hormon testosteron dan hormon gonadotropik dalam jumlah yang rendah. Kondisi semacam ini diyakini meningkatkan risiko terancam terkena penyakit kronis seperti tumor hipofisis. Sungguh kondisi yang mengerikan bukan? terlebih ini terjadi didaerah alat vital. Betapa mengerikannya kondisi tersebut dan tidak bisa dibayangkan bagaimana hipogonadisme akan mengubur kehidupan seksual penderitanya.

Bagi pria dengan hipogonadisme yang dideritanya, kebanyakan dari mereka akan kehilangan gairah seksualnya, ini diakibatkan karena tingkat libido yang rendah. Bukan hanya mempengaruhi gairah seksual saja, hipogonadisme juga mengakibatkan infertilitas atau ketidaksuburan. Ini terjadi karena adanya masalah produksi sperma yang terjadi didalam testis, sehingga kualitas sperma menjadi buruk.

Kebanyakan dari mereka yang menderita hipogonadisme primer disebabkan oleh beberapa masalah yang terjadi pada testis. Infeksi pada testis, testis yang selalu mengencang dan tidak dapat turun, akibat terjadinya kecelakaan yang menyebabkan terjadinya luka pada testis, penyakit gondongan, sindrom klinefelter, radang buah zakar dan hemokromatosis. Ini semua merupakan penyebab-penyebab yang pada akhirnya menyebabkan hipogonadisme primer, sedangkan pada hipogonadisme sekunder penyebab utama yang menyebabkan terjadinya hipogonadisme skunder adalah :

  • Tejangkitnya tubuh dari penyakit menular seperti HIV/AIDS.
  • Bertambahnya usia pada seseorang.
  • Penggunaan obat-obatan tertentu tanpa adanya resep dokter.
  • Adanya penyakit peradangan yang diderita, seperti sarkoidosis, histiositosis dan TBC.
  • Penimbulan lemak atau kolestrol yang menyebabkan obesitas.g

Hipogonadisme yang dialami oleh pria bisa terjadi kapanpun dan ini tidak dipengaruhi oleh usia. Ketika janin masih berada didalam kandungan, gejala awal hipogonadisme sudah dapat dideteksi, dimana gejala awal hipogonadisme yang terdapat pada perkembangan janin dapat berupa alat kelamin yang tidak jelas dan alat kelamin berbentuk tidak sempurna, sehingga hal tersebut menyulitkan para dokter dalam menentukan jenis alat kelamin janin yang berada didalam kandungan sang ibu.

Sedangkan bagi mereka yang menderita hipogonadisme pada usia remaja (purber) dapat diidentifikasi dengan adanya gejala awal yang berupa suara kurang mendalam (seolah-olah menyerupai suara wanita), pertumbuhan rambut terganggu, munculnya jaringan payudara, dan terganggunya pertumbuhan alat vitalnya. Sedangkan gajala awal hipogonadisme yang dialami oleh pria pada saat dewasa dapat berupa kemandulan, disfungsi ereksi, menurunnya gairah seksual dan terdapat jaringan payudara sehingga terjadi pembesaran payudara.

Mungkin kebanyakan dari mereka penderita hipogonadisme yang bersifat feminim lebih memilih untuk melakukan perubahan alat kelamin, jika dispekulasi mungkin hipogonadisme inilah yang pada akhirnya menyebabkan transgender, sehingga banyak pria yang menganggap bahwa dirinya adalah seorang wanita.

Namun apabila bagi penderita hipogonadisme masih memiliki sisi kejantanan, mungkin hipogonadisme yang dideritanya akan membuat dirinya merasa malu, terlebih bila terjadinya pembesaran payudara akibat pengaruh hipogonadisme yang dideritanya. Untuk bisa mengatasi rasa malu tersebut, kebanyakan mereka yang masih memiliki sisi kejantanan akan melakukan terapi hormon testosteron. Terapi ini dapat dilakukan dengan menyuntikan gel, dimana tujuannya adalah untuk meningkatkan kadar hormon testosteron.

Tidak dapat diketahui pasti seberapa besar resiko yang akan didapati jika mengaplikasikan cara seperti ini. Namun kebanyakan mereka yang sudah menikah, dimana pasangan pria menderita hipogonadisme sehingga mempengaruhi kualitas spermanya, sehingga hal tersebut menunda kehamilan pasangannya. Dalam kondisi seperti ini, mereka yang menderita hipogonadisme lebih memilih mempergunakan cara tradisional untuk meningkatkan kualitas sperma dan jumlah testosteron.

SCOUNT dan SCOUNT, ini merupakan obat kuat pria yang sengaja diproduksi secara masal untuk mencukupi kebutuhan para pria yang mengalami masalah pada produktivias spermanya. Tanaman herbal yang menjadi bahan utama pembuatan obat kuat ini mampu menjaga kesehatan sperma yang diproduksi didalam testis, ini artinya kualitas sperma akan selalu terjaga kesehatannya, sehingga bagi Anda penderita hipogonadisme yang mana kualitas sperma Anda buruk akibat dampak hipogonadisme yang Anda derita, maka Anda dapat dengan mudah meningkatkan kualitas sperma Anda hanya dengan meminum obat kuat ini.

Tidak seperti pengobatan dengan cara medis yang mana terdapat resiko kegagalan. Obat kuat ini terbuat dari tanaman herbal, ini artinya tidak ada resiko buruk yang akan menimpa Anda. Tanaman herbal yang terdapat pada obat kuat ini merupakan jenis afrodisiak sehingga bukan hanya kualitas sperma Anda saja yang terjaga, namum kadar testosteron dalam tubuh Anda juga akan meningkat sehingga Anda akan mendapatkan gairah seksual yang mengebu-gebu.