Hindari Bercinta Jika Kondisinya Begini

Bercinta merupakan salah satu cara untuk mempertahankan keharmonisan dalam rumah tangga. Pada dasarnya, hubungan seksual dilakukan saat kondisi tubuh dalam keadaan sehat jasmani dan psikis. Namun, adakalanya keinginan bercinta justru datang saat kondisi yang tidak memungkinkan. Beberapa kondisi berikut membuat Anda dan pasangan sebaiknya menunda aktivitas bercinta:

Saat wanita keputihan

Keputihan adalah keluarnya cairan dari vagina biasanya berwarna kekuningan, kehijauan, keabuan, dan terkadang disertai bau serta rasa gatal. Bahkan, pada beberapa kasus keputihan yang parah bisa juga disertai darah. Sebaiknya Anda menunda hubungan seks jika istri sedang keputihan. Karena akan mengakibatkan iritasi, peradangan, dan infeksi pada istri dan suami.

Penis Terluka

Akibat dari lubrikasi vagina yang dirasa kurang maksimal sehingga rongga vagina menjadi sempit biasanya membuat penis akan terluka. Sebaiknya Anda menunda hubungan seks sampai lukanya sembuh, apalagi jika suami memiliki riwayat penyakit diabetes. Penyakit diabetes bisa memperparah luka sehingga menyebabkan luka sukar sembuh dan menjadi borok.

Vagina mengeluarkan cairan cokelat

Cairan kecoklatan dan berbau tidak sedap pada vagina bisa jadi merupakan adanya infeksi dan peradangan rongga vagina serta mulut rahim. Kondisi ini jika tidak diobati akan mengganggu kenyamanan hubungan seksual.

Haid belum bersih

Saat haid belum bersih, pembuluh darah vagina masih terbuka. Gerakan-gerakan penis saat penetrasi bisa memicu terjadinya gelembung udara. Gelembung udara ini jika masuk ke dalam saluran darah akan menimbulkan emboli atau sumbatan pembuluh darah. Jika emboli terbawa aliran darah menuju jantung bisa mengakibatkan tersumbatnya pembuluh darah di jantung.

Kulit penis tipis

Keadaan kulit penis yang tipis bisa terjadi akibat kulit kering karena iritasi berulang. Sehingga mudah robek saat berhubungan seks. Untuk mengatasinya, sementara bisa menggunakan pelembab seperti baby oil dan lotion.

Hamil Muda

Pada kehamilan trimester pertama (3-4 bulan) sebaiknya tidak melakukan aktivitas seksual apapun yang bisa menimbulkan orgasme. Apalagi wanita yang sebelumnya pernah keguguran. Ini karena ketika wanita orgasme, terjadi gerakan-gerakan di rahim yang seolah mencengkeram dan bisa memicu keguguran. Bagi wanita yang tidak pernah keguguran, hubungan seks pada trimester pertama memang relatif aman. Tapi dengan posisi yang tidak membebani perut.