Gangguan Gairah Seksual / Penolakan Seksual

Mungkin Anda sulit mebayangkan bagaimana ada orang yang sehat namun tidak memiliki gairrah seksual. Namun ini ada, dan saya sendiri sering mendapatkan laporang dari klien yang mengalami masalah ini. Walaupun ada keinginan dari mereka untuk memperbaiki keadaannya namun ia kesulitan juga untuk mengatasinya. Mari kita bahas masalah ini, dan tentunya dengan solusinya.

Gangguan gairah seksual/penolakan seksual adalah keadaan dimana seseorang mengalami hal-hal sbb:

  • Menghindari hampir semua kontak genital.
  • Ketidak inginan yang ekstrim baik secara menetap maupun berulang terhadap kontak seksual dengan pasangan.
  • Adanya gangguan seksual yang menyebabkan penderitaan yang jelas atau kesulitan interpersonal.

Keengganan/penolakan ini dapat mengambil beberapa bentuk yang berbeda, itu mungkin terkait dengan aspek-aspek tertentu dari hubungan seksual, seperti melihat alat kelamin pasangan atau bau sekresi nya tubuh, mencium, memeluk, dll. Dalam beberapa kasus orang dengan gangguan gairah seksual menghindari segala bentuk hubungan seksual. Sedangkan yang lain, bagaimanapun, tidak kecewa dengan mencium dan membelai, dan mampu melanjutkan normal sampai terjadi kontak kelamin.

Penyebab Penolakan Seksual

Ada beberapa penyebab gangguan gairah seksual.

  • Pertama. Penyebab paling umum adalah masalah interpersonal dan pengalaman traumatis. Masalah interpersonal umumnya menyebabkan gangguan penolakan situasi spesifik seksual, di mana gejala terjadi hanya dengan mitra tertentu atau dalam kondisi tertentu. Dalam kasus tersebut, ketegangan mendasar atau ketidakpuasan dengan hubungan sering merupakan penyebabnya.
  • Kedua. Merasa tidak bahagia dalam perkawinan, ini bisa karena perselingkuhan perkawinan; perselisihan besar mengenai anak, uang, dan peran keluarga, kekerasan dalam rumah tangga, kurangnya kejujuran pasangan dll.
  • Ketiga.Trauma pengalaman juga telah ditemukan menyebabkan gangguan penolakan seksual. Beberapa trauma mungkin termasuk pemerkosaan, luka batin/sakit hati, penganiayaan, atau bentuk lain dari pelecehan seksual.
  • Keempat. Kesalah pahaman kepercayaan, Ini bisa terjadi karena pemahaman terhadap ajaran agama atau budaya yang mengasosiasikan aktivitas seksual dengan perasaan bersalah yang berlebihan.

Gejala

Gejala-gejala gangguan gairah seksual dapat berkisar dari ringan sampai parah. Gejala ringan termasuk kurangnya minat dan jijik yang hanya ringan. Gejala berat dapat mencakup serangan panik dan gejala seperti pusing, sesak napas, ketakutan intens, dan denyut jantung yang cepat. Orang yang menderita gangguan gairah seksual sering  menghindari situasi yang menjurus ke berhubungan atau kontak seksual. Tindakan ini seperti: memilih waktu tidur yang berbeda dari pasangan (tidak mau mulai tidur bersamaan), menghabiskan waktu ekstra di tempat kerja, atau mencoba untuk membuat diri sendiri kurang menarik secara seksual.

Perawatan

Gangguan penolakan seksual termasuk gangguan psikologis. Penanganan yang bisa dilakukan seperti program psikoterapi, konseling, atau bisa menggunakan metode pemrograman otak, silakan kunjungi di www.gelombangotak.com.

Pengobatan juga merupakan cara efektif yang dapat digunakan untuk mengobati beberapa gejalanya yang mungkin berhubungan dengan gangguan penolakan seksual, silakan klik: Mengatasi Gangguan Seksual, Disfungsi Ereksi, Ejakulasi Dini karena Psikologis. Selain itu perlu mengkonsumsi makan-makanan yang dapat meningkatkan gairah seks / libido.