Faktor Yang Mempengaruhi Regenerasi Sperma

Regenerasi sperma adalah produksi kembali sperma setelah ejakulasi. Beberapa faktor dapat mempengaruhi regenerasi sperma. Kesehatan fisik dan mental memiliki dampak langsung pada reproduksi air mani. Kekurangan vitamin juga dapat mempengaruhi reproduksi dan kesehatan sperma. Agresor fisik, seperti memakai pakaian terlalu ketat dan panas yang berlebihan, juga dapet menentukan tingkat regenerasi sperma.

Sperma adalah sel reproduksi pria yang dihasilkan selama 24 jam di dalam vesikula seminalis, sepasang kelenjar yang terletak di belakang kandung kemih. Umumnya, seorang pria sehat memiliki 20 juta sperma per mililiter air mani. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 50% sperma yang akan aktif dan sisanya memiliki bentuk yang tidak teratur (morfologi abnormal) dan tidak mampu bergerak aktif menuju sel telur (motilitas abnormal).

Fisik, mental, dan kondisi emosional memiliki dampak langsung terhadap kualitas regenerasi sperma. Menjalankan diet seimbang dengan konsumsi air yang cukup akan membantu produksi sprma lebih optimal. Stres, fisik atau konidis emosional dalam bentuk apapun dapat mempengaruhi hormon yang memproduksi sperma, sehingga produksi rendah.

Kekurangan vitamin dan mineral juga dapat mempengaruhi produksi air mani. Vitamin C, zinc(seng), dan asam folat merupakan nutrisi penting dalam produksi sperma. Mineral tertentu seperti seng dapat membantu menstabilkan struktur selular di dalam sperma. Konsumsi normal nutrisi ini tidak hanya dapat membantu meningkatkan regenerasi air mani, tetapi juga dapat meningkatkan motilitas dan morfologi sperma. Motilitas sperma adalah gerak maju sel sperma untuk mencapai dan membuahi sel telur. Sedangkan morfologi sperma adalah bentuk dan ukuran sperma.

Beberapa ahli percaya bahwa daerah sekitar testis memiliki dampak langsung pada regenerasi sperma. Suhu yang terlalu tinggi dapat menurunkan produksi dan kualitas sperma. Otot cremaster adalah serat dalam skrotum yang akan bergerak mendekati atau menjauhi tubuh saat kontraksi atau relaksasi testis. Testis akan berkontraksi atau relaksasi untuk mengatur suhu testis sendiri. Jika Anda memakai celana ketat, maka akan cenderung memaksa testis kontraski dan lebih dekat dengan tubuh, sehingga suhu testis meningkat. Mandi air panas atau mandi uap juga dapat meningkatkan suhu testis. Intinya, segala kegiatan yang dapat meningkatkan suhu testis dapat menurunkan produksi sperma.