Kelainan Seksual - Eksibisionis dan Voyeurisme

Mungkin, disekitar lingkungan Anda, baik teman maupun saudara pernah Anda jumpai kelainan-kelainan yang tidak sewajarnya dilakukan oleh seseorang. Eksibisionis dan Voyeurisme merupakan kelainan seksual yang bisa diderita siappun, baik pria maupun wanita. Hal ini tentu saja akan memicu keresahan serta akan merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Voyeurisme adalah kelainan seksual yang biasa dikenal dengan sebutan “Tukang Intip”, dimana rangsangan seksual seseorang akan muncul ketika melihat lawan jenis yang sedang membuka pakaian atau telanjang. Tentu, bagi seseorang yang menjadi korban akan merasa resah, terlebih jika korbannya adalah wanita cantik, maka hal ini dapat menjalar hingga perbuatan asusila.

Eksibisionis ! Sebaliknya, jika penderita Voyeurisme atau Tukang Intim hanya akan terangsang jika melihat lawan jenisnya tanpa pakaian atau telanjang, Eksibisionis justru malah mempertontonkan alat kelaminnya pada seseorang. Ya, kebalikan dari Voyeurisme ! Eksibisionis adalah dimana seseorang mengalami gangguan atau kelainan seksual serta hanya akan memperoleh kepuasan dengan cara mempertontonkan alat kelaminnya kepada orang lain.

Mungkin jika penderita Eksibisionis adalah seorang wanita cantik, maka Anda sebagai kaum pria akan nyaman melihatnya, karena wanita tersebut sengaja mempertontonkan lekuk badannya tanpa sehelai benang. Namun hal ini juga sangat rawan dengan tindak kejahatan. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, bahwa seseorang yang menderita Voyeurisme dan Eksibisionis sangat rawan untuk terlibat dalam tindak kejahatan seperti asusila atau pelecehan seksual bahkan pemerkosaan.

Jadi, Anda sudah mengetahuinya, bahwa Voyeurisme adalah kebiasaan seseorang atau individu yang senang mengamati lawan jenisnya ketika sedang membuka baju atau telanjang agar mampu mendapatkan kepuasan atau kesenangan. Sedangkan Eksibisionis adalah antomin dari Voyeurisme, yakni dimana seseorang justru akan mendapatkan kesenangan jika ia mempertontonkan alat kelaminnya kepada orang lain.

Voyeurisme merupakan kebiasaan yang tidak wajar yang dilakukan oleh seseorang, dan hal ini dikategorikan sebagai kelainan seksual. Mengintip dan mengobservasi lawan jenis tanpa sepengetahuan merupakan gejala Voyeurisme. Namun, jika hal ini dipikir secara logika, bukankah sebenarnya kebiasaan ini merupakan kebiasaan yang normal?

Tentu jika hal ini dilakukan satu atau dua kali, menurut saya frekuensi ini masih normal. Namun jika hal ini sudah menjadi suatu kebiasaan dalam hidupnya, maka tak heran jika kondisi tersebut di anggap sebagai kebiasaan yang tidak wajar, karena kegiatan yang dilakukan sudah melebihi batas frekuensi sehingga hal ini dianggap sebagai kelainan seksual.

Demikian juga bagi penderita Eksibisionis. Ketika seseorang, khususnya kaum wanita merasa bangga dengan tubuh yang dimilikinya karena terlihat menarik dan ia ingin mempergunakan pakaian terbuka (sexy) agar lebih terkesan menarik sehingga mengundang daya tarik bagi pria. Bukankan kondisi tersebut masih terbilang wajar atau normal?

Wanita mana yang tidak ingin memiliki tubuh yang indah, karena kondisi tersebut mampu mengundang daya tarik agar kaum pria terpikat. Namun jika seseorang mengkondisikan dirinya untuk lebih sering mempertontonkan lekuk tubuhnya, bahkan mempergunakan pakaian yang tidak sepantasnya dipergunakan, maka hal ini dianggap sebagai kebiasaan yang tidak normal, oleh sebab itu kondisi ini dianggap sebagai kelainan seksual.

Tidak sepantasnya seorang wanita mempertontonkan lekuk tubuhnya kepada khalayak atau publik, selain hal ini mengundang tindak kejahatan, kebiasaan tersebut juga merupakan larangan keyakinan (agama). Mungkin lebih sepantasnya kaum wanita untuk merawat dan menjaga baik bagian tubuh sensualnya, dari pada harus membiasakan kebiasaan yang mengundang tindak kejahatan. Kondisi tersebut akan merugikan diri sendiri, sehingga alangkah baiknya merawat bagian tubuh sensual guna mempersiapkan kehidupan seksual yang nantinya akan dijalaninya, sehingga mampu mendapatkan kenyamanan dalam rumah tangga dan kesenangan dalam kehidupan seksualnya.