Dampak Buruk Melakukan Oral Seks

Kegiatan stimulus yang paling efektif untuk bisa membuat wanita orgasme adalah oral seks. Tindakan berupa sentuhan, gigitan dan lainnya yang dilakukan saat melakukan kegiatan oral seks mampu dengan cepat merangsang wanita sehingga mereka mudah orgasme. Hampir setengah dari wanita di dunia ini yang bisa mendapatkan orgasmenya melalui kegiatan stimulus ini. Perlu Anda ketahui, dibalik kesuksesannya dalam membuat wanita orgasme. Kegiatan oral seks ini ternyata memperbesar resiko penularan penyakit kelamin yang akan membahayakan pelakunya.

Para pakar kesehatan ternyata sudah sering kali memperingatkan pasangan untuk berpikir ulang sebelum melakukan kegiatan ini. Pasalnya, bukan hanya kesenangan seksual yang didapatkannya, namun setiap pasangan juga harus memperhatikan dampak buruk dari kegiatan yang dilakukannya (oral seks).

Oral seks adalah jenis kegiatan stimulus yang dilangsungkan agar pasangan mampu mendapatkan kesenangan sekual tanpa harus melakukan hubungan seks pada umumnya. Apabila kegiatan ini dilakukan dengan pasangan, dimana salah satu pasangan tersebut telah terjangkit penyakit kelamin, maka kemungkinan besar penyakit tersebut bisa saling bertukar benih dan menular pada pihak lainnya.

Pertukaran benih penyakit tersebut bisa terjadi pada saat kegiatan oral seks sedang berlangsung. Misal, seorang pria mempunyai luka pada mulutnya, luka tersebut merupakan pintu gerbang yang akan memudahkan benih-benih penyakit masuk melalui celah luka pada mulut tersebut.

Benih-benih penyakit tersebut biasanya berasal dari alat kelamin, yang mana dengan mudahnya benih penyakit yang berasal dari alat kelamin tersebut berpindah dan masuk melalui celah akibat luka mulut yang diderita oleh pasangan pria tersebut. Kondisi semacam ini biasanya terjadi pada kasus penyebaran penyakit herpes kelamin. Jenis penularan ini berlaku pada pria dan wanita yang menderita penyakit herpes, dimana penularannya bisa melalui perantara air liur dan perantara lainnya.

Ini peringatan bagi wanita, bagi Anda yang merasa aroma vagina Anda kurang sedap, maka sesegeralah mengatasi masalah tersebut. Kondisi seperti ini akan meningkatkan resiko berpindahnya benih penyakit. Perlu Anda ketahui bahwa didalam vagina terdapat dua bakteri, yang mana salah satu bakteri ini sangat dibutuhkan oleh vagina.

Bakteri jahat dan bakteri baik, ini adalah dua jenis bakteri yang terdapat didalam vagina. Kedua jenis bakteri ini mendominasi, maka tak heran jika ketidakseimbangan bakteri didalam vagina terkadang akan memunculkan gejala-gejala yang tidak pernah dirasakannya, salah satunya adalah berubahannya aroma pada vagina dari yang awalnya berbau menjadi beraromakan tidak sedap.

Aroma tidak sedap pada vagina diidentifikasikan bahwa saat itu bakteri jahat dan bakteri baik sedang dalam kondisi yang tidak stabil atau seimbang, kondisi semacam ini memudahkan benih-benih penyakit masuk melalui mulut saat pihak pria melakukan tindakan rangsangan saat melakukan oral seks. Benih-benih penyakit atau bakteri jahat yang berpindah melalui mulut saat kegiatan oral seks tersebut akan berpengaruh dengan sistem pencernaan dalam tubuh, dimana dalam kasus ini pihak pria sudah pasti akan merasakan gejala-gajala yang tidak pernah dirasakannya sebelumnya.

Tidak ada larangan berupa aturan yang tertulis bagi setiap pasangan untuk tidak melakuan kegiatan oral seks. Mengingat bahwa oral seks adalah kegiatan stimulus yang bisa menghantarkan pasangan dalam memperoleh orgasme, maka tidak ada salahnya mencoba melakukan kegiatan oral seks ini. Untuk bisa menghindari dampak buruk penularan penyakit yang timbul akibat kegiatan oral seks, maka dari itu Anda harus memperhatikan hal-hal dibawah ini.

  1. Menghindari kegiatan oral seks saat salah satu pasangan mempunyai luka pada mulutnya, ini dimaksudkan agar benih-benih penyakit tidak masuk melalui celah yang terbuka akibat luka pada mulut tersebut.
  2. Hindari kegiatan oral seks apabila salah satu pasangan mempunyai luka pada rongga mulut. Pasalnya, benih-benih penyakit tersebut bisa saja masuk melalui perantara air liur dan menerobos masuk melalui luka pada rongga mulut.
  3. Selalu menjaga kebersihan mulut, terlebih ketika akan melakukan kegiatan oral seks. Ini agar kuman-kuman dalam mulut tidak tidak berpindah pada alat kelamin saat Anda atau pasangan Anda melakukan tindakan rangsangan pada alat kelamin.
  4. Bukan hanya kebersihan mulut saja, namun kebersihan alat kelamin juga harus diperhatikan, khususnya wanita. Menjaga kebersihan vagina adalah salah satu tindakan yang baik untuk dilakukan sebelum melakukan oral seks. Jika vagina dalam keadaan bersih, maka hal ini akan meminimalisir bersarangnya bakteri jahat didalam vagina.
  5. Peringatan bagi kaum pria agar tidak menelan cairan yang keluar dari vagina. Ini adalah tindakan yang harus dilakukan agar benih-benih penyakit tidak ikut tertelan, karena jika hal ini dilakukan maka sangat rentan tubuh tertular oleh penyakit yang diderita oleh penderita.
  6. Menjaga kebersihan mulut sebelum melakukan oral seks adalah tindakan yang harus dilakukan, selain itu tindakan membersihkan mulut seusai melakukan oral seks adalah hal yang harus dilakukan. Ini adalah bentuk tindakan yang harus dilakukan agar mulut menjadi steril dari kuman atau bakteri jahat yang dapat menyebabkan penyakit.

Sejatinya setiap manusia pantas untuk mendapatkan kesenangan seksual dan ini bisa dilakukan dengan cara apapun, termasuk oral seks. Oral seks merupakan kegiatan stimulus yang akan menjamin kesenangan seksual. Apabila kegiatan ini dilakukan dengan hati-hati dan selalu memperhatikan faktor kesehatan, maka tindakan yang Anda lakukan bisa meminimalisir resiko penularan penyakit menular.