Testosteron dan Laki-laki

Testosteron dan laki-laki adalah dua sisi dari koin. Testosteron adalah hormon yang membuat laki-laki menjadi benar-benar laki-laki sejati. Kejantanan laki-laki ditentukan oleh tingkat hormon ini.

Testosteron mulai ada dalam tubuh Anda ketika masa pubertas, yaitu masa ketika anak laki-laki tumbuh menjadi seorang pemuda. Testosteron ini adalah hormon yang diproduksi oleh testis atau buah pelir berupa 2 bulatan sebesar telur puyuh yang berada dibawah kelamin.

Beberapa perubahan dalam tubuh pria ketika testosteron mulai diproduksi oleh testis meliputi :

  • Meningkatkan massa otot dan kekuatan otot
  • Adanya gairah seks atau libido
  • Suara yang sudah menjadi dalam
  • Timbulnya benjolan dileher atau biasa disebut jakun atau kolomenjing
  • Pertumbuhan rambut di wajah (kumis, jenggot, simbar), kemaluan dan dada.

Bukan hanya itu, ketika testosteron mulai diproduksi tubuh, maka ada dampak psikologis yang mendalam pada anak laki-laki. Ini adalah masa pembangunan psikologis yang mendalam dan kompleks yang biasanya menjadikan remaja di bawah tekanan stres. Setelah perubahan ini, anak laki-laki tumbuh menjadi seorang pria dewasa. Saat ini adalah periode penuh gejolak dalam kehidupan anak laki-laki sehingga diperlukan bimbingan orangtua pada saat ini.

Setelah memasuki masa dewasa, testis akan selalu memproduksi testosteron sampai ahirnya mencapai umur 30. Produksi testosteron dalam tubuh mulai berkurang setelah usia 30. Berkurangnya testosteron ini memang lambat tapi bertahap. Kebanyakan pria tidak merasakan efek testosteron rendah sampai sekitar usia 40. Mereka yang aktif secara fisik biasanya tidak mengalami keluhan menurunnya testosteron ini, namun akan merasakannya juga ketika sudah mencapai umur 40 tahun.

Ada banyak perubahan lain yang dapat muncul sebagai akibat dari testosteron rendah dalam tubuh Anda, termasuk menurunnya tingkat estrogen dalam tubuh yang dapat menyebabkan penurunan libido, lebih banyak jaringan lemak, massa otot dan kekuatan berkurang, dan kerusakan kulit.

Salah satu efek yang paling mengganggu dari rendahnya testosteron adalah disfungsi ereksi. Salah satu aspek paling penting bagi seorang pria adalah bisa memuaskan istri secara seksual dan masalah ereksi dapat menjadi kendala.

Cara Meningkatkan Testosteron Bagaimana ya?

Secara alami kadar testosteron akan berkurang seiring bertambahnya usia, ketiak umur sudah 4o tahun, tidak dapat dipungkiri lagi, bahwa hormon ini pasti akan berkurang. Namun juga sering kali sebelum mencapai umur 40 tahun hormon ini sudah berkurang. Nah, ada cara untuk meningkatkan hormon testosteron sbb:

1. Suntikan Testosteron

Suntikan Testosteron dapat meningkatkan kadar testosteron Anda dengan cepat, tetapi cara ini dapat menyebabkan efek samping yang serius. Suntikan tersebut dapat mempercepat pertumbuhan kanker prostat. Bukan hanya ini, cara ini juga dapat mengakibatkan kerusakan pembekuan darah dan hati dari waktu ke waktu. Dengan demikian, suntikan ini tidak benar-benar cocok.

2. Diet dan Olahraga

Meningkatkan kadar testosteron bisa melalui olahraga teratur dan diet yang tepat. Olahraga rutin 20 menit perhari dikenal mampu meningkatkan testosteron pada pria. Bukan hanya itu, juga penting untuk memastikan bahwa apa yang Anda makan mengandung banyak protein tanpa lemak. Pada saat yang sama, penting untuk mengurangi konsumsi karbohidrat. Mengurangi stres juga membantu meningkatkan testosteron.

3. Suplemen Herbal

Cara yang ketiga ini adalah cara yang hampir tidak memerlukan usaha dan tidak menghabiskan waktu Anda. Anda cukup meminum suplemen yang telah diuji meningkatkan kadar testosteron. Salah satu suplemen herbal untuk meningkatkan kadar testosteron adalah KUATPRIA123. Anda juga bisa memilih produk lainnya yang sesuai dengan kondisi kesehatan Anda, silakan klik produk yang Anda pilih dibagian kanan halaman ini.