Cara Meningkatkan Jumlah Sperma Saat Usia Anda Lebih Dari 40 Tahun

Kesuburan Pria dapat menurun setelah usia 40 tahun, tetapi tidak sangat signifikan seperti wanita yang ditandai dengan menopause. Banyak pria menjadi ayah setelah usia 50 tahun. Namun faktanya, penuaan dapat membuat perbedaan dalam jumlah sperma. Tingkat kesuburan biasanya lebih dari 60 persen untuk pria di bawah 39 tahun, tapi mulai turun secara bertahap setelah usia tersebut, menurut BabyHopes.com.

Mungkin ada faktor genetik yang terlibat dengan jumlah sperma rendah yang berkaitan dengan usia pria. Tapi banyak dari faktor-faktor gangguan dapat diatasi dengan cara alami meningkatkan jumlah sperma.

Langkah 1

Berhubungan seks secara teratur. Cobalah untuk melakukan setidaknya tiga hari sekali berhubungan seksual. Semakin sering Anda ejakulasi, kemungkinan Anda mengeluarkan sperma encer semakin tinggi. Sperma encer dapat menjadi tanda kurangnya kadar sperma dalam air mani.

Langkah 2

Kenakan celana boxer dan hindari celana ketat. Anda juga sebaiknya menghindari mandi air panas dan sauna. Suhu panas diyakini mengganggu produksi sperma.

Langkah 3

Makan makanan rendah lemak dan sayuran tinggi protein, ditambah dengan biji-bijian, yang akan meningkatkan kesehatan Anda secara keseluruhan. Hal ini juga membantu memberikan berat badan yang sehat dan ideal. Kelebihan berat badan dapat menyebabkan ketidakseimbangan testosteron. Dan akhirnya mengganggu produksi sperma.

Langkah 4

Jangan bersepeda, setidaknya selama waktu yang Anda inginkan untuk meningkatkan jumlah sperma Anda. Tekanan buruk bagi testis dikaitkan dengan impotensi dan dapat mempengaruhi jumlah sperma.

Langkah 5

Jangan latihan atau olehraga berlebihan, yang dapat menyebabkan tingginya pelepasan hormon steroid adrenal. Kelebihan hormon ini juga menyebabkan defisiensi testosteron.

Langkah 6

Mengurangi stres dalam hidup Anda. Cobalah teknik relaksasi atau meditasi. Ini akan merelakskan tekanan dari seluruh tubuh dan meningkatkan kesehatan seksual Anda.

Langkah 7

Mengambil suplemen vitamin/mineral, termasuk vitamin C dan E, seng dan selenium.

Langkah 8

Hindari alkohol, yang mempengaruhi hati dan dapat meningkatkan kadar estrogen. Kelebihan estrogen dapat menurunkan kadar testosteron, sehingga mengurangi jumlah sperma.

Langkah 9

Berhenti merokok. merokok secara signifikan mengurangi jumlah sperma.

Langkah 10

Hindari lingkungan dan zat berbahaya, seperti pestisida, timah hitam, cat dan bahan kimia lainnya yang dapat membahayakan kesehatan sperma Anda.

Pengobatan untuk Meningkatkan Jumlah Sperma

Jika Anda masih memiliki jumlah sperma yang rendah, bantuan medis telah tersedia. Obat dapat digunakan untuk membantu meningkatkan jumlah sperma. Berbagai teknik medis yang tersedia di pasar fertilisasi berkembang, seperti inseminasi intrauterine untuk menyuntikkan sperma konsentrasi yang lebih tinggi melalui serviks pada saat ovulasi. Namun cara menyuntikkan cenderung dihindari dan hanya dijadikan sebagai cara terakhir setelah tidak menemukan obat yang tepat.

Cara herbal adalah metode yang sering dikesampingkan. Namun seiring dengan berkembangnya kesadaran masyarakat bahwa produk alami lebih aman dan efektif, sekarang banyak yang beralih ke pengobatan herbal, termasuk untuk mengatasi masalah seksual. Karena masalah seksual disebabkan oleh hal yang berbeda pada setiap individu, sekarang juga telah ditemukan obat herbal untuk mengatasi masalah seksual sesuai dengan kondisi medis yang dialami pasiennya. Berikut diantaranya:

  • SCOUNT, Menambah/memperbanyak sperma
  • SCOUNT, mengentalkan cairan mani agar mani tidak encer
  • KuaPria Pro, memperbanyak dan mengatasi sperma encer karena diabetes
  • MaxMan Pro, memperbanyak dan mengatasi sperma encer karena kolesterol tinggi
  • SuperStrong Pro, memperbanyak dan mengatasi sperma encer karena tekanan darah tinggi
  • Natural Gain, memperbanyak dan mengatasi sperma encer karena stres, depresi, dan masalah

Semua obat diatas terbukti efektif dalam memperbanyak jumlah sperma dan mengentalkan air mani. Karena terbuat dari seratus persen bahan alami, obat-obatan tersebut aman, tanpa efek samping, dan dapat dikonsumsi secara rutin sebagai suplemen harian Anda.