Pria Wajib Baca! Cara Menganalisis Kualitas Air Mani

Menganalisis air mani adalah mengukur jumlah produksi air mani seorang pria dan menentukan jumlah dan kualitas sperma dalam sampel air mani. Analisis air mani biasanya salah satu tes pertama yang dilakukan untuk menentukan apakah seorang pria memiliki masalah kesuburan(infertilitas) atau tidak. Masalah kualitas sperma mempengaruhi lebih dari 33% pasangan yang tidak bisa memiliki anak (infertil). Analisis air mani biasanya dillakukan di laboratorium dengan bantuan dokter ahli.

Apa Saja Yang Diukur dalam Menganalisis Air Mani

Tes yang mungkin dilakukan selama analisis air mani meliputi:

  • Volume air mani. Mengukur seberapa banyak air mani dalam satu ejakulasi.
  • Waktu pencairan air mani. Air mani adalah gel tebal pada saat ejakulasi dan biasanya menjadi cair dalam waktu 20 menit setelah ejakulasi. Waktu pencairan adalah ukuran waktu yang diperlukan air mani untuk mencair.
  • Jumlah sperma dalam air mani. Ini adalah hitungan jumlah sperma per mililiter (mL) air mani dalam satu ejakulasi.
  • Morfoilogi Sperma. Ini adalah ukuran dari persentase sperma yang memiliki bentuk normal.
  • Motilitas perma. Ini adalah ukuran dari persentase sperma yang dapat bergerak maju secara normal. Jumlah sperma yang menunjukkan gerak maju yang normal dalam jumlah tertentu air mani juga dapat diukur (motil density).
  • pH. Ini adalah ukuran dari keasaman (rendah pH ) atau kebasaan (pH tinggi) dari air mani.
  • Jumlah sel darah putih dalam air mani. Dalam keadaan normal, sel darah putih tidak terdapat dalam air mani.
  • Tingkat fruktosa dalam air mani. Ini adalah ukuran dari jumlah gula yang disebut fruktosa dalam air mani. Fruktosa memberikan energi untuk sperma.

Apa tujuan Menganalisis Air Mani?

Sebuah analisis air mani dilakukan untuk menentukan apakah:

  • Seorang pria memiliki masalah reproduksi yang menyebabkan kemandulan.
  • Sebuah vasektomi telah berhasil.
  • Pembalikan dari vasektomi telah berhasil.

Cara Mempersiapkan Analisis Air Mani

Anda mungkin diminta untuk menghindari aktivitas seksual yang menghasilkan ejakulasi untuk 2 sampai 5 hari sebelum analisis air mani. Hal ini membantu memastikan bahwa jumlah sperma Anda akan berada di level tertinggi, dan meningkatkan keakuratan tes. Namun, Anda juga jangan menghindari aktivitas seksual selama lebih dari 1 sampai 2 minggu sebelum tes ini, karena lama tidak aktif secara seksual dapat menyebabkan sperma kurang aktif. Anda mungkin juga diminta untuk menghindari minum alkohol selama beberapa hari sebelum ujian.Pastikan untuk memberitahu dokter Anda tentang obat-obatan atau suplemen yang kita pakai sebelum melakukan analisis air mani.

Bagaimana Cara Menghasilkan Sampel Air Mani?

Anda akan perlu menghasilkan sampel air mani, biasanya dengan ejakulasi ke dalam tabung atau botol sampel yang steril. Anda dapat melakukan ini di sebuah kamar pribadi atau kamar mandi di kantor dokter Anda atau klinik. Jika Anda tinggal dekat dengan kantor dokter atau klinik, Anda mungkin dapat mengumpulkan sampel air mani di rumah dan kemudian membawanya ke dokter untuk pengujian.

  • Cara yang paling umum untuk mengumpulkan air mani adalah dengan masturbasi, mengarahkan air mani ke dalam tabung sampel bersih. Jangan gunakan pelumas.
  • Anda dapat mengumpulkan sampel air mani saat berhubungan seks dengan menarik penis Anda dari vagina pasangan Anda sebelum ejakulasi (coitus interruptus) dan mengeluarkan air mani ke dalam tabung sampel. Metode ini dapat digunakan setelah vasektomi untuk menguji keberadaan sperma, tetapi metode lain kemungkinan akan dianjurkan jika Anda menguji untuk infertilitas.
  • Anda juga dapat mengumpulkan sampel air mani saat berhubungan seks dengan menggunakan kondom. Jika Anda menggunakan kondom, Anda akan perlu mencuci kondom secara menyeluruh sebelum digunakan untuk menghilangkan bedak atau pelumas di kondom yang mungkin membunuh sperma. Anda mungkin juga akan diberi kondom khusus yang tidak mengandung zat yang membunuh sperma (spermisida). Setelah Anda ejakulasi, hati-hati melepaskan kondom dari penis Anda. Mengikat simpul di ujung kondom yang terbuka dan tempatkan di wadah yang dapat ditutup rapat.

Jika Anda mengumpulkan sampel air mani di rumah, sampel harus diterima di laboratorium atau klinik dalam waktu maksimal 1 jam. Jauhkan sampel dari sinar matahari langsung dan hindarkan sampel air mani dari suhu panas atau dingin. Jika cuaca dalam keadaan dingin dekatkan selalu sampel air mani dengan tubuh Anda agar suhu tetap seperti suhu tubuh.
Jangan mendinginkan sampel air mani, seperti meletakkannya di dalam kulkas, karena sampel air mani dapat bervariasi dari hari ke hari, 2 atau 3 sampel yang berbeda dapat dievaluasi dalam jangka waktu 3 bulan untuk pengujian akurat.

Sebuah analisis air mani untuk menguji efektivitas vasektomi biasanya dilakukan 6 minggu setelah vasektomi.

Bagaimana Rasanya?

Mengeluarkan sampel air mani tidak menyebabkan efek apapun. Tetapi Anda mungkin merasa malu tentang metode yang digunakan untuk mengumpulkan itu.

Apakah Ada Risiko Dalam Menganalisis Air Mani?

Tidak ada risiko yang terkait dengan mengumpulkan sampel air mani.

Bagaimana Cara Menentukan Hasilnya?

Menganalisis air mani adalah mengukur jumlah produksi air mani seorang pria dan menentukan jumlah dan kualitas sperma dalam sampel air mani. Hasil analisis air mani biasanya dapat dilihat dalam satu hari. Nilai normal dapat bervariasi dari laboratorium ke laboratorium.

Analisis Air Mani
Volume Air Mani Normal: 2-5 mililiter (mL) (0,002-0,005 L dalam satuan SI) per ejakulasi
Abnormal: Volume air mani lebih rendah atau tinggi dari volume normal, yang kadang-kadang dapat menyebabkan masalah kesuburan.
Waktu Pencairan Normal: 20-30 menit setelah ejakulasi
Abnormal: Waktu pencairan lebih lama, yang mungkin menunjukkan infeksi.
Jumlah sperma Normal:
  • 20 juta spermatozoa per mililiter (mL) atau lebih
  • 0 sperma per mililiter jika Anda telah memiliki/menjalani vasektomi
Abnormal: Jumlah sperma yang sangat rendah, yang mungkin menunjukkan infertilitas. Namun pria dengan jumlah sperma rendah belum tentu tidak subur. Pria dengan jumlah sperma di bawah 1 juta masih bisa menghamili pasangannya dan memiliki anak yang sehat.
Bentuk sperma (morfologi) Normal:
  • Lebih dari 30% dari sperma memiliki bentuk normal.
  • Kriteria Kruger: Lebih dari 14% dari sperma memiliki bentuk normal.
Abnormal: Sperma abnormal memiliki berbagai bentuk, seperti memiliki dua kepala atau dua ekor, ekor pendek, kepala kecil, atau kepala bulat (bukan oval). Sperma yang tidak normal mungkin tidak dapat bergerak normal atau menembus telur. Beberapa sperma yang abnormal biasanya ditemukan di setiap sampel air mani yang normal. Hanya saja persentase yang tinggi dari sperma abnormal dapat mengurangi kemungkinan pria untuk memperoleh keturunan.
Gerakan sperma (motilitas) Normal: Lebih dari 50% dari sperma menunjukkan gerak maju normal setelah 1 jam.
Abnormal: Kurang dari 50% sperma yang bergerak maju normal.
Tingkat pH

Air Mani

Normal: pH air mani dari 7,1-8,0
Abnormal: pH air mani lebih rendah dari 7,1 atau lebih tinggi dari 8.0. Keasaman(pH) air mani yang abnormal dapat membunuh sperma atau mempengaruhi kemampuan sperma untuk bergerak atau menembus telur.
Sel Darah Putih Normal: Tidak ada sel darah putih atau bakteri yang terdeteksi.
Abnormal: Bakteri atau sejumlah besar sel darah putih ditemukan, yang mungkin menunjukkan infeksi.

Kondisi tertentu dapat dikaitkan dengan jumlah sperma rendah atau abnormal. Kondisi ini termasuk orkitis, varikokel, sindrom Klinefelter, radiasi pengobatan ke testis, atau penyakit yang dapat menyebabkan atrofi (menyusut )dari testis (seperti gondok).

Jika jumlah sperma rendah atau persentase yang tinggi dari kelainan sperma ditemukan, pengujian lebih lanjut dapat dilakukan. Tes-tes lain mungkin termasuk mengukur kadar hormon, seperti testosteron, luteinizing hormone(LH), follicle-stimulating hormone(FSH), atau prolaktin. Operasi bedah kecil (biopsi) dari testis mungkin diperlukan untuk evaluasi lebih lanjut jika jumlah dan pergerakan sperma sangat rendah.

Apa Yang Dapat Mempengaruhi Analisis Air Mani?

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tes analisis air mani. Faktor ini mungkin menentukkan mengapa Anda tidak dapat melakukan analisis air mani atau mengapa hasilnya tidak tepat. Faktor yang mempengaruhi analisis air mani meliputi:

  • Obat-obatan, seperti cimetidine (Tagamet), hormon pria dan wanita (testosteron, estrogen ), sulfasalazine, nitrofurantoin, dan beberapa obat-obatan kemoterapi.
  • Kafein, alkohol, kokain, ganja, dan merokok tembakau.
  • Sampel air mani yang menjadi dingin. Nilai motilitas sperma akan tidak akurat jika sampel air mani menjadi dingin.
  • Paparan radiasi, beberapa bahan kimia (seperti pestisida atau spermisida tertentu), dan paparan panas berkepanjangan.
  • Sebuah sampel air mani tidak lengkap. Ini lebih sering terjadi jika sampel yang dikumpulkan oleh metode selain masturbasi.
  • Tidak ejakulasi selama beberapa hari. Hal ini dapat mempengaruhi volume air mani.

Segala Hal Yang Berkaitan Dengan Analisis Air Mani

  • Sampel air mani yang dikumpulkan di rumah harus diterima di laboratorium atau klinik dalam waktu 1 jam. Jauhkan sampel dari sinar matahari langsung dan jaga kondisi sampel air mani agar tidak terlalu dingin atau terlalu panas. Dekatkan pada tubuh saat membawa air mani ke dokter.
  • Ditemukannya sperma secara konsisten dalam air mani seorang pria yang telah menjalani vasektomi menandakan operasi itu tidak berhasil, dan metode lain dari kontrol kelahiran harus digunakan untuk mencegah kehamilan. Sejumlah sperma rendah atau sedikit yang ditemukan dalam air mani setelah vasektomi adalah normal. Namun jika pada analisis air mani berikutnya masih ditemukan sperma, maka itu merupakan kondisi tidak normal.
  • Seorang pria yang ibunya mengambil obat dietilstilbestrol (DES) selama kehamilannya akan memiliki risiko lebih tinggi dari infertilitas atau ketidaksuburan.
  • Tes tambahan mungkin termasuk tingkat mengukur hormon, seperti testosteron, luteinizing hormone (LH), follicle-stimulating hormone (FSH), atau prolaktin.
  • Tes kesuburan lainnya, termasuk penetrasi sperma, adanya antibodi antisperma, atau analisis setelah hubungan seksual (postcoital), dapat direkomendasikan untuk masalah ketidaksuburan.