Buah Merah Papua Obat HIV/AIDS, Benarkah?

Pandanus conoideus Lam, ini adalah nama latin dari buah merah. Disebut dengan buah merah Papua karena tanaman ini merupakan jenis tanaman khas spesifik atau endemik yang tubuh di dataran Papua. Nama inggris dari buah merah ini adalah Red Froot, yang mana tanaman buah merah ini termasuk dalam kategori tanaman pandan-pandanan karena bentuk pohonnya yang menyerupai pandan. Bedanya, buah merah memiliki ukuran yang lebih tinggi dari buah merah yaitu antara 16 meter dengan tinggi batang sekitar 5 hingga 8 meter dan diperkokoh dengan akar-akar tunjang pada batangnya.

Buah merah memiliki panjang mencapai 55 cm dengan diameter antara 10 hingga 15 cm dan dengan berat buah 2 sampai 3 kg. Meskipun sebenarnya buah jenis ini memiliki warna buah yang berwarna coklat, namun pada saat buah ini masak atau matang memiliki warna merah maroon terang, sehingga banyak masyarakat menyebutnya dengan sebutan buah merah.

Salah seorang ahli gizi dan dosen dari Universitas Cendrawasih mencoba mengamati khasiat yang dihasilkan oleh buah merah, dimana penelitian ini dilakukan karena adanya unsur ketertarikan dengan buah merah, karena masyarakat lokal, khususnya warga Papua sering mempergunakan buah merah sebagai obat cacing, kebutaan dan penyakit kulit.

Selain alasan tersebut, terdapat beberapa alasan lainnya, yang mana masyarakat lokal Papua hampir keseluruhan memiliki badan kekar dan stamina yang cukup tinggi, padahal kehidupan mereka sehari-hari hanya mengkonsumsi makanan yang cukup terbatas. Para ahli kemudian bertekad untuk melakukan penelitian agar menemukan kebenaran yang sebenarnya. Pasalnya orang-orang yang hidup di kota dengan ketersediaan makanan yang mencukupi saja masih berisiko terkena penyakit seperti jantung, diabetes dan jantung. Namun mereka warga lokal Papua bisa bertahan hidup dengan kondisi fisik yang mumpuni dan jarang terkena penyakit degeneratif seperti yang telah disebutkan di atas.

Hasil penelitian yang dilakukan ternyata telah menunjukan hasil kandungan akan gizi yang terkandung didalam buah merah. Hasil mengejutkan didapati pada penelitian tersebut, ternyata buah merah yang selama ini kita anggap sebagai buah yang tidak lazim untuk di konsumsi mempunyai banyak kandungan antioksida dengan kandungan rata-rata karoten (12.000 ppm), betakaroten (700 ppm) dan tokoferol (11.000 ppm).

Disamping itu, terdapat beberapa zat lainnya yang mana pada zat tersebut memiliki fungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Adanya penelitian yang menjelaskan tentang kandungan-kandungan pada buah merah tersebut, lalu muncullah anggapan bahwa buah kandungan zat-zat pada buah merah tersebut dapat membunuh virus-virus penyebab HIV/AIDS.

HIV/AIDS sendiri merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual yang mana jenis penyakit ini belum ditemukan obatnya. Mereka yang menderita HIV/AIDS terancam akan meninggal, karena pada dasarnya HIV/AIDS merupakan jenis penyakit yang akan merusak daya kekebalan tubuh manusia. Lalu, benarkah buah merah papua mengobati HIV/AIDS?

Sejauh ini buah merah yang dianggap sebagai salah satu alternatif untuk mengobati HIV/AIDS ternyata masih menjadi rumor dan kebenarannya belum terbukti secara ilmiah. Andai kata buah merah benar-benar bisa menyembuhkan penyakit HIV/AIDS, sudah pasti warga Papua tidak akan terserang wabah penyakit tersebut. Namun fakta apa yang dapat Anda lihat, bukankah sejauh ini masih ada beberapa warga Papua yang menderita HIV/AIDS? Seharusnya jika buah merah benar-benar bisa mengobati HIV/AIDS tidak ada satupun warga Papua yang menderita HIV/AIDS.

Menurut penelitian yang dilakukan oleh Departemen Bio Kimia UI (Universitas Indonesia), zat-zat yang terdapat didalam buah merah dan yang selama ini diyakini dapat membunuh virus-virus HIV/AIDS ternyata tidak memberikan respon apapun. Jadi artinya, tidak ada alasan ilmiah yang bisa membuktikan bahwa buah merah bisa menyembuhkan penyakit HIV/AIDS.

Salah satu jenis penyakit menular ini hingga sekarang belum ditemukan obatnya. Jadi adanya informasi tentang buah merah yang dapat mengobati penyakit HIV/AIDS adalah merupakan rumor dan hanya kepercayaan tertentu saja yang meyakini anggapan ini. Lagipula, khasiat jenis tanaman lain yang tergolong dalam tanaman herbal pun juga tidak mampu membunuh virus-virus penyebab HIV/AIDS. Padahal, jika dilihat dari segi keefektifitasannya tanaman herbal lebih diunggulkan dari pada buah merah papua, karena kebanyakan tanaman herbal memiliki khasiat afrodisiak atau peningkat kemampuan seks.

Terdapat berbagai macam ramuan, jamu dan obat-obatan yang dengan sengaja diracik berdasarkan bahan-bahan herbal pilihan. Obat kuat KuatPria123 misalnya, ini merupakan salah satu jenis obat kuat pria berbentuk kapsul yang mana bahan utama yang digunakan adalah ekstrak herbal pilihan yang tergolong jenis afrodisiak.

Keefektifitasannya tanaman herbal hingga saat ini telah diyakini oleh semua kalangan, yang mana jenis tanaman herbal juga dipercaya mampu menyembuhkan berbagai macam penyakit, namun tidak termasuk HIV/AIDS. Meskipun terdapat berbagai macam zat-zat aktif alami yang mana zat tersebut dibutuhkan oleh tubuh kita, namun zat-zat tersebut tidak dapat dengan mudah membunuh virus-virus penyebab HIV/AIDS, pun juga termasuk buah merah, dimana buah ini sudah dibuktikan secara ilmiah tidak memiliki keefektifitasan untuk mengobati HIV/AIDS.