Berapa Usia Ideal Pada Wanita Untuk Hamil

Usai melakukan sebuah ritual pernikahan, kehamilan adalah salah satu hal yang telah didambakan oleh setiap pasangan usai menikah, khususnya pada pasangan wanita. Kehamilan merupakan salah satu hal yang sudah pasti direncanakan terlebih dahulu, ini dimaksudkan karena kehamilan yang telah direncanakan akan menghasilkan keturunan yang telah dikehendaki. Pasalnya, banyak kasus aborsi akibat kehamilan yang tidak direncanakan. Jadi Anda sudah dapat menyimpulkan, bahwa kehamilan yang dikehendaki tentunya merupakan salah satu kondisi yang sudah direncanakan sebelumnya.

Pada wanita, usia kehamilan yang ideal berada pada rentang usia 20 tahun hingga 35 tahun. Kebanyakan mereka yang hamil di bawah usia 20 tahun dan di atas usia 35 tahun memiliki risiko tinggi seperti aborsi dan kematian.

Menurut salah seorang pakar obstetri dan ginekologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) yakni Prof.Dr.dr Biran Affandi, Sp.OG. “Kebanyakan mereka yang melahirkan pada usia di bawah 20 tahun belum siap secara emosional dan mental. Akibatnya, kondisi tersebut akan berakibat buruk terhadap ibu yang hamil dan calon anak yang berada di kandungannya”, kata Prof.Dr.dr Biran Affandi, Sp.OG.

Dalam konferensi pers yang bertajuk “Hari Kontrasepsi Dunia dan 25 Tahun KB Mandiri” yang dilakukan di Jakarta. Salah seorang pakar atau dokter berpendapat, “tingginya angka perceraian dan kematian anak didalam kandungan merupakan salah satu hal yang disebabkan oleh ketidaksiapan seorang ibu secara emosional dan mental. Kondisi seperti ini lebih banyak didapati pada seorang ibu di bawah usia 20 tahun dan tidak menutup kemungkinan juga pada ibu dengan usia di atas 35 tahun, karena kesuburan wanita pada usia tersebut semakin menurun. Kondisi seperti ini akan berakibat buruk terhadap keselamatan ibu dan anak yang dilahirkannya”, ujar Prof.Dr.dr Biran Affandi, Sp.O.

Pada dasarnya, usia ideal pada wanita untuk bisa hamil adalah di atas 20 tahun hingga 35 tahun. Pada rentang usia tersebut, jika seorang wanita sudah melahirkan seorang anak dengan usia 2 hingga 4 tahun, maka dibutuhkan alat kontrasepsi untuk menunda kehamilan. Terkait dengan ketersediaan alat kontrasepsi yang cukup beragam macamnya, beberapa pakar menyarankan agar setiap wanita bisa memilih alat kontrasepsi yang sesuai dengan dirinya, termasuk dengan sistem terbaru yakni kafetaria.

Para wanita yang berkeinginan untuk mempergunakan alat kontrasepsi bebas memilih jenis alat kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi dirinya. Sebagai contoh, wanita yang diketahui mengalami menstruasi yang cukup banyak, maka kondisi seperti ini disarankan untuk mempergunakan alat kontrasepsi dengan jenis IUD, karena jenis ini dapat membantu mengurangi menstruasi pada wanita.

Sejatinya, bukan hanya satu atau dua jenis alat kontrasepsi yang dapat dipilih dan digunakan. Terdapat beberapa jenis dan ini sengaja dibuat guna menyesuaikan dengan kondisi seseorang yang berbeda-beda. Selain dengan cara IUD, pada wanita yang diketahui memiliki penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi juga tidak diperbolehkan untuk mengambil alat kontrasepsi dengan cara meminum pil KB. Pasalnya, pil KB akan memberikan efek samping pada tekanan darah, sehingga cara seperti ini tidak diperbolehkan bagi wanita yang memiliki tekanan darah tinggi.

Menurut Dr. Harni Koesno, yang mana ia juga merupakan salah seorang Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) mengungkap, bahwa berbagai jenis dan macam aneka alat kontrasepsi, baik dalam bentuk pil KB, IUD, suntik dan lainnya adalah salah satu perantara yang digunakan untuk menunda kehamilan. Jadi, setiap pasangan suami istri yang berkeinginan untuk melakukan KB, setidaknya mereka harus mengenali kontraindikasi didalam dirinya masing-masing, yang kemudian bisa mengkonsultasikannya dengan salah seorang ahli, baik dokter maupun para ahli lainnya.

Tujuan melakukan konsultasi dengan para ahli, baik pada dokter maupun para ahli lainnya seperti bidan adalah untuk membantu mencari alat kontrasepsi apa yang tepat untuk digunakan. Ketika Anda memutuskan untuk melakukan konsultasi dengan dokter atau bidan, maka dokter atau bidan akan menggunakan panduan berupa Alat Bantu Pengambil Keputusan (ABPK), yang mana ini dibutuhkan untuk mengetahui jenis alat kontrasepsi apa yang baik dan aman untuk digunakan oleh pasiennya.

Meskipun tidak semua kehamilan yang direncanakan dapat menghasilkan hasil sesuai yang diinginkannya. Namun setidaknya Anda harus bisa mengetahui kapan waktu yang tepat untuk memiliki seorang anak. Pasalnya, dibutuhkan pengendalian emosional dan mental, yang mana ini bertujuan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak dikehendaki.

Usia dibawah 20 tahun merupakan usia yang labil, dimana emosi seseorang masih labil dan sulit untuk dikendalikan. Oleh karenanya pada usia ini sangat berisiko untuk wanita melahirkan seorang anak, karena dikhawatirkan emosionalnya yang masih belum bisa dikendalikan akan memblokir jalan pikirannya sehingga ia bertindak nekat dan pada akhirnya tindakan tersebut berdampak buruk terhadap anak yang ada didalam kandungannya dan dirinya sendiri.

Jika Anda khawatir usia akan menghentikan masa kesuburan Anda, maka mulailah dari sekarang untuk menghapus pikiran tersebut dari pikiran Anda. Pasalnya, pada usia berapapun seseorang masih bisa untuk hamil dan mendapatkan seorang anak. Kondisi seperti ini bisa ditentukan oleh kesuburan pada kedua pasangan, baik pria dan wanita.

Kebanyakan pria yang memiliki masalah pada kesuburannya, maka faktor utama yang menyebabkan hal tersebut adalah pada kualitas spermanya. Kondisi semacam ini merupakan hal yang wajar, karena tindakan demi tindakan yang dilakukan sejatinya akan mempengaruhi kesehatan, termasuk kesehatan sperma.

Obat kuat SCOUNT dan SCOUNT, ini merupakan produk herbal berbentuk kapsul, yang mana sengaja diproduksi guna mencukupi kebutuhan para pria agar bisa mendapatkan kualitas sperma yang prima dan berkualitas. Ini artinya, kondisi sperma yang pria dan berkualitas akan mampu melakukan pembuahan pada sel telur, sehingga akan mempercepat kehamilan.

Kekhawatiran untuk tidak memiliki seorang keturunan dan bertekad untuk memiliki seorang anak pada usia di bawah 20 tahun adalah kondisi yang cukup berbahaya. Selain tidak ada kesiapan dari segi emosional dan mental, hal tersebut juga dikhawatirkan akan membahayakan janin atau anak yang ada didalam kandungan sang ibu.