Benarkah Jarang Berhubungan Seks Mengakibatkan Penis Menyusut

Penyusutan yang terjadi pada badan mungkin adalah harapan seseorang ketika menjalani proses diet. Namun, apabila penyusutan tersebut terjadi pada penis, apakah ini kondisi yang Anda inginkan? Benarkan jarang melakukan hubungan seks mengakibatkan penis menyusut?

Ini peringatan bagi pria yang masih melajang hingga usia 40 tahunan. Konon, pria yang jarang melakukan hubungan seks harus bersiap-siap menghadapi perubahan yang terjadi pada penisnya, yakni penyusutan pada penis. Apakah ini merupakan pernyataan yang benar atau tidak, Anda pun pasti juga ingin mengetahui kebenaran yang sesungguhnya. Oleh karenanya, pada artikel ini akan dijelaskan mengenai kebenaran yang sesunggunya.

Ketika usia seseorang semakin bertambah dan menjadi tua, organ-organ tubuhnya mengalami penurunan fungsi. Ini adalah salah satu kondisi yang alamiah, selain organ-oragan dalam tubuhnya, organ vital pada tubuh manusia juga akan mengalami penurunan fungsi dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi penyusutan apabila tidak pernah digunakan.

Fungsi organ dalam tubuh seseorang akan mengalami penurunan fungsi dan akan melemah, otot pun akan mulai mengendur dan tulang dalam tubuh pun akan semakin rapuh. Kondisi seperti ini terjadi seiring bertambahnya usia pada seseorang, dimana kondisi ini akan mempengaruhi fungsi organ manusia, termasuk pada organ vitalnya. Bukan hanya mengalami penurunan fungsi, orgam vital seseorang juga akan menyusut akibat bertambahnya usia ataupun karena faktor lainnya.

Menurut pakar seksologi yakni Dr. Naek L Tobing berkata bahwa “alat kelamin pria akan menyusut karena faktor usia, tetapi bukan hanya karena faktor usia penyusutan tersebut terjadi, melainkan karena tidak pernah digunakan sebagai mana fungsinya. Bukan hanya bagian penis saja yang mengalami penyusutan, ketika seseorang dihadapkan dengan masa tuanya, biasanya penyusutuan akan terjadi pada semua bagian tubuhnya, baik kaki, tangan dan bagian tubuh lainnya, termasuk penis”.

Pisau jika tidak pernah dipergunakan akan berkarat dan akan tumpul. Kondisi yang sama juga berlaku pada penis, apabila penis tidak pernah digunakan sebagaimana pada fungsinya, maka penis akan semakin menyusut, meskipun usianya belum terlalu tua. Kondisi ini akan selalu terjadi apabila penis tidak digunakan sebagaimana fungsinya.

Penyataan di atas didukung pula dengan studi yang telah dimuat dalam Journal of Sexual Medicine. Irwin Goldstein, MD, dari Alvarado Hospital, Amerika Serikat menjelaskan bahwa sekitar usia 40 tahun testis akan mengalami penyusutan, inilah alasan yang melatarbelakanginya.

Hal yang menyebabkan penyusutan tersebut adalah kurangnya elastisitas lapisan kolagen yang mengelilingi serabut bilik ereksi, akibatnya penis terlihat lebih kecil akibat penyusutan tersebut. Selain itu, hal lain yang menyebabkan penyusutan tersebut adalah aliran darah yang tidak optimal. Ini terjadi karena adanya banyak lemak yang menumpuk, sehingga menyebabkan aliran darah ke penis terhambat, yang pada akhirnya menjadikan penis terlihat lebih kecil.

Kondisi lain dialami oleh pria yang masih peduli dengan kehidupan seksualnya di usia tuanya. Umumnya, pria-pria lanjut usia yang masih aktif melakukan hubungan seks dengan pasangannya memiliki ukuran penis yang lebih besar, berbeda dengan pria yang jarang melakukan hubungan seks, dimana kondisi penis yang dimilikinya akan semakin kecil dan menyusut, layaknya hal yang dikeluhkan oleh pria-pria obesitas.

Tidak dapat dipungkiri bahwa bertambahnya usia akan membuat kondisi tubuh semakin rentan terhadap segala macam aktivitas yang dilakukannya, termasuk kemapuan seksual seseorang. Pada pria lanjut usia, kadar hormon testosteron yang ada pada tubuhnya akan semakin berkurang. Ini mengakibatkan gejala andropause, dimana pria yang berada pada fase atau keadaan ini biasanya akan mudah letih, mengalami kerontokan rambut, menurunya gairah seksual akibat menurunya libido dan penyusutan pada penis.

Bertambahnya usia bukanlah faktor utama yang menghalangi seseorang untuk bisa mendapatkan kepuasan seksual. Tidak ada pernyataan yang menjelaskan bahwa seks tidak diperbolehkan bagi pria lanjut usia. Bertambahnya usia akan menjauhkan diri dari kehidupan seksual, ini merupakan pernyataan yang salah. Tidak ada yang mengatakan hal ini, yang menjadi masalah ada keyakinan pada setiap individu. Apabila seseorang merasa yakin dengan kemampuan yang dimilikinya, maka takhayal ia bisa memperoleh kepuasan seksual meskipun usianya sudah tidak mendukung.

Jangan mempunyai anggapan bahwa usia akan menengelamkan kehidupan seksual Anda, yang harus Anda lakukan adalah melakukan aktivitas positif yang bisa memberikan manfaat bagi kehidupan Anda, termasuk kehidupan seksual Anda. Ini bisa Anda mulai dengan cara menerapkan pola hidup sehat, diet, olahraga dan mengkonsumsi vitamin guna menambah stamin. Banyak kegiatan positif yang bisa memberikan manfaat bagi tubuh Anda. Oleh sebab itu, mulailah dari sekarang melakukan aktivitas yang Anda yakini bisa memberikan manfaat bagi kehidupan sekaual Anda, sehingga Anda masih bisa melangsungkan hubungan seksual di masa tua Anda.