Beberapa Gangguan Kesehatan Sperma Yang Sering Dialami Oleh Pria

Sperma yang sering kali dikeluarkan oleh setiap pria ketika ejakulasi merupakan sel jantan yang bertugas membuahi sel telur wanita agar terjadi pembuahan dan kehamilan bisa terjadi. Kondisi ini bisa dikatakan bahwa sel spermatozoa adalah salah satu penentu keberhasilan yang menentukan hamil dan tidaknya seorang wanita. Apabila sel sperma tersebut dalam kondisi yang sehat, maka ada kemungkinan bahwa kehamilan bisa terjadi. Namun jika ada beberapa gangguan kesehatan sperma yang sering dialami oleh pria, maka kemungkinan kehamilan yang sudah dinantikan tersebut tidak akan terjadi.

Sejauh ini kita mengenal bahwa sperma merupakan satu komponen yang memiliki peranan paling penting dalam kehamilan. Jika terdapat gangguan pada sperma yang secara terus menerus terjadi, maka dikhawatirkan seorang pria akan mengalami infertilitas atau kemandulan. Dalam kondisi seperti ini sudah sepantasnya seseorang mengambil tindakan untuk segera mengatasi masalah yang dihadapinya tersebut, karena dikhawatirkan kondisi tersebut akan semakin memperburuk kondisinya.

Umumnya, terdapat beberapa jenis gangguan kesehatan sperma yang sering kali di derita oleh sebagian pria. Mungkin kebanyakan gejala yang dialami oleh penderita adalah jumlah sperma yang rendah atau sedikit. Bukan hanya gangguan sejenis itu saja, namun terdapat beberapa gangguan kesehatan sperma dengan gejala yang berbeda. Adapun empat gangguan kesehatan sperma yang perlu Anda ketahui, berikut ini diantaranya :

1. Oligospermia

Oligospermia merupakan salah satu jenis gangguan kesehatan sperma, yang mana penderita hanya mampu mengeluarkan sedikit sperma. Jenis gangguan kesehatan sperma seperti ini dapat berupa jumlah sel sperma yang relatif rendah atau sedikit dari kadar normalnya dari air mani. Kondisi normalnya, dalam setiap satu mili liter air mani seharusnya terdapat 20 juta sperma didalamnya. Dan, apabila seorang pria diketahui memiliki kadar sperma dari jumlah yang telah disebutkan, maka ia disebut menderita “oligospermia”.

Faktor penyebab oligospermia adalah berkaitan dengan gaya hidup dan jenis makanan yang sehari-harinya dikonsumsi. Kurang lebih ada tiga penyebab utama yang menyebabkan jumlah sperma menurun atau rendah. Faktor tersebut adalah kesehatan, gaya hidup dan lingkungan atau tempat.

Sebagaimana terjadinya pembengkakan pada testis juga dapat mempengaruhi oligospermia. Pasalnya, pembengkakan yang terjadi di testis akan menganggu jalannya produksi sperma. Selain itu juga adanya paparan logam berat pada saat bekerja di industri kimia juga dapat menyebabkan terjadinya oligospermia.

Menurut para dokter, untuk bisa memperbaiki kondisi tersebut, merubah gaya hidup dan mengurangi beban pikiran adalah langkah baik untuk dapat meningkatkan jumlah sperma. Hindari mandi dengan menggunakan air hangat dan jangan menggunakan celana yang terlalu ketat. Selain itu, membiasakan diri untuk menghindari beberapa kebiasaan buruk seperti merokok dan meminum alkohol adalah salah satu langkah terbaik untuk bisa meningkatkan jumlah sperma.

2. Teratospermia

Gangguan kesehatan sperma seperti ini tidak dapat diketahui atau dilihat dengan mata. Teratospermia adalah salah satu jenis gangguan kesehatan sperma yang mana penderita teratospermia memiliki bentuk sperma yang tidak normal.

Tidak dapat diketahui secara pasti apa saja hal-hal yang dapat menyebabkan teratospermia. Dan, karena alasan ini lah yang pada akhirnya menyulitkan para dokter untuk menemukan solusi yang tepat yang bisa digunakannya untuk menyembuhkan para penderita teratospermia.

3. Asthenozoospermia

Asthenozoospermia adalah gangguan kesehatan sperma, dimana dalam kondisi ini sperma tidak dapat bergerak secara normalnya. Asthenozoospermia sendiri dapat diartikan sebagai gerakan sperma yang cukup lemah. Kondisi seperti ini tentu saja akan menyulitkan sel sperma dalam melakukan pembuahan di sel telur, gerakannya yang lambat justru akan memperpendek usia sel sperma sehingga sebelum sel sperma sampai tempat tujuannya (sel telur) maka sel sperma tersebut akan mati di tengah perjalanan.

4. Azoospermia

Tidak adanya sel sperma di dalam air mani, mungkin Anda tidak mempercayai hal ini, namun setidaknya Anda harus bisa bijak dalam menyikapi fakta yang telah terjadi. Ya benar, azoospermia adalah kondisi di mana ketidakhadiran sel sperma didalam air mani.

Pada umumnya, azoospermia yang terjadi disebabkan karena adanya penyumbatan di vas deferens ( saluran sperma). Akibatnya, sel sperma tidak dapat keluar dan hanya terdapat air mani yang keluar pada saat ejakulasi dan tentu saja kondisi seperti ini tidak akan bisa melangsungkan pembuahan. Ini disebabkan karena tidak adanya sel sperma yang bisa membuahi sel telur wanita dan jika kondisi seperti ini tidak segera diatasi, maka dikhawatirkan akan menyebabkan kemandulan permanen.

Sedikitnya hampir 30% dari pria menyumbang kemandulan yang terjadi. Dan, yang menjadi tersangka utama kemandulan tersebut adalah sperma yang dikeluarkan pada saat ejakulasi. Keempat jenis gangguan kesehatan sperma yang sudah dijelaskan tersebut merupakan empat hal yang pada akhirnya akan menyebabkan infertilitas pada pria.

Menyadari pentingnya seorang keturunan atau anak dalam sebuah kehidupan, maka setidaknya masalah gangguan kesehatan sperma seperti ini harus segera diatasi agar tidak menganggu keharmonisan rumah tangga. Lagipula terdapat beberapa macam cara atau metode untuk memperbaiki kondisi sperma yang. Sebut saja SCOUNT dan SCOUNT, kedua jenis obat kuat ini sengaja diproduksi dan dikhususkan bagi para pria yang mengalami gangguan pada produktivitasnya.

Dengan kesadaran diri menjaga kesehatan dan meninggalkan kebiasaan buruk yang mempengaruhi kesehatan tubuh dan kesehatan sperma, maka tindakan ini akan memberikan manfaat bagi pelakunya. Mengingat bahwa sperma adalah salah satu indeks kejantanan para pria, maka penting bagi Anda untuk selalu menjaga kesehatan sperma.