Bahaya Pelumas Bagi Kesuburan Wanita

Sebagian wanita terkadang menggunakan pelumas saat berhubungan seksual. Penggunaan pelumas biasanya dilakukan oleh wanita yang mengalami kekeringan vagina karena penurunan kadar hormon esterogen setelah melahirkan, menyusui maupun menopause. Selain itu, kekeringan vagina juga bisa terjadi karena pengaruh alat kontrasepsi seperti pil KB.

Keadaan vagina yang kering akan menimbulkan rasa sakit saat berhubungan seks. Jadi, banyak ahli medis yang menyarankan untuk menggunakan pelumas pada vagina. Pada beberapa wanita yang tidak mengalami kekeringan vagina, terkadang juga masih menggunakan pelumas untuk menambah kenikmatan seksual. Namun, bagi wanita yang ingin merencanakan kehamilan sebaiknya tidak menggunakan pelumas saat berhubungan seksual.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam Journal of Fertility and Sterility mengungkapkan bahwa pelumas dapat mengurangi kecepatan mobilitas sperma sehingga menyulitkan sperma bergerak menuju sel telur. Kondisi ini tentu saja akan menurunkan tingkat kesuburan dan kehamilan wanita.

Dalam penelitian tersebut digunakan 9 sampel pelumas dari berbagai merk berbeda. Hasilnya, sebagian besar pelumas mengurangi kecepatan sperma bahkan salah satu merk dapat menurunkan kecepatan sperma hingga setengahnya. Hasil penelitian ini diamini oleh Profesor Patologi Kebidanan dan Kandungan di SUNY Upstate Medical University bernama Kazim Chohan. Ia menjelaskan bahwa pelumas memang digunakan untuk menambah kepuasan seksual sehingga ada kemungkinan mengandung senyawa yang bisa membunuh sperma.

Banyak wanita yang kurang memahami akibat penggunaan pelumas bahkan beberapa dari mereka mungkin akan memakai minyak apapun sebagai pelumas. Resiko lain dari penggunaan pelumas yang mengandung minyak dapat mengubah keseimbangan pH pada vagina sehingga berpotensi meningkatkan infeksi.

Rendahnya pengawasan terhadap penjulaan pelumas yang beredar di pasaran membuat resiko infeksi penyakit menular menjadi tinggi. Kebanyakan pelumas yang dijual di pasaran mengandung salah satu zat berbahaya seperti paraben, gilserol, glikol, natrium benzoat dan parafin. Paraben memang berfungsi meniru hormon esterogen tetapi memicu perkembangan kanker payudara.

Bahaya pelumas tidak hanya dirasakan oleh wanita, pria yang terpapar bahan-bahan kimia tadi juga memiliki efek buruk seperti testis tidak turun, kanker testis, sperma yang abnormal dan penyakit prostat.

Pelumas memang dapat menambah kepuasan seksual. Tapi, Anda juga harus waspada akan bahaya yang ditimbulkan. Vitalitas dan kualitas sperma yang baik juga dapat menjadi tolok ukur kepuasan hubungan seksual. Untuk mendapatkan vitalitas dan kualitas sperma yang baik Anda bisa mengkonsumsi beberapa obat herbal berikut ini :

  • SCOUNT, menambah/memperbanyak sperma
  • SCOUNT, mengentalkan cairan mani agar mani tidak encer
  • KuatPria Pro, memperbanyak dan mengatasi sperma encer karena diabetes
  • MaxMan Pro, memperbanyak dan mengatasi sperma encer karena kolesterol tinggi
  • SuperStrong Pro, memperbanyak dan mengatasi sperma encer karena tekanan darah tinggi
  • Natural Gain, memperbanyak dan mengatasi sperma encer karena stres, depresi, dan masalah

Semua obat diatas terbukti efektif dalam memperbanyak jumlah sperma dan mengentalkan air mani. Karena terbuat dari seratus persen bahan alami, obat-obatan tersebut aman, tanpa efek samping, dan dapat dikonsumsi secara rutin sebagai suplemen harian Anda.