Bagaimanakah Alur Produksi Sperma? Sudahkah Anda Tahu?


Produksi sperma bukanlah hal yang mudah dan instan tanpa mengalami proses, namun produksi sperma dilakukan tubuh dengan melibatkan berbagai macam hormon yang kompleks. Proses produksi sperma juga harus mengalami fase pematangan sebelum akhirnya didistribusikan untuk melakukan pembuahan yang tentunya pembuahan tersebut melalui upacara sakral yaitu hubungan intim antara suami dan istri. Berikut adalah langkah-langkah produksi sperma yang matang di dalam tubulus seminiferus yakni melalui tahapan:

  1. Pengaktifan spermatogonium oleh sekresi hormon testosteron, spermatogonium adalah sel kelamin jantan primitif yang belum terspesialisasi.
  2. Masing-masing spermatogonium membelah secara mitosis untuk menghasilkan dua sel anak yang masing-masing berisi 46 kromosom lengkap.
  3. Kemudian dua sel anak yang dihasilkan tersebut masing-masing disebut spermatogonium yang kembali melakukan pembelahan mitosis untuk menghasilkan sel anak lagi, untuk kemudian satunya lagi disebut spermatosit primer yang berukuran lebih besar dan bergerak ke dalam lumen tubulus seminiferus.
  4. Spermatosit primer melakukan meiosis untuk menghasilkan dua spermatosit sekunder yang berukuran lebih kecil dari spermatosit primer. Spermatosit sekunder ini masing-masing memiliki 23 kromosom yang terdiri atas 22 kromosom tubuh dan satu kromosom kelamin (X atau Y).
  5. Kedua spermatosit sekunder tersebut melakukan mitosis untuk menghasilkan empat sel lagi yang disebut spermatid yang tetap memiliki 23 kromosom.
  6. Spermatid kemudian berubah menjadi spermatozoa matang tanpa mengalami pembelahan dan bersifat haploid (n) 23 kromosom. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses pematangan spermatid menjadi menjadi spermatozoa bisa mencapai beberapa minggu  dan selama waktu itu juga mengalami tahapan-tahapan sebagai berikut:
    • Pembentukan akrosom dari aparatus Golgi
    • Pembentukan flagelum dari sentriol
    • Reorganisasi mitokondria dibagian tengah tubuh.
    • Pemampatan nukleus sebanyak 10%
    • Eliminasi sisa sitoplasma.

Setelah proses-proses tersebut tercapai secara keseluruhan spermatozoa yang berada dalam testis masih harus perlu dimatangkan agar bisa bergerak membuahi sel telur. Epididimis menjadi tempat dilakukannya pematangan tersebut. Proses perjalanan didalam epididimis memicu beberapa perubahan, dengan adanya proses perjalanan yang terjadi di dalam epididimis tentunya akan menyebabkan terpicunya beberapa perubahan termasuk peningkatan muatan listrik pada jaringan permukaan, perubahan komposisi protein membran, imunoreaktifitas, penambahan fosfolipid dan asam lemak, serta aktifitas adenilat siklase. Perubahan ini meningkatkan integritas struktur membran dan meningkatkan kemampuan fertilisasi.

Proses transit sperma melalui epididimis memerlukan waktu selama 10 15 hari. Pada manusia keseluruhan waktu yang dibutuhkan untuk proses spermatogenesis adalah sebanyak 60 hari.

Regulasi spermatogenesis secara genetik dilakukan oleh 266 gen yang berbeda-beda, yang melakukan ekspresi pada testis pria dewasa. Berdasarkan riset yang dilakukan oleh para ahli terdapat 149 gen yang berfungsi terdapat pada pria normal. Peran gen-gen tersebut terdapat pada fungsi-fungsi testis yang normal, antara lain berperan pada perkembangan sel sperma di tingkat spermatosit, spermatid, motilitas sperma, reparasi dan eliminasi sel cacat, serta fungsi-fungsi lain.

Inilah beberapa kriteria agar sperma mampu membuahi sel telur:

  • Volume ejakulat harus mencapai 1.5 5.5 ml.
  • Konsentasi sel sperma (sperm count) harus mencapai 200 juta per ml.
  • Abnormalitas:
    • 0 Juta/ml disebut Azoospermia
    • > 0 - 5 Juta/ml disebut Ekstrimoligozoospermia
    • 20 juta disebut oligozoospermia
    • 25 Juta/ml disebut Polizoospermia
  • Motilitas lebih dari 50%
  • Morfologi normal lebih dari 30%
  • Tidak boleh adanya penggumpalan, darah putih dan peningkatan viskositas.

Demi teraihnya sperma yang berkualitas tentunya dibutuhkan suplemen yang sangat menunjang agar sperma yang diperoleh dapat mencapai titik maksimal.

Salah satu cara terbaik untuk usaha peningkatan taraf kualitas sperma adalah dengan mengkonsumsi suplemen obat penunjang.

Namun tak semua obat aman untuk dikonsumsi, tentunya obat yang paling aman untuk dikonsumsi adalah obat-obatan yang terbuat dari bahan herbal alami karena akan manjaga konsumen tetap berada pada zona aman pengkonsumsian obat.

Obat terbaik agar meningkatkan kualitas sperma dari segi kekentalan yang bertumpu pada konsentrasi sel sperma adalah SCOUNT. SCOUNT memang diramu khusus agar mampu meningkatkan kualitas sperma dengan fokus kerja yang khusus menangani peningkatan konsentrasi sel sperma. SCOUNT juga sangat aman untuk dikonsumsi karena 100% terbuat dari bahan herbal alami jadi tidak akan menimbulkan efek samping apapun.

Untuk obat yang diramu dengan konsentrasi khusus pada peningkatan jumlah sperma adalah SCOUNT. SCOUNT juga pastinya terbuat dari 100% bahan herbal alami.

Perpaduan penggunaan keduanya memang sangat bagus untuk mengatasi masalah seksual yang tertitik pada masalah sperma. Namun penggunaan secara satuanpun juga mampu meningkatkan kualitas sperma dengan spesifikasi masing-masing.

Untuk mendapatkan kedua produk tersebut silakan kunjungi laman toko herbal online.

Sperma adalah pemeran utama dalam seksualitas seorang pria. Jadi jagalah kualitas tersebut agartetap maksimal.

Salam herbal sehat