Tentang Seks

Informasi tentang seksualitas atau gangguan sexsual seperti ulasan yang akan kita baca ini jelas sangat diperlukan, sepanjang isinya benar. Pertanyaan yang muncul, benar menurut siapa? Jawabnya, benar secara ilmiah. Mungkin masih banyak orang bertanya-tanya ketika informasi seksualitas dikaitkan dengan ilmiah. Bagi banyak orang, seksualitas mungkin masih dikaitkan dengan mitos, apa yang dialami, apa yang didengar dari cerita orang lain, atau apa yang dilihat dalam VCD porno. Maka sulit mengaitkan seksualitas dengan sisi ilmiah. Padahal sejak ilmu seksologi berkembang, sejak itulah sebenarnya tinjauan ilmiah tentang seksualitas mulai berkembang.

Sisi ilmiah inilah yang tidak dimengerti oleh banyak orang, khususnya di negara kita yang sebagian besar masyarakatnya tidak terdidik dengan baik. Maka selain informasi yang salah masih gencar beredar, iklan yang menyesatkan juga tidak kalah gencarnya, bahkan sudah tergolong kriminal.

Iklan 'menambah ukuran Mr. P' yang masih banyak dijumpai di media masa, ternyata telah menelan banyak korban pria yang tidak mengerti. Banyak korban iklan seperti itu datang pada dokter dengan Mr. P yang rusak secara anatomik dan fisiologik karena malpraktek. Mr. P mereka disuntik dengan silikon cair atau bahan ramuan lain oleh orang yang sebenarnya tidak berhak melakukan itu. Tindakan ini jelas tidak ilmiah, apalagi dilakukan oleh orang yang tidak berhak sama sekali. Inilah yang saya maksud dengan tindakan kriminal itu.

Korban berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari yang kurang berpendidikan sampai sarjana, mulai dari pekerja kasar sampai profesional, pejabat, dan anggota Polri serta TNI. Bahkan ada seorang korban yang mau bunuh diri karena merasa tidak berharga lagi dengan Mr. P yang rusak, dan ditolak oleh istrinya setiap ingin melakukan hubungan seksual. Korban yang konyol seperti ini tidak akan terjadi kalau orang mengerti sedikit saja adanya sisi ilmiah dalam seksualitas.

Kasus gangguan seksual, baik perempuan maupun pria, tentu membutuhkan penanganan medis yang jelas tentu ilmiah. Seperti disfungsi ereksi yang biasanya berakibat buruk bagi yang bersangkutan dan pasangannya. Penanganan kasus seperti ini harus ditangani dengan benar dan tepat agar hasilnya membawa dampak positif bagi sipenderita. Demikian juga dengan kasus gangguan seksual yang lain pada pria maupun perempuan.

Diketahui masih terjadi penanganan gangguan seksual yang tidak profesional ilmiah, tidak sesuai dengan standar penanganan yang telah ditetapkan secara internasional. Di sisi lain, masyarakat yang tidak mengerti tentu tidak mengetahui terjadinya penyelewengan terhadap prosedur penanganan yang benar. Karena itu budaya mencari informasi atau pendapat dari ahli lain perlu ditanamkan pada masyarakat yang menggunakan jasa profesional dalam penanganan gangguan seksual.

Kasus gangguan seksual juga mengundang berbagai tindakan tidak terpuji dari pihak tertentu yang ingin mengeruk keuntungan materi. Sebagai contoh, penjualan obat untuk disfungsi ereksi di pinggir jalan yang seharusnya dijual sesuai resep dokter, adalah perbuatan kriminal yang berisiko bagi keselamatan masyarakat.

Beredarnya obatkuat yang terdaftar sebagai suplemen tetapi ternyata dicampur hormon testosteron atau bahan lain yang seharusnya tidak dijual bebas, tentu juga sangat berisiko. Masalahnya suplemen atau obatkuat boleh dijual bebas karena dianggap aman, padahal dicampur hormon testosteron atau bahan lain yang hanya boleh dijual dengan resep dokter. Dapat dibayangkan akibat yang muncul bila dikonsumsi oleh orang yang tidak boleh mengonsumsi atau tidak memerlukan hormon testosteron.

Jadi, mengapa pemberian informasi yang benar secara ilmiah mutlak diperlukan?

  • Pertama kita ingin meningkatkan pengetahuan seksual masyarakat sebagai bagian dari upaya mencerdaskan bangsa.
  • Kedua, kita ingin melindungi masyarakat dari pembodohan melalui informasi dan iklan yang merugikan.
  • Ketiga, menyadarkan semua orang tentang informasi seksual yang benar tepat dan berimbang.
  • Keempat, penanganan kasus masalah seksual harus ditangani secara ilmiah dan tepat.

Jangan khawatir masih banyak obat kuat yang aman dikonsumsi, biasanya bahan terbuat dari bahan alami yang biasanya disebut jamu kuat tradisional yang sudah dikemas dalam bentuk kapsul yang mampu mengatasi gangguan seksual dan aman di pakai dalam jangka waktu lama.

Mudah-mudahan tulisan ini memberikan informasi yang benar sehingga membawa manfaat bagi peningkatan pengetahuan tentang seksualitas dan gangguan seksual.