Bagaimana Rokok, Alkohol, dan Narkoba Mempengaruhi Jumlah Sperma

Seorang pria yang sehat menghasilkan jutaan sperma setiap hari, meski hanya dibutuhkan satu sel sperma untuk membuahi sebuah telur dan menciptakan embrio. Dari jumlah besar sperma yang dihasilkan oleh seorang pria yang sehat, sebagian besar akan mati dalam perjalanan menuju sel telur. Bahkan ketika seorang pria memproduksi sperma pada kapasitas yang sehat dan dianggap subur, tidak jarang untuk pasangan harus menuggu hingga satu tahun untuk hamil.

Beberapa pria menghasilkan sperma yang suboptimal, baik secara kuantitas maupun kualitas. Orang-orang ini biasanya akan memakan waktu lebih lama untuk membuat pasangannya hamil dan lebih mungkin untuk memerlukan bantuan teknik reproduksi buatan untuk melakukannya. Beberapa pria mungkin mengalami produksi sperma suboptimal karena sifat genetik atau kelahiran (misalnya penghapusan pada kromosom Y atau riwayat kriptorkismus ). Dalam banyak kasus, produksi sperma akan menurun dari waktu ke waktu sebagai akibat dari paparan berbagai faktor risiko.

Obat-obatan, rokok dan alkohol, semuanya berdampak pada kesehatan, baik jangka pendek ataupun jangka panjang, termasuk efek merugikan pada produksi sperma. Efek ini termasuk mengurangi konsentrasi sperma dalam air mani dan mengurangi konsentrasi sperma yang memiliki bentuk normal dan mampu bergerak atau berenang. Pria yang gagal membuahi pasangannya, ingin melindungi kesehatan sperma mereka untuk masa depan, seharusnya menghindari berbagai obat-obatan, termasuk alkohol dan asap rokok.

Merokok Mempengaruhi Kesuburan Pria

Sejumlah penelitian telah melaporkan hubungan antara merokok tembakau dan kesuburan pria atau produksi sperma suboptimal . Sebuah tinjauan studi observasional tentang merokok dan parameter air mani menemukan bahwa 20 dari 25 studi melaporkan peningkatan risiko konsentrasi sperma lebih rendah pada perokok dibandingkan dengan non-perokok. Rata-rata, konsentrasi sperma adalah 13% lebih rendah pada perokok dibandingkan non-perokok. Pria pecandu rokok juga memiliki proporsi yang lebih rendah pada rata-rata sperma yang motil (bergerak atau berenang) dan morfologi normal (sperma dengan bentuk fisik normal), dibandingkan dengan pria non-merokok.

Obat-obatan dan Kesuburan Pria

Sebagian besar jenis obat dan narkoba mempengaruhi kesuburan pria. Misalnya steroid anabolic dihubungkan dengan subfertility pada pria. Obat-obatan tersebut menyebabkan orang menjadi subfertile dengan mengubah konsentrasi dari berbagai hormon yang mempengaruhi proses produksi sperma.

1. Narkoba dan Alkohol

Narkoba, termasuk ganja, alkohol, heroin dan kokain dapat mengganggu produksi dan kualitas sperma. Penggunaan jangka panjang alkohol dikaitkan dengan penurunan parameter air mani (penurunan satu atau lebih dari ukuran kualitas air mani) sebagaimana ditentukan oleh analisis air mani, pengujian air mani, dan perubahan yang merugikan dalam tingkat hormonal.

2. Obat yang Digunakan untuk Perawatan Medis

Obat yang digunakan dalam pengobatan juga dapat mempengaruhi kesuburan pria. Obat yang digunakan dalam kemoterapi yang sangat terkenal karena ireversibel berpengaruh pada produksi sperma. Hal ini tidak biasa bagi pria yang telah menjalani kemoterapi dibiarkan steril dengan pengobatan.

Obat-obatan yang mengubah lingkungan hormonal tubuh (misalnya injeksi testosteron, obat anti-androgenik) juga dapat mengganggu produksi sperma. Hal ini karena hormon mengatur proses produksi sperma, dan perubahan kadar mempengaruhi produksi sperma.

Menjaga Kesehatan Sperma

Banyak obat yang mempengaruhi gaya hidup dan kesehatan sperma. Dengan demikian, perubahan gaya hidup Anda dapat membantu menjaga kesehatan sperma, termasuk:

  • Berhenti merokok
  • Meminimalkan konsumsi alkohol
  • Menghindari steroid anabolik
  • Menghindari ganja, kokain dan narkoba jenis lainnya

Beberapa obat yang mempengaruhi kesuburan pria digunakan untuk tujuan medis, dan dalam beberapa kasus untuk perawatan medis yang menyelamatkan jiwa, sehingga menghindari obat medis mungkin tidak mungkin. Namun Anda tidak perlu khawatir, sekarang telah ditemukan obat herbal untuk kesuburan pria, yang mengobati sesuai dengan kondisi medis yang dialami pasien. Obat-obatan tersebut adalah:

  • SCOUNT, Menambah/memperbanyak sperma
  • SCOUNT, mengentalkan cairan mani agar mani tidak encer
  • KuaPria Pro, memperbanyak dan mengatasi sperma encer karena diabetes
  • MaxMan Pro, memperbanyak dan mengatasi sperma encer karena kolesterol tinggi
  • SuperStrong Pro, memperbanyak dan mengatasi sperma encer karena tekanan darah tinggi
  • Natural Gain, memperbanyak dan mengatasi sperma encer karena stres, depresi, dan masalah

Semua obat diatas terbukti efektif dalam memperbanyak jumlah sperma dan mengentalkan air mani. Karena terbuat dari seratus persen bahan alami, obat-obatan tersebut aman, tanpa efek samping, dan dapat dikonsumsi secara rutin sebagai suplemen harian Anda.