Awas Trikomoniasis Bisa Menyerang Siapa Saja

Trikomoniasis merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual yang mana penyakit ini disebabkan oleh adanya serangan protozoa parasit.

Pada dasarnya, jenis penyakit ini dapat menular melalui hubungan seksual. Umumnya, trikomoniasis dapat menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita, namun jenis penyakit ini lebih sering dijumpai pada kaum wanita. Mereka-mereka yang didapati mengidap trikomoniasis pada saat hamil diduga penyakit yang dideritanya tersebut akan mempengaruhi atau menganggu kehamilannya.

Wanita yang diketahui telah mengidap trikomo niasis, kebanyakan kondisi tersebut diakibatkan oleh parasit yang menginfeksi vagina, leher rahim, kandung kemih dan vagina. Sedangkan jika trikomoniasis ditemukan pada pria, kebanyakan dari mereka akan mengelu-elukan kondisi buruk yang terjadi pada uretra, ini disebabkan karena adanya parasit yang menginfeksi bagian tersebut.

Wanita yang telah terserang protozoa parasit trichomonas vaginalis akan menyadari bahwa adanya keluhan-keluhan pada alat reproduksi. Kondisi semacam ini akan dirasakan oleh penderita setelah 1 minggu setelah terinfeksi atau terserang protozoa parasit trichomonas vaginalis.

Tanda-tanda atau gejala awal yang akan dirasakan oleh penderita biasanya terjadi pada alat reproduksinya, dimana bagian inilah tempat protozoa parasit trichomonas vaginalis menyerang dan menginfeksi. Adapun gejala-gejala yang umumnya di rasakan oleh para penderita trikomoniasis adalah sebagai berikut :

Gejala awal pada wanita

  1. Adanya rasa gatal yang terjadi di vagina.
  2. Merasakan rasa nyeri ketika buang air kecil atau saat sedang berhubungan seksual.
  3. Perubahan pada cairan vagina yang mulanya tidak berwarna dan berbau kini menjadi berwarna dan berbau tidak seperti normalnya.

Gejala awal pada pria

  1. Merasa terbakar dan nyeri saat buang air kecil.
  2. Adanya cairan abnormal yang selalu keluar dari penis.
  3. Adanya iritasi yang diketemukan pada ujung penis.

Mereka-mereka yang sudah terinfeksi oleh protozoa parasit dapat menularkan parasit tersebut pada orang lain. Ini terjadi pada masa inkubasi sekitar 5 hingga 28 hari. Jadi peringatan bagi Anda yang menjumpai teman, saudara dan keluarga yang tidak disengaja mengidap trikomoniasis untuk sesegera menyarankannya agar berobat. Karena bukan hanya penderita saja yang akan merugi, namun orang-orang disekitarnya juga akan dirugikan oleh keberadaan bakteri yang menyerang teman, saudara dan keluarga tersebut, karena tidak menutup kemungkinan bahwa bakteri tersebut juga akan berpindah ke tubuh Anda.

Faktor Penyebab Penularan Trikomoniasis

Persentase terbesar tertularnya infeksi protozoa parasit didasarkan pada aktivitas seksual. Kebanyakan mereka, khususnya pria yang tertular infeksi protozoa parasit disebabkan karena aktivitas seksual, yang mana kemungkinan besar pasangannya juga telah terinfeksi terlebih dulu oleh protozoa parasit, sehingga ketika melakukan aktivitas seksual, parasit tersebut berpindah ke tubuh pasangan prianya.

Adapun aktivitas-aktivitas yang diyakini merupakan faktor risiko terbesar yang mana ini merupakan faktor risiko penularan trikomoniasis yang paling umum dan sering terjadi. Berikut ini beberapa faktor risiko penularan trikomoniasis, yaitu :

  • Sering berganti-ganti pasangan saat berhubungan seksual.
  • Melakukan kontak seksual dengan orang yang sudah terinfeksi protozoa parasit.
  • Adanya riwayat infeksi menular seksual.
  • Tidak mempergunakan alat kontrasepsi saat melakukan hubungan seksual.

Meskipun jenis penyakit menular seksual ini merupakan salah satu penyakit yang bisa disembuhkan, namun setidaknya Anda harus berhati-hati dan bersikap waspada. Kebanyakan dari mereka yang sudah terinfeksi oleh protozoa parasit, tidak menutup kemungkinan akan terhalang niatnya dalam menikmati kehidupan seksual yang lebih baik. Ini artinya bukan hanya mempengaruhi kondisi tubuh saja, melainkan serangan protozoa parasit yang terjadi di alat reproduksi juga akan berpengaruh terhadap kehidupan seksual Anda. Oleh karenanya, dianjurkan untuk bisa bersikap waspada sebelum melakukan hubungan seksual, karena sikap semacam ini akan menghindarkan Anda dari segala macam jenis bahaya atau hal buruk yang akan mengancam kesehatan tubuh dan kehidupan seksual Anda.