Awas, Impotensi Bisa Memicu Penyakit Lain!

Disfungsi ereksi atau impotensi sering dianggap sebagai masalah yang berkaitan dengan usia. Kebanyakan pria yang mengalami disfungsi ereksi adalah mereka yang baru pertama kali melakukan hubungan seks. Seiring dengan berjalannya waktu dan pengalaman seks yang lebih, masalah disfungsi ereksi tidak lagi dialami oleh para pria. Ini yang membuat kondisi ini kemudian diabaikan.

Disfungsi ereksi atau impotensi sebenarnya tidak hanya terjadi pada pria yang lebih tua. Banyak pria yang usianya masih 20-an tahun mengalami kondisi ini. Sebagian besar dari mereka merasa malu untuk berkonsultasi pada dokter, dan lebih memilih mengabaikan kondisi ini. Mereka menganggap impotensi bisa diatasi dengan lebih sering melakukan seks. Padahal di sisi lain, disfungsi ereksi atau impotensi bisa menjadi indikator adanya masalah yang lebih serius.

Masalah Kesehatan Akibat Impotensi

1. Masalah Sistem Kardiovaskular

Pelepasan oksida nitrat dari hati maupun jaringan ereksi yang dilapisi dengan endothelium (jenis jaringan yang merespon pelepasan oksida nitrat) merupakan bagian penting dari reaksi berantai yang menandakan peningkatan aliran darah. Ketika jaringan ini tidak sehat atau oksida nitrat yang tersedia tidak mencukupi, maka hati dan jaringan ereksi juga tidak akan berfungsi normal. Oleh karena itu masalah disfungsi ereksi juga menunjukkan adanya masalah dalam sistem kardiovaskular.

2. Aterosklerosis

Kondisi ini disebabkan oleh tumpukan plak pada arteri, yang akan menghambat aliran darah ke seluruh bagian tubuh. Karena penis berisi pembuluh darah jauh lebih kecil daripada bagian lain dari tubuh, maka kinerja yang buruk di daerah penis sering menjadi tanda awal adanya penyumbatan berbahaya yang dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke.

3. Hipertensi

Hipertensi bisa merusak sistem kardiovaskular serta menyebabkan pembuluh darah tidak berfungsi dengan baik. Kinerja penis yang tidak baik bisa menjadi tanda awal adanya gejala hipertensi.

4. Diabetes

Diabetes adalah penyakit sistemik yang mempengaruhi banyak proses normal dalam tubuh. Jika kadar gula dalam darah tidak terkontrol dengan baik akan menyebabkan kerusakan parah. Diabetes sering terjadi pada penderita obesitas. Pria dengan diabetes mungkin akan mengalami neuropati diabetes, yakni kondisi mati rasa pada penis.

Semua masalah di atas merupakan dampak yang signifikan dari disfungsi ereksi. Oleh karena itu masalah disfungsi ereksi tidak boleh diabaikan.

Pengobatan Disfungsi Ereksi

Obat memang solusi bagi mereka yang tidak bisa membuat perubahan, namun obat bukan satu-satunya jawaban terbaik untuk keluar dari masalah impotensi. Gaya hidup yang sehat tentu akan mampu membuat gairah seksual Anda lebih meningkat.

Pengobatan medis memang terkadang memberikan efek samping bagi tubuh. Bagi Anda yang mengalami disfungsi ereksi atau ganguan seksual lainnya, Anda bisa mengkonsumsi obat-obatan herbal yang mampu mengatasi masalah seksual tersebut.  Anda dapat menggunakan obat herbal berikut secara teratur

  • SCOUNT, menambah/memperbanyak sperma
  • SCOUNT, mengentalkan cairan mani agar mani tidak encer
  • KuatPria Pro, memperbanyak dan mengatasi sperma encer karena diabetes
  • MaxMan Pro, memperbanyak dan mengatasi sperma encer karena kolesterol tinggi
  • SuperStrong Pro, memperbanyak dan mengatasi sperma encer karena tekanan darah tinggi
  • Natural Gain, memperbanyak dan mengatasi sperma encer karena stres, depresi, dan masalah

Semua obat diatas terbukti efektif dalam memperbanyak jumlah sperma dan mengentalkan air mani. Karena terbuat dari seratus persen bahan alami, obat-obatan tersebut aman, tanpa efek samping, dan dapat dikonsumsi secara rutin sebagai suplemen harian Anda.