Atasi Impotensi dengan Terapi Gelombang Kejut

Impotensi atau disfungsi ereksi adalah momok yang menakutkan bagi pria. Selain menurunkan kualitas hubungan seks bersama pasangan, impotensi juga bisa mempengaruhi keharmonisan rumah tangga. Bahkan, di beberapa negara di Amerika menjadikan impotensi sebagai alasan yang sah untuk perceraian.

Penyebab terjadinya impotensi atau disfungsi ereksi beraneka ragam misalnya gangguan hormonal, proses penuaan hingga adanya penyakit medis seperti jantung, diabetes, hipertensi, stroke dan sebagainya. Oleh karena itu, bagi pria yang memiliki penyakit medis tertentu disarankan untuk segera kontrol diri pada urolog untuk memeriksa apakah dirinya terkena impotensi atau tidak.

Jika hasil pemeriksaan oleh urolog terbukti Anda memiliki impotensi, biasanya urolog akan menyarankan Anda untuk menjalani beberapa pengobatan. Pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengobati impotensi antara lain terapi obat, alat pompa vakum, obat suntik, dan operasi. Bahkan, saat ini sedang dilakukan uji coba terapi gen untuk mengatasi impotensi. Terapi baru yang sudah diuji coba adalah terapi kejut atau penembakan dengan gelombang intensitas rendah (Low Intensity Extracorporeal Shockwave Therapy atau LI-ESWT).

Sebenarnya penggunaan terapi gelombang kejut dalam dunia medis sudah berlangsung lama. Saat itu terapi gelombang kejut digunakan sebagai terapi pengobatan batu ginjal, ortopedi dan kardiologi. Namun, penggunaan terapi ini dalam mengatasi impotensi baru dikembangkan belakangan ini.

Bagaimana Cara Kerja Terapi Gelombang Kejut?

Berbeda dengan terapi lainnya, LI-ESWT dapat mengembalikan kemampuan ereksi secara spontan tanpa operasi. Teknik LI-ESWT pada dasarnya dilakukan dengan cara menembakkan gelombang kejut dengan intensitas rendah, yang akan menimbulkan shear stress sehingga berdampak positif dengan terbentuknya pembuluh-pembuluh darah baru sehingga aliran darah ke organ intim lebih lancar. Pembuluh-pembuluh darah yang baru inilah yang dapat berfungsi memperbaiki sistem ereksi pada penis.

Keunggulan dari terapi ini adalah tidak akan menimbulkan rasa nyeri pada pasien sehingga pasien memiliki harapan lebih tinggi dalam melakukan hubungan seksual. Selain itu, terapi ini aman digunakan dan minim efek samping serta lebih tahan lama dari terapi jenis lain. Meski demikian untuk mendapatkan terapi ini Anda harus mengeluarkan biaya yang cukup mahal yakni sekitar 30 juta.

Namun, bagi Anda yang tidak memiliki biaya yang cukup untuk melakukan terapi ini, Anda bisa menggunakan cara alternatif lain untuk mengobati disfungsi ereksi atau impotensi. Alternatif yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengkonsumsi obat-obatan herbal.

Obat herbal memang telah mendapat tempat kembali di hati masyarakat. Ada beberapa faktor yang mungkin membuat pasien takut pada efek samping obat konvensional, atau telah lama menggunakan obat konvensional namun belum merasakan hasilnya, atau mungkin karena sugesti. Anda tidak perlu khawatir, beberapa obat herbal berikut dapat membantu Anda mengatasi masalah disfungsi ereksi atau impotensi serta masalah seksual lain.

  • SCOUNT, menambah/memperbanyak sperma
  • SCOUNT, mengentalkan cairan mani agar mani tidak encer
  • KuatPria Pro, memperbanyak dan mengatasi sperma encer karena diabetes
  • MaxMan Pro, memperbanyak dan mengatasi sperma encer karena kolesterol tinggi
  • SuperStrong Pro, memperbanyak dan mengatasi sperma encer karena tekanan darah tinggi
  • Natural Gain, memperbanyak dan mengatasi sperma encer karena stres, depresi, dan masalah

Semua obat diatas terbukti efektif dalam memperbanyak jumlah sperma dan mengentalkan air mani. Karena terbuat dari seratus persen bahan alami, obat-obatan tersebut aman, tanpa efek samping, dan dapat dikonsumsi secara rutin sebagai suplemen harian Anda.