Apakah Usia Mempengaruhi Motilitas Sperma?

Apa itu Motilitas Sperma?

“Motilitas sperma adalah kemampuan sperma dalam bergerak menuju sel telur. Sperma yang memiliki pergerakan buruk  tidak akan mampu mencapai telur dalam proses fertilisasi.”

Banyak sekali anggapan bahwa pria yang sudah berusia di atas 40 tahun pasti sulit atau bahkan tidak bisa untuk memiliki anak. Hal ini memanglah Wajar dikarenakan kinerja atau motilitas sperma pria di usia tersebut akan sulit untuk mencapai sel telur istri dengan baik. Sehingga pria yang sudah mencapai umur 40 tahun keatas memiliki kemungkinan kecil untuk bisa mendapatkan keturunan.

Di Negara Inggris, banyak pasangan yang telah berusia 40 tahun lebih menginginkan kehadiran dari seorang anak, namun hal itu tidak bisa terwujud. Penyebab utamanya karena masalah ketidaksuburan sel sperma pria. Oleh sebab itu banyak yang mencari cara atau solusi dengan memilih menggunakan sperma donor.

Namun proses penggunaan sperma donor tidaklah mudah, sebab ada banyak pertimbangan sebelum menggunakan sperma donor, salah satunya yaitu harus berhati-hati jika akan menggunakan sperma donor untuk memiliki anak. Perlu adanya analisa khusus dan pengecekan untuk membuktikan bahwa sperma pendonor benar-benar berkualitas.

Para pendonor sperma diharuskan mengikuti kriteria pemilihan yang ketat untuk memastikan kualitas sperma mereka. Jadi, selama kualitas spermanya baik maka tidak ada masalah dengan kemampuannya membuahi sel telur.

Perhatikan Motilitas Sperma saat Program Hamil

Sebagian faktor kesehatan sperma bergantung pada motilitas sperma. Motilitas sperma artinya adalah pengukuran efisiensi pergerakan sperma untuk berenang melalui serviks, uterus, dan tuba fallopi wanita. Beberapa perawatan kesuburan secara medis bisa meningkatkan motilitas sperma, namun cara terbaik untuk meningkatkan kesehatan sperma adalah menjaga gaya hidup sehat yang sebagian besar bersumber pada asupan nutrisi yang baik dan olahraga teratur. ( Sumber : http://id.wikihow.com/Meningkatkan-Motilitas-Sperma )

Meski fakta bahwa kemampuan motilitas sperma pria yang berusia di atas 40 tahun tetap bagus, tapi tetap saja ada resiko yang ditimbulkan jika ingin memiliki anak di usia ini. Beberapa penelitian menemukan masalah kesehatan yang serius pada anak yang lahir dari ayah yang berusia di atas 30 tahun, yaitu terjadi gangguan autisme dan skizophrenia.

Penyebabnya karena level testosteron berkurang 1% tiap tahunnya setelah usia 30 tahun. Selain itu, DNA pada sperma pria diusia tua rentan terjadi kerusakan sehingga beresiko terhadap kesehatan bayinya.

Sebuah penelitian menemukan kasus, jika wanita dan pria menikah sekitar atau diatas 35 tahun, ada kemungkinan anaknya akan terkena down syndrome. Penyebabnya kemungkinan besar adalah sperma dari ayah yang telah mengalami kerusakan.

Penelitian yang dilakukan oleh Mount Sinai School of Medicine New York, juga menemukan anak yang lahir dari pria berusia 40-an, memiliki resiko terkena autisme enam kali lebih besar. Lalu, penelitian lainnya, anak yang lahir dari ayah yang berusia 50 tahun atau lebih, tiga kali lebih beresiko terkena skizophrenia. Tentu ini sangat berbahaya dan tidak baik untuk masa depan anak nantinya.

MasihKAH Ingin Memiliki Anak di Usia 40 Tahun?

Sebenarnya memang tidak ada batasan usia bagi setiap pasangan untuk memiliki keturunan. Namun, mengingat kondisi sistem tubuh yang sudah merasakan berbeda saat sudah memasuki usia tua, maka ada baiknya keinginan untuk memiliki anak di usia ini digugurkan saja. Resiko kerusakan DNA bisa membuat keturunan Anda menderita gangguan autisme, down syndrome, bipolar disorder dan skizophrenia.

Bagi Anda yang mencapai usia 40 tahun dan ingin memiliki keturunan. Tentu ini akan menjadi masalah yang memilukan sekali, mengingat anak merupakan harta yang tidak ternilai harganya. Selian itu anak merupakan penerus dari jenis dirinya (nasab) dimasa mendatang. Jika tidak punya anak, maka manusia dari jenis Anda akan punah, ini akan menjadikan Anda sedih yang berlebih.

Perlu di pahami, meski resiko itu muncul pada pria usia tua namun Anda jangan khawatir. Anda perlu suplemen khusus untuk menjaga sperma agar tetap berkualitas. Sebanarnya cara untuk mendapatkan kualitas sperma yang bagus adalah dengan melakukan gaya hidup sehat.

Namun itu saja tidak cukup, Anda juga harus membutuhkan suplemen khusus untuk penunjang sperma sehat dan berkualitas. Sehingga Anda tetap bisa punya anak dengan normal meskipun diusia yang sudah tidak muda lagi.

Obat Herbal Alami untuk Program Hamil!

Bagikan

Update Terkait

Copyright © | Obat Kuat 123 | pemesanan.herbal@gmail.com
Powered by Quick Cart | |

Daftar Rekening

  • transfer BCA tokoherbal 123 No.Rek 2471-7757-81 atas nama AHMAD FANANI
  • transfer Mandiri tokoherbal 123 No.Rek 135-00-1469455-6 atas nama AHMAD FANANI
  • transfer BNI tokoherbal 123 No.Rek 0458898966 atas nama AHMAD FANANI
  • transfer BRI tokoherbal 123 No.Rek 5895-01-029997-53-7 atas nama AHMAD FANANI